
DOYANDUIT – Indeks Harga Saham Gabungan hari ini berada di 8.522,65, melemah 0,56% dibandingkan penutupan kemarin yang mencetak rekor all time high (ATH) baru di 8.570,25.
Rekor tersebut terbentuk pada Senin (24/11/2025) ketika IHSG melesat 1,85% dan bergerak di rentang 8.429–8.570 sepanjang sesi perdagangan.
Sentimen bullish kemarin dipicu oleh penguatan agresif saham-saham big caps menjelang periode window dressing. Sebanyak 343 saham menguat, sementara 297 saham melemah, dan 172 stagnan. Lonjakan IHSG terutama digerakkan oleh saham:
- TLKM naik 5,71%
- DSSA melejit 5,7%
- AMMN melonjak 9,65%
Kenaikan saham big caps besar ini menegaskan kuatnya minat investor domestik terhadap sektor telekomunikasi, energi, dan industri berbasis sumber daya.
Menurut pengamatan analis pasar modal, “Rekor ATH ini menunjukkan bahwa arus dana kembali masuk ke Indonesia, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi acuan indeks.”
Meski IHSG terkoreksi hari ini, tren jangka panjang masih impresif. Sepanjang tahun berjalan 2025, IHSG sudah menguat 21,05%, jauh meninggalkan indeks LQ45 yang hanya naik 4,44% dan IDX30 yang menguat 5,56%.
Peran Saham Big Caps dalam Pergerakan IHSG Hari Ini
Setelah reli kemarin, beberapa saham unggulan tetap menjadi perhatian pasar karena kapitalisasi dan pengaruhnya terhadap indeks.
Penggerak IHSG Kemarin dan Hari Ini
Selain TLKM, DSSA, dan AMMN yang memimpin penguatan saat IHSG menyentuh ATH, beberapa saham lain turut menopang arus beli:
- BREN naik 2,79% ke Rp10.125
- INET melesat 25% ke Rp675
- GOTO naik ke Rp65 setelah pengumuman pergantian manajemen
- BRMS menguat 3,54% ke Rp1.025
- BBCA naik 0,89% ke Rp8.475
- BMRI naik 3,03% ke Rp5.100
Saham-saham tersebut menunjukkan bahwa sektor telekomunikasi, teknologi, energi, dan perbankan menjadi fondasi kuat reli IHSG.
Di sisi lain, big caps hari ini cenderung terkoreksi sebagai respons natural setelah reli besar kemarin.
Top Gainer dan Top Loser Hari Ini
Top Gainer (Saham dengan Kenaikan Tertinggi)
Beberapa saham dengan performa terbaik hari ini:
- SEMA +29,81%
- MEDS +27,69%
- DNAR +27,01%
- SSTM +24,88%
- BINO +20,57%
- WEHA +19,63%
Saham-saham yang masuk kategori top gainer ini banyak berasal dari sektor industri ringan, kesehatan, dan perusahaan berharga rendah yang sensitif terhadap sentimen jangka pendek.
Top Loser (Saham dengan Penurunan Terbesar)
Sementara itu, beberapa saham yang mencatat penurunan terdalam:
- RISE −15,00%
- SOTS −14,94%
- PURI −14,62%
- MPOW −11,76%
- JSPT −10,90%
- BUKK −8,75%
Koreksi ini biasanya terjadi setelah kenaikan signifikan, rilis laporan keuangan, atau aksi profit taking.
Saham Paling Populer dan Paling Aktif Hari Ini
Saham dengan Volume Tertinggi
- BUMI – +8,26%
- BRMS – −2,93%
- EMTK – +1,16%
- BUVA – +9,61%
- DEWA – +1,92%
Saham Paling Volatil
- BOGA – −7,14%
- SEMA – +29,81%
- ARKO – +13,55%
- WEHA – +19,63%
- BUKK – −8,75%
Pergerakan besar pada saham volatil sering menjadi perhatian trader harian karena peluang jangka pendek yang lebih luas.
Kinerja Sektor IHSG 2025
Secara sektoral, beberapa sektor yang memperkuat IHSG sepanjang tahun adalah:
- Finansial
- Mineral Energi
- Mineral Non-Energi
- Layanan Teknologi
- Industri Proses
DSSA, DCII, BRPT, dan BRMS menjadi contoh saham dengan performa luar biasa sepanjang 2025, masing-masing meroket 185%, 517%, 280%, dan 196% year-to-date.
Pasar Masih Tangguh Setelah Cetak Rekor ATH
Meskipun indeks harga saham gabungan hari ini terkoreksi, konteks besarnya tetap menunjukkan pasar yang sangat kuat.
IHSG baru saja mencetak rekor ATH di 8.570,25 berkat penguatan big caps, sementara sektor finansial, telekomunikasi, dan energi terus menjadi mesin utama pertumbuhan.
Dengan memadukan informasi pergerakan harian, daftar top gainer–loser, serta dinamika sektoral, kamu bisa membaca arah pasar dengan lebih akurat dan mengambil keputusan investasi yang lebih cerdas.