
DOYANDUIT – Elon Musk kembali membuat sejarah. Setelah menjadi manusia pertama dengan kekayaan lebih dari USD 600 miliar, hanya berselang empat hari, nilainya melonjak menembus USD 700 miliar.
Perkiraan terbaru dari Forbes menunjukkan total kekayaannya kini mencapai sekitar USD 749 miliar atau Rp 12.508 triliun (kurs Rp16.700). Angka ini menjadi rekor tertinggi yang pernah dicapai satu individu dalam sejarah modern.
Lonjakan tersebut dipicu oleh kombinasi keputusan pengadilan, kenaikan valuasi perusahaan, serta posisi Musk sebagai pemegang saham utama di sejumlah bisnis besar.
Putusan Pengadilan yang Mengubah Segalanya
Opsi Saham Tesla Kembali Diakui
Pada Januari 2024, pengadilan di Delaware sempat membatalkan pemberian opsi saham Tesla kepada Musk. Alasannya, proses pemberian kompensasi tersebut dianggap tidak adil bagi pemegang saham karena Musk dinilai terlalu dominan di dewan direksi.
Namun, putusan itu akhirnya dibatalkan. Mahkamah Agung Delaware menilai pencabutan opsi saham bukan solusi yang tepat. Keputusan ini membuat opsi saham Tesla milik Musk, yang kini bernilai sekitar USD 139 miliar, kembali diakui penuh.
Dampaknya ke Estimasi Kekayaan
Selama hampir setahun, nilai opsi saham tersebut dihitung dengan diskon oleh banyak lembaga pemeringkat kekayaan. Setelah status hukumnya jelas, diskon itu dihapus, dan estimasi kekayaan Musk langsung melonjak puluhan miliar dolar.
Tesla Masih Jadi Pilar Utama
Dengan opsi saham kembali berlaku, Tesla kembali menjadi aset terbesar Musk. Selain opsi tersebut, ia juga memegang sekitar 12 persen saham biasa Tesla.
Jika digabungkan, total kepemilikan Musk di Tesla kini bernilai sekitar USD 338 miliar. Angka ini bahkan belum memasukkan paket kompensasi jangka panjang yang disetujui Tesla pada akhir tahun lalu.
Target Ambisius ala “Mars Shot”
Paket tersebut memungkinkan Musk memperoleh saham tambahan dalam jumlah sangat besar jika Tesla berhasil mencapai target ekstrem, seperti lonjakan nilai perusahaan lebih dari delapan kali lipat dalam satu dekade.
Banyak analis menilai target ini sangat ambisius, tetapi tetap sejalan dengan gaya Musk yang terbiasa mengejar tujuan besar.
SpaceX, Mesin Pendorong Kekayaan Musk
Valuasi Naik Drastis
Di luar Tesla, SpaceX menjadi sumber kekayaan terbesar kedua Musk. Valuasi perusahaan roket ini melonjak menjadi USD 800 miliar, naik dua kali lipat dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.
Dengan kepemilikan sekitar 42 persen, nilai saham SpaceX milik Musk diperkirakan mencapai USD 336 miliar. Selisihnya dengan Tesla kini sangat tipis.
IPO 2026 Jadi Penentu
SpaceX disebut menargetkan penawaran saham perdana pada 2026 dengan valuasi sekitar USD 1,5 triliun. Jika rencana ini berjalan lancar, banyak pihak menilai SpaceX justru bisa menjadi jalan tercepat Musk menuju status triliuner pertama di dunia.
Aset Lain yang Ikut Menambah Nilai
Selain Tesla dan SpaceX, Musk juga memiliki kepentingan besar di perusahaan kecerdasan buatan xAI. Valuasi xAI dilaporkan naik signifikan sejak awal 2025.
Meski nilainya masih di bawah dua bisnis utama Musk, xAI menunjukkan bagaimana fokus Musk pada teknologi masa depan terus menarik minat investor.
Kekayaan Besar, Kontroversi Juga Besar
Lonjakan kekayaan Musk tidak lepas dari kontroversi. SpaceX menghadapi kritik terkait dampak lingkungan, sementara bisnis lain miliknya kerap bersinggungan dengan regulator.
Di platform X, kebijakan centang biru berbayar memicu denda besar dari Uni Eropa. Pernyataan Musk soal teknologi otonom Tesla juga beberapa kali menuai kritik.
Reaksi publik pun beragam. Sebagian menyebut kekayaan Musk sebagai simbol inovasi ekstrem, sementara lainnya menilainya berlebihan dan tidak sehat bagi keseimbangan ekonomi.
Apakah Musk Akan Jadi Triliuner Pertama?
Saat ini, jarak kekayaan Musk dengan orang terkaya kedua di dunia masih sangat jauh. Selisihnya mencapai ratusan miliar dolar, angka yang sulit dikejar dalam waktu singkat.
Apakah Musk akan benar-benar menjadi triliuner pertama di dunia? Itu akan ditentukan oleh kinerja Tesla, rencana IPO SpaceX, serta stabilitas regulasi di masa depan.