
DOYANDUIT – Berdasarkan data resmi dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39 Tahun 2024 tentang Standar Biaya Masukan (TA 2025) (SBM 2025), besaran satuan biaya sewa gedung pertemuan untuk kegiatan di luar kantor ditetapkan untuk seluruh provinsi di Indonesia.
Satuan biaya ini menjadi acuan maksimal dalam penyusunan anggaran, termasuk penyewaan gedung dengan kapasitas besar. Dengan memahami angka resmi ini, Anda dapat merancang anggaran secara lebih realistis dan sesuai regulasi.
Apa Itu Standar Biaya Masukan (TA 2025)?
Definisi dan Kegunaan
Menurut Pasal 1 dalam PMK 39/2024, SBM TA 2025 adalah satuan biaya berupa harga satuan, tarif, dan indeks yang ditetapkan untuk menghasilkan biaya komponen keluaran dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahun Anggaran 2025.
Dengan kata lain, SBM berfungsi sebagai batas tertinggi pengeluaran yang dijadikan pedoman oleh instansi pemerintah.
Status Penggunaan
Penggunaan SBM TA 2025 bersifat:
- Batas tertinggi (artinya tidak boleh melebihi angka yang ditetapkan)
- Atau dapat dilampaui dalam kondisi tertentu (sesuai ketentuan)
Hubungan dengan Penyusunan Anggaran
Instansi pemerintah wajib menggunakan pedoman SBM ketika menyusun RKAKL atau anggaran kegiatan. Ini memastikan akuntabilitas dan transparansi pengeluaran publik.
Besaran Sewa Gedung Pertemuan per Provinsi
Berikut adalah daftar resmi tarif sewa gedung pertemuan (kapasitas > 300 orang, sudah termasuk meja, kursi, sound system) untuk kegiatan di luar kantor, per hari, di masing-masing provinsi:
| No | Provinsi | Besaran Per Hari |
|---|---|---|
| 1 | Aceh | Rp 12.884.000 |
| 2 | Sumatra Utara | Rp 24.315.000 |
| 3 | Riau | Rp 26.772.000 |
| 4 | Kepulauan Riau | Rp 11.728.000 |
| 5 | Jambi | Rp 22.782.000 |
| 6 | Sumatra Barat | Rp 22.025.000 |
| 7 | Sumatra Selatan | Rp 26.000.000 |
| 8 | Lampung | Rp 16.652.000 |
| 9 | Bengkulu | Rp 14.290.000 |
| 10 | Bangka Belitung | Rp 15.400.000 |
| 11 | Banten | Rp 14.363.000 |
| 12 | Jawa Barat | Rp 38.268.000 |
| 13 | DKI Jakarta | Rp 40.031.000 |
| 14 | Jawa Tengah | Rp 19.734.000 |
| 15 | DI Yogyakarta | Rp 23.199.000 |
| 16 | Jawa Timur | Rp 21.307.000 |
| 17 | Bali | Rp 30.375.000 |
| 18 | Nusa Tenggara Barat | Rp 18.732.000 |
| 19 | Nusa Tenggara Timur | Rp 13.058.000 |
| 20 | Kalimantan Barat | Rp 14.937.000 |
| 21 | Kalimantan Tengah | Rp 9.375.000 |
| 22 | Kalimantan Selatan | Rp 15.847.000 |
| 23 | Kalimantan Timur | Rp 15.892.000 |
| 24 | Kalimantan Utara | Rp 12.032.000 |
| 25 | Sulawesi Utara | Rp 24.840.000 |
| 26 | Gorontalo | Rp 12.500.000 |
| 27 | Sulawesi Barat | Rp 15.189.000 |
| 28 | Sulawesi Selatan | Rp 17.394.000 |
| 29 | Sulawesi Tengah | Rp 22.045.000 |
| 30 | Sulawesi Tenggara | Rp 17.579.000 |
| 31 | Maluku | Rp 9.434.000 |
| 32 | Maluku Utara | Rp 12.000.000 |
| 33 | Papua | Rp 15.000.000 |
| 34 | Papua Barat | Rp 21.475.000 |
| 35 | Papua Barat Daya | Rp 19.884.000 |
| 36 | Papua Tengah | Rp 15.000.000 |
| 37 | Papua Selatan | Rp 22.050.000 |
| 38 | Papua Pegunungan | Rp 22.200.000 |
Catatan: Angka di atas adalah batas tertinggi yang ditetapkan dalam lampiran PMK 39/2024.
Catatan Praktis
- Angka tersebut berlaku sebagai pedoman hingga akhir TA 2025 dan dapat dijadikan rujukan anggaran.
- Jika penyewaan gudung melebihi angka ini, harus ada penjelasan atau mekanisme yang mendasari (sesuai ketentuan “dapat dilampaui”).
- Perbedaan antar-provinsi cukup signifikan—misalnya di DKI Jakarta mencapai Rp 40 031 000, sementara di Maluku hanya Rp 9 434 000. Ini mencerminkan kondisi fasilitas dan area penyelenggaraan yang berbeda.
Mengapa Angka Sewa Gedung Penting untuk Instansi dan Pelaksana?
Manfaat bagi Perencanaan Keuangan
Dengan menggunakan angka resmi sebagai acuan:
- Instansi dapat menyusun anggaran lebih realistis, meminimalkan risiko “over-budget”.
- Penyewa event atau pihak penyelenggara bisa mengevaluasi apakah tarif penyedia sewa sesuai regulasi.
- Memudahkan pengawasan dan audit, karena angka telah diatur pemerintah.
Implikasi untuk Akuntabilitas
Standar Biaya Masukan memungkinkan instansi melakukan perencanaan keuangan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Angka sewa gedung yang sudah ditetapkan secara nasional juga membantu mencegah praktik mark-up yang tidak wajar.

Tips Praktis bagi Pengguna Anggaran
- Verifikasi kapasitas dan fasilitas gedung: Pastikan gedung benar-benar kapasitas > 300 orang, termasuk meja, kursi, sound system.
- Bandingkan tarif lokal: Jika penyedia meminta tarif jauh dari angka SBM, minta justifikasi.
- Dokumentasikan perbandingan tarif: Simpan data sebagai bukti rasionalisasi anggaran.
- Pertimbangkan lokasi dan waktu: Lokasi strategis di ibukota provinsi biasanya lebih tinggi; pilih waktu off-peak jika memungkinkan.
Besaran sewa gedung pertemuan untuk TA 2025 sesuai PMK 39/2024 merupakan tolok ukur penting dalam perencanaan dan pengelolaan anggaran kegiatan pemerintah.
Dengan angka yang telah ditetapkan, instansi dan penyelenggara kegiatan dapat merancang anggaran dengan dasar yang kuat dan terukur.
Mengingat perbedaan antar-provinsi cukup signifikan, pemahaman lokal sangat membantu untuk pengambilan keputusan yang lebih bijaksana. Dengan memahami hal ini, Anda bisa mengambil keputusan yang lebih cerdas dan tepat anggaran.