
DOYANDUIT – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan pada penutupan sesi pertama perdagangan Selasa, 3 Februari 2026.
Indeks utama pasar saham Indonesia tersebut naik 1,57 persen dan berhenti di level 8.047,2, setelah sempat bergerak fluktuatif sejak pembukaan perdagangan pagi.
Pada awal sesi, IHSG dibuka melemah di kisaran 7.888,77. Namun, tekanan jual berangsur mereda dan indeks berbalik menguat hingga menyentuh level tertinggi intraday di 8.059 sebelum akhirnya ditutup di zona hijau pada akhir sesi pertama.
Aktivitas Perdagangan dan Pergerakan Saham
Dari sisi aktivitas transaksi, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia berlangsung cukup ramai. Total volume transaksi tercatat mencapai 36,3 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp17,6 triliun.
Komposisi pergerakan saham menunjukkan dominasi penguatan, dengan rincian sebagai berikut:
- 611 saham menguat
- 175 saham melemah
- 172 saham bergerak stagnan
Kondisi ini mencerminkan minat beli investor yang kembali meningkat setelah tekanan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya.
Indeks Acuan dan Sektor Saham
Sejumlah indeks acuan turut bergerak searah dengan penguatan IHSG pada sesi pertama perdagangan. Indeks LQ45 tercatat naik 1,44 persen, disusul IDX30 yang menguat 1,72 persen, serta indeks MNC36 yang meningkat 1,46 persen.
Jakarta Islamic Index (JII) mencatatkan lonjakan paling tinggi dengan kenaikan 3,13 persen.
Dari sisi sektoral, mayoritas sektor saham berada di zona hijau. Sektor-sektor yang mencatatkan penguatan antara lain:
- Konsumer nonsiklikal
- Energi
- Bahan baku
- Industri
- Teknologi
- Transportasi
- Kesehatan
- Konsumer siklikal
- Keuangan
- Properti
Di tengah dominasi penguatan tersebut, sektor infrastruktur menjadi satu-satunya sektor yang tercatat melemah pada sesi pertama perdagangan.
Saham Top Gainers dan Top Losers
Pada perdagangan sesi I, sejumlah saham mencatatkan kenaikan harga signifikan dan masuk dalam daftar top gainers. Saham-saham tersebut antara lain PT Ekasari Lerina Transport Tbk (LR), PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI), serta PT Soho Global Health Tbk (SOHO).
Sementara itu, saham-saham yang masuk dalam daftar top losers di antaranya PT Danareksa Investment Management Tbk (XDI), PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSS), dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA).
Penilaian Pemerintah Terkait Sentimen Pasar
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai pergerakan IHSG belakangan ini turut dipengaruhi oleh sikap investor yang masih menanti kepastian terkait kepemimpinan di Otoritas Jasa Keuangan.
Hal ini menyusul pengunduran diri Mahendra Siregar dari jabatan Ketua OJK pada pekan sebelumnya. Purbaya menyatakan keyakinannya bahwa IHSG berpeluang kembali menguat setelah Ketua OJK yang baru ditetapkan.
Pemerintah, menurut dia, menargetkan proses pemilihan Ketua OJK dapat rampung dalam waktu paling lambat dua minggu ke depan. Panitia seleksi telah dipersiapkan dan proses seleksi dijadwalkan mulai berjalan dalam waktu dekat.
“Sebentar lagi IHSG juga naik. Panitia seleksi dimulai sekarang, prosesnya sudah jalan. Saya pikir cepat, dalam satu minggu ini sudah ada yang disiapkan siapa yang akan jadi ketua, dan dalam waktu dua minggu paling lambat kita sudah punya ketua OJK baru,” kata Purbaya usai Rakornas di Jakarta, Senin 2 Februari 2026.
Tekanan Pasar dan Penjelasan OJK
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan menilai tekanan terhadap IHSG pada perdagangan Senin, 2 Februari 2026, dipicu oleh aksi rebalancing portofolio yang dilakukan investor. Tekanan tersebut juga sejalan dengan koreksi yang terjadi di pasar regional Asia.
Pada hari yang sama, beberapa indeks utama kawasan Asia tercatat melemah. Indeks Kospi Korea Selatan turun 5,26 persen, indeks Nikkei Jepang melemah 1,25 persen, sementara indeks Hang Seng Hong Kong merosot 2,23 persen. Penurunan tersebut terjadi bersamaan dengan koreksi harga emas di pasar global.
Pelaksana tugas Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa koreksi yang cukup dalam di pasar saham Indonesia terutama terjadi pada saham-saham yang sebelumnya telah mengalami kenaikan harga signifikan.
“Saham-saham yang fundamentalnya bagus naik, investor melihat fundamental yang baik dan saham tersebut naik hari ini,” ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia.
Ia menegaskan bahwa OJK bersama BEI akan terus menjaga agar perdagangan berlangsung secara wajar, teratur, dan efisien. Investor juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak mengambil keputusan secara tergesa-gesa.
Pertemuan OJK dan MSCI
Di sisi lain, perhatian pasar juga tertuju pada pertemuan antara otoritas Indonesia dan penyedia indeks global MSCI.
Mengutip laporan Reuters, MSCI menyatakan tidak akan memberikan komentar terkait pembahasan individual, sehari setelah pertemuan dengan pejabat Indonesia untuk membahas isu transparansi pasar yang sempat memicu gejolak saham domestik.
Dalam pernyataannya kepada Reuters, MSCI menyebutkan bahwa sebagai bagian dari kerangka tata kelola dan konsultasi indeks, perusahaan tersebut secara rutin berinteraksi dengan pelaku pasar dan pemangku kepentingan terkait.
Pejabat Indonesia bertemu dengan MSCI pada Senin. Kepala Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut berlangsung dengan baik dan kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan pembahasan pada level teknis.