
DOYANDUIT – Setting Web Service Dapodik adalah langkah krusial agar data sekolah dapat ditarik otomatis ke e-Rapor SD. Berdasarkan pengalaman banyak operator sekolah tahun 2025, proses ini sering menjadi kendala awal ketika e-Rapor baru dipasang.
Dengan konfigurasi yang benar, seluruh data pokok seperti peserta didik, rombongan belajar, dan semester dapat masuk ke sistem e-Rapor tanpa input manual.
Web service adalah jembatan yang memastikan data di Dapodik tersinkron rapi ke aplikasi e-Rapor tanpa perlu impor satu per satu.
Karena itu, memahami langkah setting yang tepat akan menghemat waktu dan menghindari error berulang.
Di artikel ini, kamu akan menemukan dua skenario penting:
- e-Rapor SD dan Dapodik dipasang di komputer yang sama
- e-Rapor SD dan Dapodik berada di komputer yang berbeda
Jika kamu ingin memahami fitur lain seperti generate pengguna atau reset password, kamu bisa lanjut membaca artikel terkait di kategori “Panduan e-Rapor”.
Cara Setting Web Service Dapodik di Komputer yang Sama
Pada skenario pertama, e-Rapor SD versi 2025.1 dan aplikasi Dapodik berada dalam satu perangkat. Ini adalah kondisi paling sederhana, sehingga alamat Web Service cukup menggunakan “localhost”.
Langkah-Langkah Setting Web Service di e-Rapor SD
- Buka e-Rapor SD dan Dapodik secara bersamaan.
Kamu bisa memakai satu browser dengan tab berbeda untuk memudahkan navigasi. - Login ke e-Rapor menggunakan akun default.
Jika baru pertama dipasang, sistem biasanya menampilkan halaman kosong pada menu Web Service. - Akses menu Web Service di e-Rapor SD.
Masuk ke Pengaturan → Web Service Dapodik. - Buka aplikasi Dapodik dan masuk ke menu Pengaturan.
Scroll ke bagian bawah hingga menemukan Web Service Lokal. - Klik tombol Web Service, pilih “Yes”, lalu tambahkan Web Service baru.
Misalnya dengan nama: erapor20251. - Pada kolom alamat server, gunakan:
localhost - Simpan Web Service, lalu salin token.
Token ini adalah kunci otentikasi antara e-Rapor dan Dapodik. - Masukkan token ke e-Rapor SD pada kolom yang tersedia.
Jangan lupa isi NPSN sekolah dengan benar. - Klik “Simpan Perubahan” dan lakukan Tes Koneksi.
Jika muncul notifikasi “Berhasil terkoneksi”, artinya setting sudah tepat.
Cara Setting Web Service Dapodik di Komputer Berbeda
Banyak sekolah menggunakan dua perangkat berbeda untuk menjalankan Dapodik dan e-Rapor SD. Dalam kondisi ini, kamu tidak bisa menggunakan “localhost” karena setiap komputer punya alamat IP masing-masing.
Mengetahui IP Address pada Kedua Komputer
- Tekan Windows + R
- Ketik:
cmd - Tekan Enter dan jalankan perintah:
ipconfig - Catat angka pada bagian IPv4 Address.
Pastikan kedua komputer terhubung ke jaringan Wi-Fi atau LAN yang sama. Tanpa jaringan yang sama, Web Service tidak dapat dibangun.
Memasukkan IP ke Pengaturan Web Service Dapodik
Jika IP komputer server Dapodik adalah 192.168.1.100 dan IP komputer server e-Rapor adalah 192.168.1.20, maka:
- Alamat server Web Service di Dapodik → pakai IP server e-Rapor
192.168.1.20 - Alamat server Dapodik yang dimasukkan di e-Rapor → pakai IP server Dapodik
192.168.1.100
Setelah semua terkonfigurasi, lakukan Tes Koneksi. Jika berhasil, kamu bisa lanjut mengambil data semester dan seluruh data pokok.
Mengambil Data Dapodik ke e-Rapor SD
- Masuk ke menu Ambil Data Dapodik
- Pilih semester, contoh: 2025/2026 Ganjil
- Klik Ambil Data Semester
- Klik Ambil Semua Data
- Tunggu 1–2 menit (tergantung kecepatan komputer)
Ketika proses berakhir, e-Rapor akan otomatis log out dan menampilkan nama sekolah pada halaman login. Setelah masuk kembali dengan akun default, semua menu mulai dari Data Pengguna hingga Cetak Nilai akan muncul.
Tabel Singkat Perbandingan Setting Web Service
| Kondisi Instalasi | Alamat Server | Hal yang Perlu Dicek |
|---|---|---|
| Satu komputer | localhost | Dapodik & e-Rapor dalam satu perangkat |
| Dua komputer | Gunakan IP masing-masing | Pastikan satu jaringan & IP benar |
| Koneksi gagal | Periksa firewall | Izinkan port Web Service |
| Data tidak masuk | Cek token Web Service | Gunakan token terbaru |
Setting Web Service Dapodik di e-Rapor SD 2025.1 adalah langkah fundamental agar seluruh data bisa tersinkron otomatis tanpa input ulang.
Baik menggunakan satu komputer maupun dua perangkat berbeda, prinsip utamanya serupa: pastikan alamat server benar, token valid, dan koneksi jaringan stabil.
Dengan memahami alurnya, kamu bisa menyelesaikan konfigurasi dalam beberapa menit dan melanjutkan ke tahap pengolahan nilai atau pengelolaan pengguna.