IHSG Melemah ke 8.218 pada Sesi I Jumat, 13 Januari 2026, BUMI Siap Terbitkan Obligasi Tahap IV 2026

13 Februari 2026 12:00
Bagikan :
Pergerakan IHSG 13 Februari 2026. (TradingView)

DOYANDUIT – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I Jumat (13/2/2026) berakhir di zona merah.

Indeks ditutup melemah 46,78 poin atau 0,57% ke level 8.218,56, mencerminkan tekanan jual yang masih terasa di pasar saham domestik. Aktivitas perdagangan berlangsung di Bursa Efek Indonesia sejak pembukaan hingga jeda siang.

Sepanjang sesi, IHSG bergerak dalam rentang 8.170,59–8.251,99, dengan posisi pembukaan di 8.240,01. Level ini masih berada di bawah penutupan hari sebelumnya di 8.265,35, menandakan kehati-hatian investor yang cukup kuat.

Gambaran Pergerakan Saham

  • 287 saham menguat
  • 368 saham melemah
  • 161 saham bergerak stagnan

Komposisi tersebut menunjukkan tekanan jual lebih dominan, meski peluang selektif tetap terbuka pada saham-saham tertentu.

 

Kinerja Indeks Sektoral: Transportasi dan Energi Menonjol

Dari sebelas indeks sektoral, hanya empat sektor yang mampu bertahan di zona hijau, sementara tujuh sektor lainnya bergerak melemah seiring koreksi IHSG.

Sektor dengan Kenaikan Terbesar

  • Transportasi: +1,79%
  • Barang Konsumen Siklikal: +1,61%
  • Energi: +1,37%

Penguatan pada sektor-sektor ini menunjukkan minat investor yang masih terjaga pada emiten dengan prospek pertumbuhan jangka menengah.

Sektor dengan Pelemahan Terdalam

  • Infrastruktur: −0,88%
  • Kesehatan: −0,88%
  • Barang Baku: −0,81%

Tekanan pada sektor defensif dan berbasis komoditas mengindikasikan adanya aksi ambil untung setelah reli sebelumnya.

Nilai dan Volume Transaksi Saham

Dari sisi likuiditas, total volume perdagangan hingga sesi I mencapai 28,40 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp12,36 triliun. Angka ini mencerminkan aktivitas pasar yang relatif aktif, meski sentimen belum sepenuhnya positif.

 

Saham Berkapitalisasi Besar dan Aktivitas Perdagangan

Sejumlah saham berkapitalisasi besar masih menjadi penggerak utama IHSG, meski mayoritas berada di zona koreksi.

Di sisi lain, saham-saham dengan volume transaksi tinggi menunjukkan adanya minat spekulatif dan pergerakan jangka pendek yang agresif.

Data Saham Berkapitalisasi Besar (Top Companies)

Berikut data pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar pada sesi I perdagangan:

Emiten Harga (Rp) Perubahan
PT Barito Renewables Energy Tbk 8.050 −1,83%
PT Bank Central Asia Tbk 7.275 −0,68%
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 92.950 −2,16%
PT Chandra Asri Pacific Tbk 7.050 −2,42%
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk 3.770 −0,53%
PT Amman Mineral Internasional Tbk 7.475 −3,86%
PT DCI Indonesia Tbk 224.850 −0,11%
PT Bayan Resources Tbk 14.200 +0,18%
PT Bank Mandiri Tbk 5.050 −0,49%
PT Telkom Indonesia Tbk 3.460 −2,81%
PT Astra International Tbk 6.700 −1,11%

Saham dengan Volume Perdagangan Tertinggi

Aktivitas transaksi tertinggi tercatat pada saham-saham berikut:

Emiten Harga (Rp) Perubahan
PT Bumi Resources Tbk 284 +5,19%
PT Bank Central Asia Tbk 7.275 −0,68%
PT Darma Henwa Tbk 610 +7,96%
PT Petrosea Tbk 7.475 +2,05%
PT Energi Mega Persada Tbk 1.595 +13,93%
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk 1.365 +5,81%

Kenaikan BUMI dan ENRG menandakan minat spekulatif yang kuat di sektor energi dan pertambangan.

Top Gainers dan Top Losers Sesi I

Saham Penguat Terbesar

  • PT Rockfields Properti Indonesia Tbk: +24,79% (Rp3.020)

  • PT Guna Timur Raya Tbk: +24,74% (Rp474)

  • PT Bersama Mencapai Puncak Tbk: +24,40% (Rp516)

  • PT Trisula Textile Industries Tbk: +23,78% (Rp177)

  • PT Indospring Tbk: +21,13% (Rp2.150)

Saham Pelemah Terbesar

  • PT Satria Mega Kencana Tbk: −14,91%

  • PT Hillcon Tbk: −13,98%

  • PT Leyand International Tbk: −10,14%

  • PT Intraco Penta Tbk: −9,68%

  • PT Yanaprima Hastapersada Tbk: −9,56%

  • PT Ifishdeco Tbk: −9,30%

BUMI Siapkan Obligasi Berkelanjutan Tahap IV Tahun 2026

Di tengah kondisi pasar saham yang berfluktuasi, PT Bumi Resources Tbk mengumumkan rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2026. Nilai pokok obligasi yang akan diterbitkan mencapai Rp612,75 miliar.

Detail Utama Obligasi BUMI

  • Harga penawaran: 100% dari nilai pokok
  • Kupon bunga tetap: 7,25% per tahun
  • Tenor: 3 tahun sejak tanggal emisi
  • Skema pelunasan: bullet payment (pokok dibayar saat jatuh tempo)

Pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan, dengan pembayaran pertama dijadwalkan pada 20 Mei 2026. Pelunasan bunga terakhir sekaligus pokok obligasi akan dilakukan pada 20 Februari 2029.

Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, dengan Sertifikat Jumbo Obligasi atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai bukti kepemilikan utang bagi pemegang obligasi.

Berdasarkan praktik pasar obligasi korporasi, skema kupon tetap dan bullet payment umumnya menarik bagi investor yang mengincar kepastian arus kas berkala.

Riwayat Penerbitan Obligasi dan Rencana Lanjutan

Sebelumnya, dalam rangkaian Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB), BUMI telah menerbitkan:

  • Tahap I: Rp350 miliar
  • Tahap II: Rp721,61 miliar
  • Tahap III: Rp780 miliar (2025)

Perseroan juga membuka peluang untuk menerbitkan Obligasi Tahap V dan tahap selanjutnya, menyesuaikan kebutuhan pendanaan ke depan. Strategi ini menunjukkan upaya diversifikasi sumber pendanaan di luar pasar saham.

Pasar Saham Masih Selektif

Melihat data perdagangan sesi I dan agenda korporasi yang berjalan, pasar saham Indonesia pada awal 2026 cenderung selektif. Investor tampak lebih berhati-hati, memilih sektor dan emiten dengan fundamental serta rencana bisnis yang jelas.

IHSG yang melemah tidak selalu berarti sentimen negatif berkepanjangan. Dalam banyak kasus, koreksi justru menjadi fase penyesuaian sebelum pasar menemukan arah baru.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050