
DOYANDUIT – Paruh awal 2026 dibuka dengan tekanan hebat di pasar kripto. Bitcoin kembali ke area USD 65.000, level yang terakhir terlihat pada Oktober 2024 dan memicu gelombang likuidasi besar-besaran senilai sekitar USD 2,6 miliar.
Pergerakan cepat ini bukan sekadar koreksi harga biasa, melainkan “reset posisi” yang membersihkan leverage berlebih di hampir seluruh aset kripto utama.
Bitcoin Turun, Likuidasi Meledak
Dalam 24 jam perdagangan paling volatil, Bitcoin sempat merosot tajam sebelum memantul. Data pasar menunjukkan:
- Harga terendah harian Bitcoin berada di kisaran USD 60.000–65.000
- Total likuidasi Bitcoin mencapai sekitar USD 1,38 miliar
- Mayoritas likuidasi berasal dari posisi long, menandakan optimisme berlebih sebelumnya
Fenomena ini menempatkan likuidasi kali ini sebagai salah satu dari 10 peristiwa likuidasi terbesar sepanjang sejarah kripto, menurut agregasi data pasar derivatif.
Bagi trader ritel, situasi ini terasa brutal. Namun bagi pelaku pasar berpengalaman, momen seperti ini sering dipandang sebagai fase pembersihan struktur pasar sebelum tren baru terbentuk.
Tekanan Berat pada Korporasi Pemegang Bitcoin
Cryptonews melaporkan dampak kejatuhan harga tidak hanya dirasakan trader, tetapi juga perusahaan yang menjadikan Bitcoin sebagai aset utama neraca mereka. Salah satu sorotan tertuju pada Strategy Inc. yang dipimpin oleh Michael Saylor.
Perusahaan tersebut melaporkan kerugian bersih kuartal IV 2025 yang signifikan akibat penyesuaian nilai wajar (mark-to-market) kepemilikan Bitcoin. Untuk pertama kalinya sejak 2023, nilai pasar Bitcoin yang mereka pegang turun di bawah harga akumulasi rata-rata.
Beberapa poin penting dari kondisi Strategy:
- Kepemilikan lebih dari 713.000 BTC
- Rata-rata harga akumulasi sekitar USD 76.000 per BTC
- Harga pasar Bitcoin kini jauh di bawah level tersebut
- Tidak ada penerbitan saham atau utang baru pada laporan terbaru
Manajemen menegaskan masih memiliki likuiditas kas miliaran dolar dan tidak menghadapi margin call. Namun pasar mulai mempertanyakan satu hal krusial: apakah model pendanaan berbasis leverage Bitcoin masih berkelanjutan dalam kondisi pasar seperti sekarang?
Ethereum dan BitMine Ikut Tertekan
Sementara itu, dilansir dari Stocktwits, tekanan serupa juga menghantam Ethereum. Harga ETH turun ke area USD 1.900, memicu likuidasi ratusan juta dolar hanya dalam sehari. Posisi long kembali menjadi korban utama, menandakan ekspektasi pemulihan yang terlalu dini.
Perusahaan penambang dan treasury Ethereum, BitMine Immersion Technologies, dilaporkan menanggung kerugian belum terealisasi hingga miliaran dolar. Meski demikian, mereka masih mencatat:
- ETH yang di-stake menghasilkan ratusan juta dolar per tahun
- Posisi kas kuat dan tanpa utang
- Pendekatan jangka panjang terhadap aset kripto
Pendekatan ini kontras dengan reaksi pasar sahamnya yang justru anjlok tajam. Ini menunjukkan jurang persepsi antara fundamental internal perusahaan dan sentimen investor publik.
Volatilitas Bitcoin Masuk Fase “Max Pain”
Analis pasar mencatat lonjakan implied volatility Bitcoin hingga mendekati 90%, level yang jarang terjadi. Lonjakan ini bertepatan dengan:
- Penurunan tajam open interest futures
- Likuidasi paksa di berbagai bursa derivatif
- Peralihan pasar dari pergerakan arah harga ke dinamika opsi
Seorang pengamat pasar menyebut kondisi ini sebagai fase “max pain”, di mana baik bull maupun bear sama-sama tertekan. Dalam fase seperti ini, pasar cenderung bergerak tidak rasional dan sangat sensitif terhadap berita makro.
Kondisi ini mengingatkan bahwa Bitcoin kini semakin berperan layaknya aset keuangan global, bukan sekadar instrumen spekulatif. Respons pasar terhadap likuiditas, suku bunga, dan sentimen global menjadi semakin cepat dan keras.
Efek Domino ke Altcoin
Tekanan tidak berhenti di Bitcoin dan Ethereum. Sejumlah altcoin utama mengalami koreksi dua digit dalam waktu singkat:
- Solana turun tajam sebelum memantul cepat
- XRP dan Dogecoin mengalami likuidasi besar meski sentimen ritel masih optimistis
- BNB dan TRX relatif lebih defensif, namun tetap tertekan
Kondisi ini menegaskan satu pola lama yang kembali terulang: saat leverage Bitcoin dibersihkan, altcoin hampir selalu terkena dampak lanjutan.
Apakah Level USD 60.000 Jadi Penentu?
Sejumlah analis menilai area USD 60.000 sebagai support psikologis krusial bagi Bitcoin. Selama level ini bertahan, peluang konsolidasi masih terbuka. Namun jika ditembus secara meyakinkan, tekanan lanjutan ke area USD 55.000 bukan skenario yang mustahil.
Pasar Asia sendiri dilaporkan berada dalam sentimen negatif dengan likuiditas tipis, memperbesar fluktuasi harga. Di sisi lain, pantulan cepat dari bawah USD 60.000 menunjukkan masih adanya minat beli jangka panjang.
Koreksi tajam awal 2026 ini memperlihatkan wajah asli pasar kripto: cepat, keras, dan sangat dipengaruhi leverage. Likuidasi USD 2,6 miliar memang menyakitkan, tetapi juga berfungsi sebagai mekanisme pembersihan.
Bagi investor berpengalaman, fase ini bukan hanya tentang harga turun, melainkan tentang membaca ulang struktur pasar. Bitcoin mungkin sedang melewati masa sulit, tetapi justru di momen seperti inilah fondasi siklus berikutnya sering terbentuk.