
DOYANDUIT – Standar Biaya Masukan (SBM) tahun anggaran 2026 menetapkan batas maksimal biaya hotel untuk perjalanan dinas dalam negeri.
Ketentuan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2025 yang menjadi acuan bagi kementerian, lembaga, serta instansi pemerintah dalam mengelola anggaran perjalanan dinas.
Aturan ini menentukan satuan biaya penginapan berdasarkan jenjang jabatan dan lokasi provinsi. Tujuannya adalah menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran negara sekaligus memberikan kepastian biaya bagi pegawai yang menjalankan tugas kedinasan.
Standar biaya seperti ini sangat penting untuk memastikan pengeluaran negara tetap efisien tanpa menghambat pelaksanaan tugas.
Apa Itu Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas?
Satuan biaya penginapan merupakan standar biaya maksimal yang digunakan untuk membayar hotel atau penginapan selama perjalanan dinas dalam negeri.
Dalam PMK 32 Tahun 2025 dijelaskan bahwa:
“Satuan biaya penginapan perjalanan dinas dalam negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk kebutuhan biaya menginap dalam rangka pelaksanaan perjalanan dinas dalam negeri.”
Pembayaran biaya tersebut dilakukan dengan mekanisme pertanggungjawaban berdasarkan bukti pengeluaran yang sah, seperti kuitansi atau invoice hotel.
Dengan kata lain, instansi tetap harus menyimpan dokumen resmi sebagai bukti penggunaan anggaran.
Ketentuan Khusus Penginapan Ajudan Menteri atau Pimpinan Lembaga
Peraturan ini juga mengatur kondisi tertentu yang berkaitan dengan perjalanan dinas pejabat tinggi negara.
Dalam praktiknya, ajudan menteri atau pimpinan lembaga negara diperbolehkan menginap di hotel yang sama dengan pimpinan untuk mendukung tugas pengamanan dan koordinasi.
Namun terdapat ketentuan khusus:
- Jika tarif kamar hotel melebihi standar SBM
- Maka ajudan harus memilih kamar dengan biaya terendah di hotel tersebut
Kebijakan ini dibuat agar koordinasi tetap efektif tanpa melanggar batas standar biaya pemerintah.
Kondisi Khusus: Penginapan untuk Kegiatan Internasional
Ada pula kondisi tertentu yang memungkinkan pembayaran biaya hotel melebihi standar SBM.
Hal ini biasanya terjadi pada kegiatan besar yang melibatkan:
- Kepala negara
- Kepala pemerintahan
- Forum internasional tingkat tinggi
Dalam situasi seperti ini, pemerintah dapat membayar biaya penginapan berdasarkan pengeluaran riil, karena lokasi kegiatan biasanya sudah ditentukan oleh penyelenggara.
Menurut pengamatan dalam banyak kegiatan internasional di Indonesia, hotel penyelenggara biasanya sudah ditetapkan sebagai venue resmi sehingga pilihan penginapan menjadi sangat terbatas.
Struktur Tarif Hotel SBM 2026
Standar biaya penginapan perjalanan dinas 2026 dibagi menjadi beberapa kategori jabatan:
- Pejabat Negara / Wakil Menteri / Pejabat Eselon I
- Pejabat Negara lainnya / Pejabat Eselon II
- Pejabat Eselon III / Golongan IV
- Pejabat Eselon IV / Golongan III, II, I
Setiap kategori memiliki batas tarif berbeda tergantung provinsi tempat perjalanan dinas.
Daftar Lengkap Tarif Hotel SBM 2026 di Seluruh Provinsi
Berikut tabel lengkap satuan biaya penginapan perjalanan dinas dalam negeri tahun 2026 berdasarkan kategori jabatan.
| No | Provinsi | Pejabat Negara / Eselon I | Pejabat Negara Lainnya / Eselon II | Eselon III / Gol IV | Eselon IV / Gol III-II-I |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Aceh | Rp5.109.000 | Rp3.526.000 | Rp1.578.000 | Rp770.000 |
| 2 | Sumatera Utara | Rp4.960.000 | Rp2.195.000 | Rp1.188.000 | Rp699.000 |
| 3 | Riau | Rp3.820.000 | Rp3.119.000 | Rp1.650.000 | Rp852.000 |
| 4 | Kepulauan Riau | Rp6.177.000 | Rp2.481.000 | Rp1.388.000 | Rp792.000 |
| 5 | Jambi | Rp5.004.000 | Rp4.102.000 | Rp1.252.000 | Rp580.000 |
| 6 | Sumatera Barat | Rp5.603.000 | Rp3.373.000 | Rp1.353.000 | Rp701.000 |
| 7 | Sumatera Selatan | Rp6.298.000 | Rp3.134.000 | Rp1.966.000 | Rp861.000 |
| 8 | Lampung | Rp4.806.000 | Rp2.663.000 | Rp1.539.000 | Rp621.000 |
| 9 | Bengkulu | Rp2.140.000 | Rp1.628.000 | Rp1.546.000 | Rp692.000 |
| 10 | Bangka Belitung | Rp4.424.000 | Rp2.838.000 | Rp1.957.000 | Rp724.000 |
| 11 | Banten | Rp5.725.000 | Rp2.373.000 | Rp1.301.000 | Rp775.000 |
| 12 | Jawa Barat | Rp5.812.000 | Rp2.755.000 | Rp1.366.000 | Rp735.000 |
| 13 | DKI Jakarta | Rp9.331.000 | Rp2.084.000 | Rp1.062.000 | Rp730.000 |
| 14 | Jawa Tengah | Rp6.129.000 | Rp2.138.000 | Rp1.286.000 | Rp810.000 |
| 15 | DI Yogyakarta | Rp5.100.000 | Rp2.695.000 | Rp1.600.000 | Rp845.000 |
| 16 | Jawa Timur | Rp4.449.000 | Rp2.007.000 | Rp1.234.000 | Rp814.000 |
| 17 | Bali | Rp7.328.000 | Rp2.433.000 | Rp1.754.000 | Rp1.138.000 |
| 18 | Nusa Tenggara Barat | Rp4.682.000 | Rp2.648.000 | Rp1.418.000 | Rp907.000 |
| 19 | Nusa Tenggara Timur | Rp4.013.000 | Rp2.283.000 | Rp1.450.000 | Rp737.000 |
| 20 | Kalimantan Barat | Rp2.654.000 | Rp1.923.000 | Rp1.125.000 | Rp576.000 |
| 21 | Kalimantan Tengah | Rp4.901.000 | Rp3.391.000 | Rp1.189.000 | Rp706.000 |
| 22 | Kalimantan Selatan | Rp4.797.000 | Rp3.316.000 | Rp1.500.000 | Rp746.000 |
| 23 | Kalimantan Timur | Rp4.000.000 | Rp2.342.000 | Rp1.507.000 | Rp804.000 |
| 24 | Kalimantan Utara | Rp4.000.000 | Rp2.854.000 | Rp1.507.000 | Rp904.000 |
| 25 | Sulawesi Utara | Rp5.264.000 | Rp2.290.000 | Rp1.270.000 | Rp978.000 |
| 26 | Gorontalo | Rp4.168.000 | Rp3.107.000 | Rp1.606.000 | Rp955.000 |
| 27 | Sulawesi Barat | Rp4.076.000 | Rp3.098.000 | Rp1.344.000 | Rp704.000 |
| 28 | Sulawesi Selatan | Rp4.820.000 | Rp1.938.000 | Rp1.423.000 | Rp745.000 |
| 29 | Sulawesi Tengah | Rp2.309.000 | Rp2.166.000 | Rp1.679.000 | Rp951.000 |
| 30 | Sulawesi Tenggara | Rp3.089.000 | Rp2.755.000 | Rp1.297.000 | Rp786.000 |
| 31 | Maluku | Rp3.467.000 | Rp3.240.000 | Rp1.059.000 | Rp667.000 |
| 32 | Maluku Utara | Rp4.612.000 | Rp3.843.000 | Rp1.160.000 | Rp654.000 |
| 33 | Papua | Rp3.859.000 | Rp3.318.000 | Rp2.521.000 | Rp1.038.000 |
| 34 | Papua Barat | Rp3.872.000 | Rp3.575.000 | Rp2.056.000 | Rp967.000 |
| 35 | Papua Barat Daya | Rp3.872.000 | Rp3.575.000 | Rp2.056.000 | Rp967.000 |
| 36 | Papua Tengah | Rp3.859.000 | Rp3.318.000 | Rp2.521.000 | Rp1.038.000 |
| 37 | Papua Selatan | Rp5.673.000 | Rp4.877.000 | Rp3.706.000 | Rp1.526.000 |
| 38 | Papua Pegunungan | Rp5.711.000 | Rp4.911.000 | Rp3.731.000 | Rp1.536.000 |
Dari tabel tersebut terlihat bahwa DKI Jakarta menjadi provinsi dengan batas tarif tertinggi untuk pejabat eselon I, mencapai Rp9.331.000 per malam.
Hal ini mencerminkan tingginya biaya akomodasi di ibu kota.
Secara lengkap Anda bisa mengakses Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2025 melalui alamat laman berikut: https://drive.google.com/file/d/1N9xY5qyOoqafGK-H6K02kXAboUpLaX4A/view
Perbedaan Tarif Hotel Antar Provinsi
Variasi tarif hotel dalam SBM 2026 dipengaruhi beberapa faktor utama, antara lain:
1. Biaya Hidup Daerah
Provinsi dengan biaya hidup tinggi seperti Jakarta dan Bali memiliki standar tarif hotel lebih besar.
2. Ketersediaan Infrastruktur Hotel
Daerah yang memiliki hotel berbintang terbatas biasanya memiliki tarif berbeda dibanding kota besar.
3. Aktivitas Pemerintahan dan Bisnis
Kota dengan mobilitas tinggi, seperti Jakarta atau pusat pemerintahan daerah, cenderung memiliki tarif akomodasi lebih mahal.
Mengapa SBM Penting dalam Pengelolaan Anggaran Negara?
Standar Biaya Masukan menjadi instrumen penting dalam pengelolaan keuangan negara.
Beberapa manfaat utama SBM antara lain:
- Mengendalikan pengeluaran perjalanan dinas
- Menciptakan standar biaya nasional
- Mencegah pemborosan anggaran
- Mempermudah proses audit dan pertanggungjawaban
SBM 2026 untuk biaya hotel perjalanan dinas dalam negeri menjadi pedoman resmi bagi instansi pemerintah dalam membiayai akomodasi selama menjalankan tugas kedinasan.
Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 32 Tahun 2025 dan mengatur batas maksimal tarif hotel berdasarkan:
- provinsi tujuan
- jenjang jabatan pegawai
Dengan adanya standar ini, pengeluaran negara dapat dikontrol secara lebih transparan dan akuntabel.
Bagi pegawai yang sering menjalankan perjalanan dinas, memahami SBM terbaru juga penting agar proses pertanggungjawaban biaya menjadi lebih mudah dan sesuai aturan.