
DOYANDUIT – IHSG hari ini dibuka melemah tipis, sehari setelah mencetak rekor tertinggi baru. Pada Kamis pagi, 27 November 2025 pukul 10.36 WIB, IHSG berada di level 8.562,43, turun 39,69 poin atau 0,46% dibandingkan penutupan kemarin.
Koreksi ini muncul hanya selang satu hari setelah indeks menorehkan all time high (ATH) pada Rabu (26/11/2025). Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat hampir 1% di 8.602,13, ditopang likuiditas besar dan minat kuat investor domestik.
Kapitalisasi pasar bahkan menembus Rp 15.711 triliun, salah satu yang tertinggi sepanjang sejarah perdagangan di Bursa Efek Indonesia.
Koreksi setelah mencetak ATH adalah hal yang alamiah. Pasar sedang menyesuaikan posisi setelah reli cepat dua hari berturut-turut.
Ringkasan Rekor IHSG Kemarin
Untuk memberikan konteks yang utuh, berikut data penutupan IHSG pada Rabu, 26 November 2025 yang mencetak rekor:
Data Rekor IHSG (Rabu, 26 November 2025)
- Penutupan: 8.602,13
- Kenaikan: +80,24 poin (nyaris 1%)
- Nilai transaksi: Rp 26,65 triliun
- Volume: 53,37 miliar saham
- Kapitalisasi pasar: Rp 15.711 triliun
- Sektor penggerak: kesehatan (+2,38%), energi (+2,12%), bahan baku (+1,01%), teknologi (+0,85%)
Saham BUMI mendominasi nilai transaksi sebesar Rp 9,38 triliun, melonjak 10,17% ke level 260. Saham-saham lain seperti DSSA, CASA, TLKM, dan ASII menjadi motor penggerak utama indeks.
Selain itu, Semen Indonesia (SMGR) juga mencuri perhatian dengan lonjakan 16,08% pada sesi kedua, disertai volume pembelian besar.
Pergerakan IHSG Pagi Ini: Koreksi Wajar Pasca-Rekor
Setelah mencetak ATH kemarin, IHSG hari ini tampak bergerak lebih terkendali. Pada pukul 10.36 WIB:
IHSG Pagi Ini: Kamis, 27 November 2025
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Posisi IHSG | 8.562,43 |
| Perubahan | -39,69 poin |
| Persentase | -0,46% |
| Status Pasar | Masih dibuka |
| Waktu | 27 November 2025 – 10.36 WIB |
Pelemahan ini banyak dipengaruhi aksi ambil untung (profit taking) terutama pada saham-saham kapitalisasi besar yang kemarin menjadi pendorong utama reli.
Aksi Jual Asing Masih Berlanjut
Salah satu faktor dominan yang menekan IHSG pagi ini adalah meningkatnya tekanan jual investor asing.
Menurut data perdagangan sebelumnya, asing mencatatkan net sell Rp 394,9 miliar pada Rabu, yang kemudian berlanjut pada pembukaan Kamis pagi. Penjualan terbesar asing kemarin terjadi pada:
Saham Paling Banyak Dijual Asing (Kemarin)
- BBRI – Rp 241,7 miliar
- BBCA – Rp 157,7 miliar
Aksi jual asing pada saham big caps seperti perbankan biasanya memberikan efek langsung pada level IHSG.
Sebaliknya, beberapa saham energi seperti BUMI dan RAJA justru kembali masuk radar pembelian asing, sejalan dengan tren harga komoditas global yang masih tinggi.
Untuk memahami pergerakan dana asing, kamu bisa membaca artikel terkait analisis tren dana asing di bursa yang menjelaskan pola dan dampaknya terhadap IHSG.
Sektor Mana yang Mengalami Tekanan Hari Ini?
Pelemahan IHSG pagi ini terlihat lebih selektif dibandingkan perdagangan kemarin.
Sektor Tertekan Pagi Ini
- Perbankan
- Teknologi
- Properti
Sektor perbankan mendapat tekanan terbesar akibat lanjutan aksi jual asing, sementara sektor teknologi cenderung terkoreksi setelah menguat tajam pada pekan sebelumnya.
Sektor yang Masih Tahan Tekanan
- Energi
- Komoditas
- Infrastruktur tertentu
Saham energi seperti BUMI, RAJA, dan ADRO bergerak lebih stabil dan menjadi bantalan bagi indeks agar tidak terkoreksi lebih dalam.
Saham Penggerak IHSG: Kemarin vs Hari Ini
Penggerak IHSG yang Menguat Kemarin
-
Dian Swastatika Sentosa (DSSA) – 14,05 poin
-
Capital Financial Indonesia (CASA) – 12,46 poin
-
Telkom Indonesia (TLKM) – 7,69 poin
-
Astra International (ASII) – 6,42 poin
-
Bumi Resources (BUMI) – 6,05 poin
Saham-saham tersebut sempat menjadi bintang perdagangan, namun hari ini sebagian mengalami koreksi teknikal.
Penggerak IHSG Pagi Ini (Penekan Indeks)
- BBCA
- BBRI
- TLKM
- ASII
- Sektor teknologi lainnya
Perubahan kontribusi ini menggambarkan bagaimana pasar tengah melakukan penyesuaian setelah reli besar kemarin.
Apakah Momentum Bullish IHSG Sudah Habis?
Tidak. Koreksi hari ini tergolong wajar dan tidak mengubah struktur tren jangka menengah.
Setidaknya ada tiga alasan kuat:
1. Koreksi Terjadi Setelah ATH
Pasar selalu melakukan cooling down setelah mencapai level tertinggi historis.
2. Tekanan Asing Belum Dominan
Nilai jual asing meningkat, tetapi belum cukup kuat untuk mematahkan momentum bullish domestik.
3. Sektor Komoditas Menopang Indeks
Energi dan bahan baku tetap menjadi penopang di tengah pelemahan perbankan.
Pergerakan Saham Lain yang Perlu Diperhatikan
Beberapa saham yang tercatat dominan dalam volume dan volatilitas antara lain:
Volume Tertinggi
-
BUMI
-
CUAN
-
RAJA
-
CDIA
-
BBYB
-
MINA
Paling Volatil
-
DNAR
-
CRSN
-
JAWA
-
ARKO
-
SSTM
-
TNCA
Saham-saham seperti BBYB juga mencuri perhatian setelah melonjak hampir 25%, menunjukkan minat spekulatif yang cukup besar dari trader ritel.
IHSG Hari Ini Masih Sehat Meski Terkoreksi
IHSG hari ini bergerak melemah ke level 8.562,43 setelah mencetak rekor tertinggi baru kemarin. Tekanan asing dan aksi profit taking membuat indeks turun tipis, tetapi tren utama IHSG tetap kuat.
Selama sektor komoditas dan energi tetap stabil serta tekanan jual asing tidak melonjak drastis, indeks masih berpeluang mempertahankan momentum positif dalam beberapa minggu ke depan.