
DOYANDUIT – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak sejarah pada Kamis, 8 Januari 2026. Dalam perdagangan intraday, indeks utama pasar modal Indonesia ini sempat menyentuh level 9.002,92 sebelum bergerak fluktuatif hingga menjelang siang.
Pada penutupan sesi I, IHSG tercatat berada di posisi 8.984,47 atau menguat 39,66 poin setara 0,44 persen. Pergerakan ini langsung menjawab ekspektasi pelaku pasar yang sejak awal tahun menanti konfirmasi penguatan lanjutan.
Level 9.000 bukan sekadar angka teknikal, tetapi juga batas psikologis penting yang selama ini menjadi target banyak analis.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG dibuka di level 8.946,70 dengan rentang pergerakan harian antara 8.930,58 hingga 9.002,92.
Capaian tersebut sekaligus memecahkan rekor tertinggi intraday sepanjang masa (all time high/ATH) dalam empat hari perdagangan berturut-turut.
Rekor Penutupan Kian Dekat
Jika tekanan beli terus bertahan hingga akhir sesi, peluang IHSG mencetak rekor tertinggi penutupan juga terbuka lebar. Sebelumnya, rekor penutupan tertinggi berada di level 8.944,81 yang dicapai sehari sebelumnya.
Sementara itu, rekor intraday sebelumnya tercatat di kisaran 8.970 dan juga terjadi pada perdagangan kemarin. Rentetan rekor ini menegaskan bahwa tren bullish IHSG di awal 2026 masih sangat kuat.
Menurut pengamatan banyak pelaku pasar, kombinasi sentimen global yang relatif kondusif dan aliran dana ke saham-saham domestik menjadi pendorong utama reli indeks.
Aktivitas transaksi di lantai perdagangan Bursa Efek Indonesia juga terlihat lebih hidup dibandingkan akhir tahun lalu.
Saham Top Gainers, Enam Emiten Melonjak di Atas 22 Persen
Tak hanya indeks, sejumlah saham mencuri perhatian dengan lonjakan harga yang agresif. Tercatat ada enam saham yang menguat lebih dari 22 persen dan masuk jajaran top gainers hari ini. Bahkan, tiga di antaranya menyentuh batas auto rejection atas (ARA).
Berikut daftar saham dengan penguatan tertinggi:
- PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) naik 31,91% ke level 124
- PT Carsurin Tbk (CRSN) melonjak 26,39% ke 182
- PT Ifishdeco Tbk (IFSH) menguat 25,00% ke 1.450
- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) naik 24,90% ke 3.210
- PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) menguat 24,74% ke 474
- PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) naik 22,82% ke 1.265
Kenaikan tajam saham-saham tersebut menunjukkan tingginya minat spekulatif, khususnya pada emiten berkapitalisasi kecil. Namun, investor tetap perlu mencermati risiko volatilitas yang menyertai pergerakan ekstrem semacam ini.
Saham Berkapitalisasi Besar Bergerak Selektif
Di sisi lain, saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps bergerak lebih selektif. Beberapa emiten mencatatkan penguatan moderat, sementara sebagian lainnya terkoreksi tipis.
Beberapa saham besar yang menjadi perhatian antara lain:
- PT Barito Renewables Energy Tbk stagnan di 9.600
- PT Bank Central Asia Tbk melemah 1,23% ke 8.050
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk melonjak 5,29% ke 105.900
- PT Amman Mineral Internasional Tbk menguat 5,33% ke 8.400
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk naik 0,81% ke 3.730
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menguat 0,83% ke 4.850
Pergerakan ini mencerminkan rotasi sektor yang masih berlangsung. Investor cenderung melakukan penyesuaian portofolio, memindahkan sebagian dana dari saham defensif ke saham-saham dengan potensi pertumbuhan lebih agresif.
Saham Paling Aktif dan Paling Volatil
Dari sisi volume transaksi, beberapa saham tercatat paling aktif diperdagangkan:
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 1,33% ke 458
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menguat 2,99% ke 2.070
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terkoreksi 4,68% ke 3.670
- PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melonjak 6,44% ke 7.850
Sementara itu, saham-saham paling volatil hari ini di antaranya RLCO, KOCI, hingga OPMS. Volatilitas tinggi ini menjadi peluang sekaligus risiko, terutama bagi trader jangka pendek.
Saham Top Losers Menekan Pergerakan
Di tengah euforia pasar, sejumlah saham justru mencatatkan penurunan tajam dan masuk daftar top losers:
- PT Golden Flower Tbk (POLU) turun 14,97%
- PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) melemah 14,94%
- PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) turun 14,93%
- PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) melemah 14,62%
- PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) turun 11,76%
Koreksi ini menunjukkan bahwa tidak semua saham ikut menikmati reli indeks, sehingga selektivitas tetap menjadi kunci utama.
Energi dan Layanan Konsumen Memimpin
Secara sektoral, penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas sektor. Sektor mineral energi mencatatkan kenaikan harian sebesar 2,06 persen, dengan performa satu tahun mencapai lebih dari 108 persen.
Sektor layanan konsumen menjadi yang paling mencolok dengan kenaikan harian 5,27 persen dan lonjakan year to date di atas 111 persen. Sebaliknya, sektor layanan teknologi dan kesehatan mengalami koreksi terbatas.
Dalam konteks jangka menengah, data menunjukkan bahwa sektor-sektor berbasis komoditas dan konsumsi masih menjadi motor utama pasar saham Indonesia.
Optimisme Perlu Diimbangi Kehati-hatian
Secara umum, tembusnya level 9.000 menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan investor terhadap pasar saham domestik masih terjaga. Namun, reli beruntun juga meningkatkan potensi aksi ambil untung dalam jangka pendek.
Bagi investor ritel, disiplin manajemen risiko tetap penting, terutama saat euforia pasar meningkat. Memahami fundamental emiten dan tidak hanya terpaku pada pergerakan harga harian bisa membantu menghindari keputusan emosional.