Tutorial SKP SIMASTER 2026 untuk PPPK Paruh Waktu di Sekolah: Panduan Lengkap Pengisian dari Awal hingga Lapor Bulanan

6 Maret 2026 15:00
Bagikan :
Ilustrasi pengisian SKP SIMASTER 2026 untuk PPPK paruh waktu di sekolah melalui laptop. (DoyanDuit)

DOYANDUIT – Pengisian SKP SIMASTER 2026 untuk PPPK paruh waktu menjadi salah satu kewajiban administrasi penting bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah.

Melalui sistem SIMASTER, setiap pegawai diminta menyusun Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang berisi rencana kerja, indikator kinerja, hingga laporan kegiatan bulanan.

Berdasarkan praktik yang dilakukan banyak operator sekolah pada tahun 2026, proses ini sebenarnya cukup sederhana jika mengikuti alur yang benar sejak awal. Kesalahan biasanya terjadi karena pengguna tidak memahami urutan pengerjaan di sistem.

Secara umum, proses pengisian SKP terdiri dari beberapa tahap utama:

  • Setting informasi SKP
  • Menentukan indikator kinerja
  • Menyusun rencana aksi
  • Breakdown kegiatan bulanan
  • Mengisi buku kerja dan prestasi kerja

Jika semua tahapan tersebut dilakukan dengan benar, proses pelaporan kinerja akan berjalan lebih mudah sepanjang tahun.

Setting Awal SKP di SIMASTER

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuka menu SKP pada dashboard SIMASTER.

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan pada tahap awal ini antara lain:

1. Mengatur Tahun SKP

Pastikan tahun SKP sudah disesuaikan.

Jika masih menampilkan tahun sebelumnya, lakukan pengaturan menjadi:

  • Tahun: 2026
  • Klik Save

Jika sistem sudah otomatis menggunakan tahun 2026, pengaturan ini tidak perlu dilakukan lagi.

2. Mengisi Informasi Periode SKP

Untuk PPPK paruh waktu di sekolah, periode SKP biasanya diisi:

  • Mulai: Januari 2026
  • Selesai: Desember 2026

Meskipun SK PPPK hanya berlaku sampai bulan tertentu, pengisian SKP tetap dilakukan hingga akhir tahun.

3. Memilih Jabatan yang Sesuai

Di SIMASTER biasanya tersedia beberapa pilihan jabatan pelaksana. Namun bagi PPPK paruh waktu di sekolah, pilihan jabatan yang paling umum digunakan adalah:

  • Pengolah Data
  • Pengadministrasi Umum

Pemilihan jabatan sebaiknya menyesuaikan dengan tugas harian.

Contohnya:

Pengolah Data cocok untuk:

  • Operator sekolah
  • Pengelola aplikasi pendidikan
  • Tenaga administrasi berbasis komputer

Pengadministrasi Umum cocok untuk:

  • Staf administrasi umum
  • Petugas layanan sekolah
  • Pekerjaan administratif non data

Menurut pengalaman banyak operator sekolah, pemilihan jabatan ini tidak harus identik dengan nama jabatan pada SK, tetapi harus mendekati tugas pekerjaan sehari-hari.

Menentukan Pejabat Penilai Kinerja

Setelah jabatan terisi, langkah berikutnya adalah menentukan pejabat penilai kinerja.

Struktur yang umum digunakan di sekolah adalah:

  • Pejabat Penilai: Kepala Sekolah
  • Atasan Pejabat Penilai: Kepala Cabang Dinas Pendidikan

Beberapa data yang perlu diisi:

  • NIP kepala sekolah
  • NIP kepala cabang dinas

Setelah semua data lengkap, klik Save untuk menyimpan informasi SKP.

Mengaktifkan SKP di Sistem

Setelah informasi SKP tersimpan, langkah berikutnya adalah mengaktifkan SKP.

Di halaman dashboard SKP terdapat beberapa tombol aksi.

Urutan yang benar adalah:

  1. Klik Aktifkan (ikon pensil)
  2. Setelah aktif, baru klik Kunci (ikon gembok)

Langkah ini penting.

Jika pengguna langsung mengunci tanpa mengaktifkan terlebih dahulu, status SKP biasanya harus dibuka kembali oleh admin cabang dinas.

Menambahkan Indikator Kinerja (KPI dan IKI)

Pada sistem SIMASTER tahun 2026 terdapat sedikit perubahan.

Setiap SKP wajib memiliki:

  • 1 KPI (Key Performance Indicator)
  • Minimal 4 IKI (Indikator Kinerja Individu)

Jika indikator belum tersedia, biasanya KPI akan tampil berwarna merah.

Hal ini berarti indikator masih dalam proses pengaturan oleh dinas pendidikan atau pemerintah provinsi.

Contoh indikator yang sering digunakan

Beberapa indikator kinerja yang umum digunakan tenaga administrasi sekolah antara lain:

  • Persentase penyelesaian dokumen administrasi kependidikan
  • Pelaksanaan tugas sesuai SOP
  • Koordinasi pencatatan data pendidikan
  • Penyusunan laporan berkala

Dalam praktiknya, pengguna cukup memilih indikator yang tersedia di sistem melalui fitur pencarian.

Menyusun Rencana Aksi SKP

Setelah indikator kinerja selesai ditentukan, tahap berikutnya adalah membuat rencana aksi.

Dalam SKP, rencana aksi biasanya terdiri dari empat jenis kegiatan utama:

  1. Perencanaan kegiatan
  2. Pelaksanaan tugas
  3. Koordinasi pekerjaan
  4. Evaluasi dan laporan

Sebagai contoh, struktur rencana aksi bisa terlihat seperti berikut:

Jenis Kegiatan Target Waktu
Penyusunan rencana kerja 1 laporan Januari
Pelaksanaan administrasi 90% Januari–Desember
Koordinasi pencatatan data 90% Januari–Desember
Laporan kegiatan 12 laporan Januari–Desember

Beberapa operator sekolah memilih target 90% untuk indikator persentase.

Tujuannya agar jika terjadi sedikit keterlambatan pekerjaan, nilai kinerja tetap aman.

Breakdown Rencana Aksi Bulanan

Setelah rencana aksi selesai dibuat, sistem meminta pengguna melakukan breakdown kegiatan bulanan.

Contohnya:

Laporan Perencanaan

  • Januari: 1 laporan
  • Bulan lain: 0

Kegiatan Persentase

Untuk indikator persentase, pembagian dilakukan setiap bulan.

Misalnya:

  • Januari: 90%
  • Februari: 90%
  • Maret: 90%
  • hingga Desember

Laporan Berkala

Jika targetnya 12 laporan, maka setiap bulan diisi:

  • 1 laporan

Tahap ini hanya dilakukan sekali di awal tahun.

Mengisi Buku Kerja Setiap Bulan

Setelah SKP aktif, pekerjaan rutin setiap bulan adalah mengisi buku kerja.

Langkahnya cukup sederhana:

  1. Pilih bulan laporan
  2. Klik Isi Buku Kerja
  3. Tambahkan kegiatan

Beberapa data yang biasanya diisi antara lain:

  • Tanggal kegiatan
  • Uraian pekerjaan
  • Kuantitas pekerjaan
  • Kualitas pekerjaan

Contoh uraian kegiatan:

  • Penyusunan laporan pengelolaan data sekolah
  • Pengolahan dokumen administrasi kependidikan
  • Koordinasi pencatatan data siswa

Uraian kegiatan sebaiknya dibuat lebih detail, tidak hanya satu kalimat singkat.

Mengunggah Bukti Prestasi Kerja

Setiap kegiatan juga memerlukan bukti dukung.

Umumnya bukti tersebut disimpan dalam Google Drive.

Struktur folder yang sering digunakan adalah:

SKP 2026
 ├── Januari
 │   ├── Hasil Kerja
 │   └── Perilaku Kerja
 ├── Februari
 ├── Maret
 └── dst

Link folder kemudian ditempelkan di menu Prestasi Kerja pada SIMASTER.

Cara ini dinilai lebih praktis karena:

  • Dokumen mudah diperbarui
  • Tidak perlu mengubah link jika ada revisi file

Mengisi Self Assessment Perilaku Kerja

Selain hasil kerja, pegawai juga diminta melakukan penilaian perilaku kerja (self assessment).

Beberapa aspek yang biasanya dinilai antara lain:

  • Berorientasi pada pelayanan
  • Akuntabilitas kerja
  • Disiplin dan kehadiran
  • Kerja sama tim

Menurut pedoman penilaian ASN, perilaku kerja merupakan bagian penting dari evaluasi kinerja.

“Penilaian kinerja ASN tidak hanya berdasarkan hasil kerja, tetapi juga perilaku kerja dalam menjalankan tugas jabatan.”

Setelah self assessment diisi, pengguna dapat mengirim laporan ke atasan untuk diverifikasi.

 

Pengisian SKP SIMASTER 2026 untuk PPPK paruh waktu di sekolah sebenarnya tidak terlalu rumit jika mengikuti alur yang benar sejak awal.

Tahapan utamanya meliputi:

  • Setting informasi SKP
  • Menentukan indikator kinerja
  • Menyusun rencana aksi
  • Breakdown kegiatan
  • Mengisi laporan bulanan

Setelah SKP tersusun di awal tahun, pekerjaan berikutnya hanya mengisi laporan kegiatan setiap bulan.

Dengan memahami alurnya sejak awal, proses pelaporan kinerja di SIMASTER bisa berjalan lebih lancar sepanjang tahun.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050