
DOYANDUIT – Pemilihan metode pengesahan e-Ijazah SD dan SMP tahun 2026 menjadi salah satu tahap penting yang tidak boleh dilakukan secara asal.
Banyak operator sekolah baru menyadari hal ini setelah masuk ke tahap unggah foto peserta didik dan menemukan bahwa alur sistem berubah sesuai metode yang dipilih.
Di sistem Manajemen Ijazah 2026, satuan pendidikan diberikan dua pilihan pengesahan, yaitu menggunakan Tanda Tangan Elektronik (TTE) atau Tanda Tangan Basah.
Sekilas terlihat sederhana, tetapi keputusan ini akan memengaruhi proses administrasi berikutnya, terutama terkait unggah foto siswa dan pencetakan ijazah.
Berdasarkan pengalaman sejumlah operator sekolah yang sudah mencoba sistem e-Ijazah tahun ini, bagian yang paling sering membingungkan justru muncul saat menentukan metode pengesahan.
Karena itu, memahami perbedaannya sejak awal dapat menghindari pekerjaan ulang di kemudian hari.
Mengapa Metode Pengesahan e-Ijazah Harus Dipilih dengan Benar?
Dalam sistem Manajemen Ijazah 2026, metode pengesahan berada pada menu Pengaturan.
Pilihan yang diambil tidak hanya menentukan bentuk tanda tangan kepala sekolah pada ijazah, tetapi juga memengaruhi beberapa proses teknis lainnya.
Secara umum, sekolah dapat memilih metode sesuai kesiapan masing-masing:
| Metode Pengesahan | Keterangan |
|---|---|
| Tanda Tangan Elektronik (TTE) | Menggunakan tanda tangan digital dengan QR Code atau barcode |
| Tanda Tangan Basah | Menggunakan tanda tangan asli kepala sekolah secara manual |
Menariknya, sistem tidak memaksa semua sekolah menggunakan TTE. Sekolah masih diberi keleluasaan memilih metode yang paling sesuai dengan kondisi dan kesiapan administrasi masing-masing.
Perbedaan Tanda Tangan Elektronik dan Tanda Tangan Basah
Perbedaan terbesar sebenarnya terletak pada kewajiban unggah foto peserta didik.
Jika Memilih Tanda Tangan Elektronik (TTE)
Saat sekolah menggunakan TTE, unggah pas foto peserta didik menjadi wajib.
Artinya:
- Foto siswa harus diunggah ke sistem.
- Pas foto akan menjadi bagian dari draf ijazah digital.
- Tahapan unggah foto tidak dapat dilewati.
Metode ini biasanya dipilih oleh sekolah yang sudah terbiasa menggunakan dokumen elektronik dan memiliki kepala sekolah yang telah memiliki sertifikat tanda tangan digital.
Jika Memilih Tanda Tangan Basah
Berbeda dengan TTE, penggunaan tanda tangan basah membuat unggah foto menjadi opsional.
Sekolah dapat memilih:
- Mengunggah foto ke sistem.
- Menempelkan foto secara manual setelah ijazah dicetak.
Fleksibilitas inilah yang membuat banyak sekolah dasar maupun SMP masih memilih tanda tangan basah pada tahun 2026.
Mana yang Lebih Praktis?
Jawabannya tergantung kondisi sekolah.
Dalam praktik di lapangan, beberapa operator mengaku lebih nyaman menggunakan tanda tangan basah karena proses pencetakan dianggap lebih aman.
Alasannya cukup sederhana.
Ketika foto siswa dimasukkan ke dalam sistem dan dicetak langsung bersama ijazah, kualitas hasil cetak sangat bergantung pada kondisi printer.
Beberapa masalah yang cukup sering ditemui antara lain:
- Warna foto kurang tajam.
- Muncul garis pada hasil cetak.
- Tinta tidak merata.
- Foto terlihat lebih gelap dibanding versi aslinya.
Karena itu, sebagian sekolah memilih menempelkan pas foto secara manual agar hasilnya lebih cerah dan konsisten.
Meski demikian, sekolah yang memiliki perangkat cetak berkualitas tinggi biasanya tidak mengalami kendala berarti saat menggunakan TTE.
Aturan Pas Foto pada e-Ijazah 2026
Ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan terkait penggunaan foto peserta didik.
Ukuran Foto
Pas foto yang digunakan berukuran:
3 x 4 cm
Warna Latar Belakang
Saat ini tidak ada ketentuan khusus mengenai warna latar belakang foto.
Sekolah dapat menggunakan:
- Latar merah
- Latar biru
Sesuai kebijakan yang berlaku di satuan pendidikan masing-masing.
Ketentuan Stempel Sekolah pada Ijazah
Bagian ini juga cukup sering menimbulkan pertanyaan.
Banyak yang mengira stempel harus mengenai pas foto siswa. Faktanya tidak demikian.
Untuk Tanda Tangan Basah
Stempel sekolah wajib dibubuhkan pada area tanda tangan kepala sekolah. Jika posisi foto dan tanda tangan berjauhan, stempel tetap cukup mengenai tanda tangan kepala sekolah.
Tidak ada kewajiban stempel harus menyentuh pas foto peserta didik. Namun apabila posisi foto dan tanda tangan berdekatan, stempel boleh mengenai keduanya sekaligus.
Ketentuan Kertas Cetak e-Ijazah 2026
Selain metode pengesahan, sekolah juga perlu memperhatikan spesifikasi kertas yang digunakan.
Berikut ketentuannya:
| Komponen | Ketentuan |
|---|---|
| Warna Kertas | Putih polos |
| Ukuran | A4 |
| Ketebalan Minimal | 80 GSM |
| Ketebalan Di Atas 80 GSM | Diperbolehkan |
Sekolah boleh menggunakan kertas dengan gramatur lebih tinggi selama tidak mengubah format hasil cetak yang dihasilkan sistem.
Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Mencetak Ijazah
Salah satu aturan yang sering terlewat adalah larangan memodifikasi tampilan ijazah.
Beberapa contoh yang tidak diperbolehkan:
- Menambahkan logo sekolah.
- Menambahkan gambar tambahan.
- Mengubah tata letak.
- Mengubah isi atau format draf ijazah.
Hasil cetakan harus sesuai dengan template resmi yang dihasilkan oleh sistem Manajemen Ijazah.
Troubleshooting Pemilihan Metode Pengesahan
| Masalah | Penyebab | Solusi |
|---|---|---|
| Tidak bisa melewati tahap unggah foto | Memilih TTE | Unggah seluruh pas foto siswa |
| Bingung memilih pembubuhan foto | Menggunakan tanda tangan basah | Pilih unggah foto atau tempel manual |
| Hasil foto buram saat dicetak | Printer bermasalah | Gunakan foto tempel manual |
| Stempel tidak mengenai foto | Salah memahami aturan | Pastikan stempel mengenai tanda tangan kepala sekolah |
Pemilihan metode pengesahan e-Ijazah 2026 bukan sekadar memilih antara tanda tangan elektronik atau tanda tangan basah. Keputusan ini akan menentukan alur kerja berikutnya, terutama pada tahap unggah foto peserta didik dan proses pencetakan ijazah.
Jika sekolah sudah siap menggunakan sistem digital secara penuh, TTE bisa menjadi pilihan yang efisien. Sebaliknya, bagi sekolah yang ingin proses lebih fleksibel atau menghindari risiko kualitas cetak foto yang kurang maksimal, tanda tangan basah masih menjadi opsi yang valid.
Yang paling penting, pastikan metode yang dipilih benar-benar sesuai dengan kesiapan sekolah sejak awal. Di lapangan, perubahan metode setelah proses berjalan sering kali justru menambah pekerjaan operator sekolah.