
DOYANDUIT – Penetapan kelulusan menjadi salah satu tahapan paling krusial dalam proses penerbitan e-Ijazah 2026. Kesalahan kecil pada tahap ini bisa berujung pada data siswa yang tidak sinkron, bahkan menyulitkan saat proses pembuatan SPTJM.
Berdasarkan panduan yang dibagikan operator sekolah dan pengalaman sejumlah pengguna sistem e-Ijazah, masalah yang paling sering muncul justru bukan pada tombol kelulusan, melainkan data yang belum bersih di menu DNS.
Karena itu, sebelum meluluskan siswa, operator perlu memastikan seluruh validasi utama sudah selesai dan tidak menyisakan residu data.
Langkah Awal: Pastikan Residu DNS Validasi Utama Bernilai Nol
Tahap pertama yang wajib dilakukan adalah membuka menu DNS pada aplikasi e-Ijazah.
Di bagian ini terdapat indikator residu data yang menunjukkan apakah masih ada masalah pada data peserta didik.
Jika angka residu masih muncul, jangan terburu-buru menetapkan kelulusan.
Dalam beberapa kasus, operator sekolah menemukan masih ada satu atau dua siswa yang datanya belum valid. Biasanya penyebabnya berasal dari data kependudukan, identitas peserta didik, atau sinkronisasi yang belum sempurna.
Yang perlu diperhatikan:
- Residu pada Validasi Utama harus 0
- Validasi opsional tidak memengaruhi proses kelulusan
- Siswa dengan data belum valid sebaiknya diperbaiki terlebih dahulu
- Perbaikan dapat dilakukan melalui menu terkait peserta didik dan pengecekan berkala
Sistem masih memungkinkan operator meluluskan siswa yang datanya sudah valid sambil menunda siswa yang masih bermasalah. Namun praktik ini biasanya dipilih jika waktu sudah mendesak.
Jangan Lewatkan Konfirmasi Data DNS
Setelah residu dinyatakan bersih, langkah berikutnya adalah memeriksa menu Valid DNS. Di sinilah operator perlu memastikan seluruh peserta didik telah melakukan konfirmasi data.
Sekilas langkah ini terlihat sederhana. Namun di lapangan, bagian ini cukup sering terlewat.
Beberapa operator baru menyadari ada data yang belum dikonfirmasi ketika proses kelulusan akan dilakukan. Akibatnya mereka harus kembali ke tahap sebelumnya dan melakukan pengecekan ulang.
Periksa beberapa hal berikut:
Data Nama Lengkap
Pastikan nama siswa sudah sesuai dokumen resmi.
Tempat dan Tanggal Lahir
Cocokkan dengan akta kelahiran dan dokumen kependudukan.
NIK dan Data Orang Tua
Kesalahan satu digit saja dapat menimbulkan masalah pada dokumen akhir.
Status Konfirmasi
Pastikan seluruh siswa telah berstatus konfirmasi data selesai.
Cara Mengisi Nomor SK Kelulusan
Setelah data DNS dinyatakan aman, operator dapat melanjutkan ke menu Nomor SK Kelulusan.
Saat ini format SK tidak lagi selalu tersedia untuk diunduh otomatis. Banyak sekolah memilih membuat format sendiri menggunakan kop surat resmi sekolah.
Informasi yang biasanya perlu diisi meliputi:
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Tahun Ajaran | 2025/2026 |
| Nama Kepala Satuan Pendidikan | Sesuai data sekolah |
| Nomor SK Kelulusan | Mengacu pada dokumen resmi sekolah |
| Tanggal SK | 2 Juni 2026 |
Salah satu hal yang cukup sering ditanyakan operator adalah mengenai tanggal SK.
Meski proses pengerjaan dilakukan beberapa hari setelah pengumuman, tanggal SK kelulusan tetap menggunakan 2 Juni 2026 sesuai ketentuan yang berlaku.
Proses Penetapan Kelulusan Siswa
Setelah nomor SK tersimpan dengan benar, operator dapat masuk ke menu Belum Ditetapkan.
Jika seluruh residu sudah nol, proses ini sebenarnya cukup singkat.
Langkahnya sebagai berikut:
- Buka menu Penetapan Kelulusan.
- Pilih peserta didik yang akan diluluskan.
- Klik opsi Luluskan Semua jika seluruh data sudah valid.
- Pastikan nomor SK sudah muncul otomatis.
- Klik Simpan.
- Periksa kembali daftar siswa pada menu Lulus.
Biasanya setelah proses berhasil, data siswa akan berpindah dari daftar “Belum Ditetapkan” ke daftar “Lulus”.
Jika Masih Ada Siswa Bermasalah
Tidak semua sekolah memiliki kondisi data yang sempurna.
Dalam beberapa kasus, masih ditemukan siswa dengan kesalahan identitas atau data yang belum sinkron.
Jika situasi seperti ini terjadi, operator tidak harus memaksakan semuanya selesai sekaligus.
Pilihan yang cukup aman adalah:
- Meluluskan siswa yang datanya sudah valid
- Menunda siswa yang masih memiliki masalah data
- Melakukan perbaikan terlebih dahulu
- Melanjutkan penetapan kelulusan setelah data benar
Pendekatan ini sering digunakan agar pekerjaan tidak menumpuk menjelang batas waktu penerbitan ijazah.
Tabel Troubleshooting Penetapan Kelulusan e-Ijazah
| Masalah | Penyebab | Solusi |
|---|---|---|
| Tidak bisa meluluskan siswa | Masih ada residu DNS | Perbaiki data hingga residu menjadi nol |
| Data siswa tidak muncul | Sinkronisasi belum selesai | Lakukan pengecekan dan refresh data |
| Nomor SK tidak muncul | SK belum diinput | Lengkapi menu Nomor SK terlebih dahulu |
| Kesalahan setelah kelulusan | Data belum dicek ulang | Batalkan sebelum masuk tahap SPTJM |
| Perubahan data sulit dilakukan | Sudah masuk proses SPTJM | Lakukan koreksi sebelum SPTJM dibuat |
Hati-Hati Sebelum Masuk Tahap SPTJM
Bagian yang paling sering membuat operator kerepotan justru terjadi setelah penetapan kelulusan selesai.
Saat data sudah masuk ke proses SPTJM, perubahan menjadi jauh lebih rumit dibandingkan ketika masih berada di tahap kelulusan.
Karena itu banyak operator berpengalaman menyarankan untuk melakukan pengecekan ulang sebelum melanjutkan ke SPTJM.
Periksa kembali:
- Nama peserta didik
- Nomor induk
- NIK
- Tanggal lahir
- Status kelulusan
- Nomor SK
Lima menit tambahan untuk memeriksa ulang sering kali bisa menghemat waktu berjam-jam saat perbaikan data di tahap berikutnya.
Penetapan kelulusan e-Ijazah 2026 sebenarnya tidak rumit jika dilakukan secara berurutan. Kunci utamanya ada pada kebersihan data DNS, konfirmasi data peserta didik, serta ketelitian saat menginput nomor SK kelulusan.
Dari pengalaman banyak operator sekolah, masalah yang muncul hampir selalu berawal dari data yang belum valid tetapi tetap diproses terburu-buru.
Karena itu, sebelum menekan tombol “Luluskan”, pastikan residu validasi utama benar-benar nol dan seluruh data siswa sudah diperiksa kembali.