
DOYANDUIT – Pernahkah Anda merasa bingung melihat lampu indikator pada meteran listrik rumah Anda? Jika iya, Anda tidak sendirian!
Sebagai pengguna listrik prabayar maupun pascabayar, memahami arti warna lampu pada meteran listrik sangatlah penting.
Lampu-lampu tersebut bukan sekadar hiasan, melainkan memiliki makna khusus yang berkaitan dengan kondisi listrik di rumah Anda. Yuk, kita bahas lebih detail tentang warna-warna ini agar Anda tak lagi kebingungan!
Arti Warna Lampu pada Meteran Listrik Prabayar
Untuk pengguna meteran listrik prabayar, ada beberapa warna indikator utama yang perlu Anda ketahui:
- Hijau: Warna hijau pada meteran listrik menunjukkan bahwa saldo kWh listrik Anda masih banyak. Jadi, Anda bisa tenang dan tidak perlu buru-buru mengisi token listrik.
- Kuning atau Oranye: Ketika lampu berganti menjadi kuning atau oranye, ini menandakan bahwa saldo kWh listrik Anda masih cukup banyak, tetapi sudah mendekati batas aman. Waktunya Anda mulai mempertimbangkan untuk mengisi ulang token.
- Merah: Lampu merah menjadi tanda peringatan serius! Ini artinya saldo kWh listrik Anda hampir habis dan perlu segera diisi agar listrik tidak mati mendadak.
- Merah Berkedip: Nah, jika lampu merah mulai berkedip, Anda harus segera bertindak. Ini adalah peringatan kritis bahwa saldo kWh hampir habis sepenuhnya. Biasanya, meteran akan mengeluarkan bunyi peringatan sebagai tambahan sinyal.
Arti Warna Lampu pada Meteran Listrik Pascabayar
Berbeda dengan prabayar, meteran listrik pascabayar juga memiliki indikator warna yang wajib Anda pahami:
- Hijau: Lampu hijau menandakan bahwa arus listrik dari PLN tersedia. Jika lampu hijau mati, kemungkinan besar sedang terjadi pemadaman listrik dari PLN, baik sementara maupun permanen.
- Kuning atau Oranye: Lampu kuning atau oranye pada meteran pascabayar menunjukkan adanya masalah pada instalasi listrik. Masalah ini sering disertai kode tulisan seperti T1 atau T2 pada layar meteran. Dalam situasi seperti ini, segera laporkan ke PLN untuk penanganan lebih lanjut.
- Merah: Jika lampu indikator berwarna merah, itu berarti arus listrik sedang digunakan di rumah Anda. Biasanya, ini disertai tulisan “Pulse” pada layar meteran sebagai penanda bahwa listrik sedang aktif.

Apa Itu Lampu Temper dan Masalah yang Mungkin Terjadi?
Lampu temper pada meteran listrik hanya menyala ketika terjadi masalah pada instalasi kelistrikan. Dalam kondisi normal, lampu ini akan mati. Namun, jika lampu temper menyala, hal ini sering disertai tulisan “Periksa” pada layar meteran. Beberapa penyebab umum meliputi:
- Kabel netral dan grounding yang saling menyatu.
- Netral dari instalasi listrik tidak terhubung ke netral PLN.
- Kabel fasa terkena metal atau bagian kabel yang basah.
- Sambungan kendor pada netral atau fasa.
Jika Anda menemukan lampu temper menyala, segera laporkan ke PLN. Jangan mencoba memperbaiki sendiri atau memanggil teknisi non-PLN karena hanya petugas resmi yang memiliki wewenang untuk menangani masalah ini.
Cara Mengatasi Lampu Indikator yang Mati
Tidak semua lampu indikator pada meteran listrik harus menyala. Contohnya, lampu temper hanya menyala saat ada masalah. Namun, jika lampu yang seharusnya menyala tiba-tiba mati, langkah terbaik adalah segera melapor ke PLN.
Hindari mencoba memperbaiki sendiri atau memanggil teknisi tak resmi. Hal ini penting untuk menjaga keselamatan Anda sekaligus memastikan permasalahan pada meteran listrik ditangani dengan benar.***