
DOYANDUIT – Mengisi SKP Triwulan 2 di E-Kinerja Tahun 2026 sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan.
Namun, masih banyak ASN yang kebingungan saat harus menambahkan periode penilaian, mengisi rencana aksi, mengunggah bukti dukung, hingga memasukkan realisasi pekerjaan.
Dalam praktiknya, kesalahan yang paling sering terjadi bukan pada sistem, melainkan karena pengguna melewatkan salah satu tahapan atau belum menyiapkan dokumen pendukung sejak awal. Akibatnya, proses pengisian menjadi lebih lama menjelang batas waktu penilaian.
Panduan berikut merangkum tahapan pengisian SKP Triwulan 2 secara lebih runtut agar lebih mudah diikuti.
Jadwal Pengisian SKP Triwulan 2 Tahun 2026
Sebelum mulai mengisi, pastikan periode penilaian yang dipilih sudah sesuai.
| Keterangan | Jadwal |
|---|---|
| Periode Penilaian | 1 April–30 Juni 2026 |
| Batas Akhir Pengisian | 31 Juli 2026 |
Artinya, ASN masih memiliki waktu hingga akhir Juli untuk melengkapi seluruh komponen penilaian sebelum proses evaluasi oleh atasan dilakukan.
Cara Menambahkan Periode Penilaian Triwulan 2
Langkah pertama adalah menambahkan periode penilaian pada SKP tahunan.
Langkah-langkah
- Login ke Portal ASN Digital.
- Masukkan akun ASN.
- Verifikasi menggunakan One Time Code (OTP) dari aplikasi autentikator.
- Pilih Layanan Individu ASN.
- Masuk ke menu Kinerja.
- Pilih SKP periode 1 Januari–31 Desember 2026.
- Klik Penilaian.
- Pilih Tambah Periode Penilaian.
- Pilih Triwulan 2 (April–Juni).
- Klik OK.
Apabila berhasil, periode penilaian baru akan muncul pada daftar SKP.
Cara Mengisi Rencana Aksi
Tahap berikutnya adalah mengisi Rencana Aksi.
Di sinilah banyak pengguna baru merasa bingung karena mengira semua RHK harus diisi. Padahal, tidak demikian.
Prinsip yang perlu dipahami
Rencana aksi hanya dibuat untuk Rencana Hasil Kerja (RHK) yang memang memiliki aktivitas pada periode April hingga Juni.
Sebagai contoh:
- Target tahunan pelatihan sebanyak 7 angkatan.
- Pada Triwulan 2 hanya terlaksana 2 angkatan.
- Maka target rencana aksi cukup diisi 2 angkatan, bukan seluruh target tahunan.
Cara menambah rencana aksi
- Klik tombol Rencana Aksi.
- Pilih salah satu RHK yang memiliki kegiatan.
- Klik Tambah.
- Isi uraian rencana aksi.
- Masukkan target.
- Klik OK.
Lakukan langkah yang sama hanya pada RHK yang benar-benar berjalan selama Triwulan 2.
Berdasarkan pengalaman sejumlah pengguna, mengisi semua RHK justru sering menyebabkan revisi karena tidak seluruh pekerjaan berlangsung pada setiap triwulan.
Menyiapkan Bukti Dukung
Sebelum masuk ke menu bukti dukung, sebaiknya seluruh dokumen sudah disusun terlebih dahulu.
Cara ini jauh lebih efisien dibanding mengunggah satu per satu ketika proses pengisian berlangsung.
Beberapa dokumen yang biasanya dijadikan bukti antara lain:
- Surat tugas
- Laporan kegiatan
- Dokumentasi pelaksanaan
- Notulen rapat
- Rekap hasil pekerjaan
- Dokumen administrasi lainnya
Banyak ASN memilih menyimpannya di Google Drive agar lebih mudah dibagikan.
Cara Upload Bukti Dukung di E-Kinerja
Setelah dokumen siap, lakukan langkah berikut.
Upload ke Google Drive
- Masuk ke Google Drive.
- Buat folder sesuai kebutuhan.
- Unggah seluruh dokumen pendukung.
- Tunggu hingga proses selesai.
Atur akses folder
Ini adalah bagian yang cukup sering terlewat.
Apabila akses folder masih Dibatasi, atasan tidak akan bisa membuka dokumen saat proses penilaian.
Karena itu lakukan langkah berikut:
- Klik ikon tiga titik pada folder.
- Pilih Bagikan.
- Ubah akses menjadi Siapa saja yang memiliki link.
- Salin tautan.
Masukkan link ke E-Kinerja
Selanjutnya:
- Kembali ke menu Bukti Dukung.
- Klik Tambah.
- Isi nama bukti dukung.
- Tempelkan tautan Google Drive.
- Klik OK.
Ulangi langkah tersebut hingga seluruh bukti pendukung selesai ditambahkan.
Cara Mengisi Realisasi
Tahapan terakhir adalah mengisi Realisasi.
Bagian ini menggambarkan hasil pekerjaan yang benar-benar dicapai selama Triwulan 2.
Langkahnya cukup sederhana.
- Klik tombol Edit pada kolom realisasi.
- Masukkan capaian kerja.
- Isi sumber data.
- Simpan perubahan.
Realisasi sebaiknya sesuai dengan target pada rencana aksi agar proses penilaian lebih mudah diverifikasi oleh atasan.
Masalah yang Sering Dialami Pengguna
Berikut beberapa kendala yang cukup sering muncul saat pengisian SKP.
| Masalah | Penyebab | Solusi |
|---|---|---|
| Periode tidak muncul | Belum menambahkan periode penilaian | Tambahkan Triwulan 2 terlebih dahulu |
| Link bukti tidak bisa dibuka | Akses Google Drive masih dibatasi | Ubah menjadi “Siapa saja yang memiliki link” |
| Semua RHK diisi | Salah memahami aturan | Isi hanya RHK yang memiliki kegiatan pada Triwulan 2 |
| Atasan tidak melihat dokumen | Link salah atau akses belum dibuka | Periksa kembali tautan Google Drive |
Agar Pengisian Lebih Cepat
Beberapa kebiasaan sederhana dapat menghemat waktu ketika mengisi SKP.
- Kelompokkan dokumen berdasarkan RHK.
- Gunakan nama folder yang mudah dikenali.
- Pastikan setiap tautan sudah bisa dibuka sebelum ditempel ke aplikasi.
- Jangan menunggu hingga mendekati batas akhir pengisian.
- Setelah selesai, cek kembali seluruh data sebelum menunggu proses penilaian.
Dalam beberapa kasus, pengguna yang menyiapkan seluruh dokumen sejak awal dapat menyelesaikan proses pengisian jauh lebih cepat dibanding mereka yang baru mencari berkas saat membuka aplikasi.
Pengisian SKP Triwulan 2 E-Kinerja 2026 terdiri dari empat tahapan utama, yaitu menambahkan periode penilaian, mengisi rencana aksi, mengunggah bukti dukung, dan memasukkan realisasi pekerjaan.
Selama mengikuti urutan tersebut dan memastikan seluruh dokumen sudah siap, proses pengisian umumnya berjalan tanpa kendala berarti.
Jika Anda sering menggunakan aplikasi E-Kinerja, ada baiknya menyimpan seluruh dokumen pendukung secara rapi sejak awal tahun.
Cara sederhana ini akan sangat membantu ketika memasuki periode penilaian berikutnya dan mengurangi risiko kesalahan menjelang batas waktu.