Alasan BTC Terjun Sentuh $99.000! Begini Analisis Pakar dan Sinyal Pasar Terbaru

5 November 2025 14:00
Bagikan :
Bitcoin Terjun ke $99.000: Investor Panik atau Strategi Besar? (TradingView)

DOYANDUIT – Awal November 2025 menjadi momen penting bagi pasar crypto setelah harga Bitcoin (BTC) anjlok menembus batas psikologis $100.000.

Berdasarkan data pasar besar, BTC sempat menyentuh area $99.000 sebelum kembali bertahan di kisaran $101.354 pada pukul 15:31 WIB. Secara harian, pergerakan ini menandai penurunan sekitar 6% dan menjadi level terendah sejak Juni 2025.

Penurunan ini terjadi saat pasar saham Amerika Serikat justru bergerak positif. Nasdaq tercatat naik 20,9% sejak awal tahun dan S&P 500 tumbuh 15,1%. Sementara itu, pergerakan Bitcoin justru tertinggal, menunjukkan bagaimana aset crypto kembali masuk fase volatil, berbeda dengan reli panjang sektor saham.

Banyak pembaca yang mencari “kenapa harga Bitcoin turun hari ini”, dan jawabannya ternyata lebih kompleks dari sekadar aksi jual panik.

ETF Bitcoin Mengalami Outflow Besar

Salah satu faktor paling terlihat adalah aliran modal dari ETF Bitcoin spot di AS. Berdasarkan data berbagai penyedia riset institusional, ada penurunan dana mencapai $1,3–$1,4 miliar dalam empat hari perdagangan awal November.

Produk BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT) menjadi yang paling besar mengalami outflow. Penurunan juga terjadi pada ETF Ether (ETH), sedangkan Solana (SOL) justru mencatat enam hari berturut-turut aliran masuk.

Hal ini menunjukkan adanya pergeseran selera pasar ke aset dengan pertumbuhan baru dan imbal hasil staking.

Tabel Ringkas Pergerakan ETF Crypto (Awal November 2025)

Aset & ETF Pergerakan Modal Keterangan
Bitcoin ETF –$578 juta (dalam 1 hari) Penurunan terbesar sejak pertengahan Oktober
Ether ETF –$219 juta Hampir $1 miliar keluar dalam 5 hari
Solana ETF +$14,83 juta Enam hari berturut-turut aliran masuk

“Silent IPO”: Distribusi dari Pemegang Lama ke Pemegang Baru

Joe Consorti, Head of Growth di Horizon (Theya, YC), menyebut penurunan ini bukan tanda bahwa pasar kehilangan

“Ini salah satu hari terburuk di 2025, tetapi untuk Bitcoin, ini tipikal penurunan dalam fase bull market,” katanya.

Consorti merujuk teori “Silent IPO” yang dipopulerkan investor makro Jordi Visser. Intinya: Bitcoin sudah masuk fase kedewasaan. Likuiditas makin dalam berkat ETF, kustodian besar, dan penempatan institusi.

Pemegang sejak era awal mulai mencairkan aset dan diversifikasi. Namun yang paling menarik, jualnya tidak membuat pasar runtuh. Justru pelan, stabil, dan berpindah ke pemegang baru dengan tujuan jangka panjang.

“Ini bukan panic selling, tapi evolusi alami dari aset yang makin matang… perpindahan kepemilikan dari tangan terkonsentrasi ke kepemilikan yang tersebar.”

Bukti On-Chain

  • Dompet era Satoshi kembali aktif dalam beberapa bulan terakhir
  • Aset dari penambang lama kembali bergerak setelah lebih dari 10 tahun
  • Volume jual bertahap, bukan transaksi besar sekaligus

Polanya konsisten dengan distribusi alami, bukan kebakaran pasar.

Indikator Teknikal: Bitcoin Sedang “Oversold”

Dari sisi teknikal, RSI Bitcoin berada di level paling oversold sejak April 2025—momen yang justru memulai reli sebelumnya.

Beberapa data menarik:

  • Drawdown terbesar siklus ini: 30% & 35%
  • Penurunan saat ini: ±20%
  • Setiap drop sebelumnya membentuk support kuat

“Jika BTC terlalu lama di bawah $100.000, distribusi belum selesai, dan risiko pembalikan ke bear market akan meningkat,” kata Consorti

Faktor Makro: Kebijakan The Fed dan Penguatan Dolar

Federal Reserve memotong suku bunga 25 bps ke rentang 3,75%–4,00% pada 29 Oktober. Namun Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan belum ada kepastian pemangkasan lagi pada Desember.

Pelaku pasar membaca situasi ini sebagai sinyal hati-hati, sehingga aset berisiko, termasuk crypto, kembali ditekan.

Vincent Liu, CIO Kronos Research, menyatakan redemptions berhari-hari menunjukkan institusi sedang mengurangi risiko saat leverage terurai dan ketidakpastian makro meningkat.

Menurutnya, aliran keluar dari ETF bukan tanda hilangnya kepercayaan, tetapi efek kondisi global yang ketat.

Sementara Bitcoin dan Ether Tertekan, Solana Berkebalikan

Menariknya, ketika dua aset terbesar pasar crypto ini dibanjiri penjualan, Solana justru menikmati enam hari inflow berturut-turut.

“Solana mendapatkan momentum karena cerita baru: kecepatan, staking, dan posisi ETF yang memberi imbal hasil,” kata Vincent Liu

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa aliran tersebut masih bersifat niche, lebih banyak datang dari investor yang mengejar pertumbuhan awal, bukan arus besar institusi.

Statistik Harga Bitcoin (Per 5 November 2025, 15:31 WIB)

Periode Perubahan
1 hari –0.11%
1 minggu –10.22%
1 bulan –17.93%
6 bulan –1.80%
Year to date +8.60%
1 tahun +49.48%

Meski turun tajam dalam sebulan terakhir, kinerjanya tetap positif secara tahunan.

Apa yang Harus Diperhatikan Investor?

1. Harga Harus Kembali Stabil di Atas $100.000

Jika BTC mampu bertahan di atas level psikologis ini, kepercayaan pasar akan pulih lebih cepat.

2. Arah Aliran Dana ETF

Apakah outflows mulai mereda dalam beberapa hari ke depan? Ini sering menjadi sinyal baliknya minat investor institusi.

3. Sentimen The Fed dan Kekuatan Dolar AS

Setiap komentar baru dari The Fed hampir selalu menggerakkan pasar crypto.

Penurunan Menuju Transisi Besar

Penurunan Bitcoin ke bawah $100.000 memberikan kejutan besar bagi sebagian investor. Namun jika melihat data, pola, dan pendapat pakar, cerita di baliknya lebih dalam daripada “Bitcoin jatuh”.

Ada perubahan kepemilikan besar yang sedang berlangsung, ETF mengalirkan likuiditas yang tak pernah ada sebelumnya, dan pasar sedang melewati fase penyesuaian makro.

Ketika volatilitas mereda, investor jangka panjang biasanya menjadi yang paling tenang. Seperti yang dikatakan Consorti:

“Setelah marginal seller hilang, yang tersisa adalah pemegang yang tidak perlu menjual.”

Dengan memahami konteks ini, kamu bisa mengambil keputusan yang lebih cerdas di pasar crypto, bukan sekadar mengikuti kepanikan sesaat.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050