
DOYANDUIT – Nilai TKA 2026 mulai menjadi perhatian banyak siswa dan orang tua karena hasil Tes Kemampuan Akademik kini dipakai dalam jalur seleksi prestasi akademik di sejumlah daerah, termasuk SPMB Jawa Timur.
Yang paling sering ditanyakan justru bukan soal cara melihat nilainya, melainkan satu hal yang cukup membingungkan: apakah yang dipakai untuk seleksi itu nilai masing-masing siswa atau rata-rata sekolah?
Di lapangan, banyak pengguna salah paham gara-gara istilah “Daftar Kolektif Hasil TKA” atau DKHTKA. Sebagian mengira seluruh nilai sekolah akan dirata-rata. Padahal mekanismenya tidak seperti itu.
Berdasarkan penjelasan sistem dan pengalaman operator sekolah, nilai yang dipakai tetap nilai masing-masing peserta. DKHTKA hanya menjadi daftar kumpulan seluruh peserta TKA dalam satu sekolah.
Informasi ini penting dipahami sejak awal supaya siswa tidak salah menghitung peluang saat mendaftar SPMB.
Apa Itu DKHTKA?
DKHTKA merupakan singkatan dari Daftar Kolektif Hasil Tes Kemampuan Akademik.
Dokumen ini berisi:
- nama seluruh peserta TKA dalam satu sekolah,
- nomor peserta,
- mata pelajaran,
- dan nilai masing-masing siswa.
Jadi kata “kolektif” di sini bukan berarti nilai sekolah digabung menjadi satu rata-rata besar.
Dalam beberapa kasus, siswa mengira nilai sekolah dengan rata-rata tinggi otomatis menguntungkan seluruh peserta. Faktanya, sistem tetap membaca nilai individu.
Misalnya:
- Siswa A memiliki nilai Bahasa Indonesia 88
- Matematika 92
Maka rata-rata TKA milik siswa tersebut dihitung dari dua nilai itu saja. Bukan dari rata-rata seluruh sekolah.
Nilai TKA yang Dipakai SPMB Adalah Nilai Siswa
Untuk jalur prestasi akademik, nilai yang dipakai adalah rata-rata nilai TKA masing-masing calon murid baru. Hal ini terlihat jelas pada penjelasan sistem seleksi yang menyebut:
“rata-rata nilai yang diperoleh calon murid baru dari hasil TKA”
Artinya:
- yang dihitung adalah nilai individu,
- bukan nilai kolektif sekolah,
- dan bukan rata-rata satu angkatan.
Ini juga sesuai dengan tampilan DKHTKA yang tetap menampilkan detail nilai per siswa.
Di sejumlah sekolah, operator bahkan sudah mulai mencetak sertifikat TKA per siswa untuk keperluan validasi dan seleksi lanjutan.
Jadwal Pengumuman Nilai TKA 2026
Berdasarkan jadwal pengolahan yang beredar di lingkungan sekolah:
| Tahapan | Jadwal |
|---|---|
| Pengolahan nilai TKA | 20–24 Mei 2026 |
| Pengumuman hasil TKA | 25 Mei 2026 |
Saat ini sejumlah sekolah sudah dapat mengakses hasil melalui akun operator.
Sementara akses mandiri siswa masih mengalami beberapa kendala login di beberapa daerah.
Cara Melihat Nilai TKA Online 2026
Ada dua metode yang saat ini digunakan:
- melalui akun sekolah,
- dan verifikasi mandiri siswa.
Menariknya, banyak siswa mengaku login mandiri masih gagal meski nomor peserta dan tanggal lahir sudah benar.
Kasus seperti ini cukup sering muncul beberapa hari menjelang pengumuman.
Cara Sekolah Melihat dan Mencetak Nilai TKA
Operator sekolah bisa login melalui portal resmi TKA Kemendikdasmen https://tka.kemendikdasmen.go.id/
Setelah berhasil masuk:
- pilih menu “Hasil TKA”,
- lalu buka menu DKHTKA,
- kemudian cetak daftar kolektif atau sertifikat siswa.
Di menu tersebut biasanya tersedia:
- daftar seluruh peserta,
- detail mata pelajaran,
- nilai masing-masing,
- dan fitur cetak sertifikat.
Untuk jenjang SD dan SMP, mapel TKA umumnya terdiri dari:
- Bahasa Indonesia,
- Matematika.
Sedangkan SMA dan SMK memiliki tambahan mata pelajaran pilihan.
Cara Verifikasi Nilai TKA Secara Mandiri
Kalau siswa ingin memastikan nilainya secara online, prosesnya sedikit berbeda.
Bukan login memakai akun sekolah, melainkan melalui halaman verifikasi SHTKA https://shtka.kemendikdasmen.go.id/verifikasi-shtka
Berikut langkah umumnya:
1. Masukkan Nomor Peserta TKA
Input nomor peserta pada kolom pencarian.
2. Klik Cari atau Enter
Sistem akan menampilkan:
- nama peserta,
- jenjang,
- status verifikasi.
3. Klik “Lihat Detail”
Di tahap ini pengguna harus memasukkan ID SHTKA.
Nah, bagian ini cukup sering bikin bingung karena banyak siswa belum sadar bahwa ID tersebut ada di sertifikat TKA.
4. Masukkan ID SHTKA
Jika kode benar, detail nilai akan muncul lengkap.
Mulai dari:
- NISN,
- sekolah,
- jadwal pelaksanaan,
- nilai per mata pelajaran,
- hingga kategori hasil TKA.
Kenapa Login Siswa Kadang Gagal?
Dari pengalaman sejumlah pengguna, ada beberapa penyebab umum:
| Masalah | Penyebab | Solusi |
|---|---|---|
| Tidak bisa login | Username atau password salah | Cek ulang nomor peserta dan tanggal lahir |
| Halaman kosong | Server ramai | Coba di luar jam sibuk |
| Nilai belum muncul | Sinkronisasi belum selesai | Tunggu update sekolah |
| ID SHTKA ditolak | Salah input kode | Salin langsung dari sertifikat |
Menariknya, akun sekolah biasanya bisa mengakses data lebih dulu dibanding akun siswa.
Karena itu, dalam banyak kasus siswa baru mengetahui nilai resmi setelah sekolah membagikan sertifikat.
Cara Menghitung Rata-Rata Nilai TKA
Perhitungan nilai TKA sebenarnya cukup sederhana.
Contoh:
- Bahasa Indonesia: 85
- Matematika: 90
Maka:
(85 + 90) ÷ 2 = 87,5
Nilai rata-rata inilah yang nantinya dipakai untuk jalur seleksi akademik tertentu. Bukan nilai rata-rata sekolah.
Ini yang perlu dipahami agar tidak salah interpretasi saat membaca DKHTKA.
Sertifikat TKA Dicetak oleh Sekolah
Saat ini pencetakan:
- sertifikat TKA,
- maupun DKHTKA,
masih dilakukan oleh pihak sekolah melalui akun operator resmi. Siswa tidak bisa mencetak sendiri langsung dari portal utama.
Karena itu, jika belum menerima sertifikat sementara pengumuman sudah keluar, langkah paling aman adalah menghubungi operator sekolah terlebih dahulu.
Di beberapa sekolah, pembagian sertifikat dilakukan bertahap karena proses sinkronisasi sistem belum seragam.
Nilai TKA 2026 yang dipakai untuk seleksi SPMB adalah nilai rata-rata milik masing-masing siswa, bukan rata-rata sekolah.
DKHTKA hanya berfungsi sebagai daftar kolektif seluruh peserta dalam satu sekolah.
Saat ini akses paling stabil masih melalui akun operator sekolah, sementara verifikasi mandiri siswa dilakukan menggunakan nomor peserta dan ID SHTKA dari sertifikat resmi.