
DOYANDUIT – Bitcoin memasuki 2026 dengan tekanan berat. Harga BTC sempat turun ke kisaran USD 71.000–73.000, terkoreksi lebih dari 20% secara mingguan dan hampir 40% dibanding puncaknya pada Oktober 2025.
Koreksi ini bukan sekadar fluktuasi jangka pendek, melainkan refleksi dari melemahnya permintaan dan likuiditas global.
Berdasarkan data pasar terbaru, penurunan ini terjadi bersamaan dengan gelombang likuidasi besar-besaran di pasar derivatif kripto.
Lebih dari USD 600 juta posisi terlikuidasi dalam 24 jam, mayoritas berasal dari posisi long. Kondisi ini mempertegas bahwa sentimen risk-on belum kembali, bahkan ketika harga sudah terkoreksi dalam.
Di tengah kondisi tersebut, perdebatan lama kembali muncul: seberapa lama bear market Bitcoin akan berlangsung, dan apakah fase terendah sudah dekat?
Indikator On-Chain Menunjukkan Bear Market Tak Terbantahkan
Menurut Julio Moreno, Kepala Riset CryptoQuant, data on-chain saat ini masih menunjukkan dominasi sinyal bearish. Dalam wawancara di The Milk Road Show, Moreno menegaskan bahwa pasar Bitcoin sudah “well in bear market” dan belum ada tanda pembalikan tren yang berarti.
Bull Score Index Masih di Zona Ekstrem Bearish
CryptoQuant menggunakan indikator komposit bernama Bull Score Index yang menggabungkan 10 metrik utama, mencakup valuasi on-chain, likuiditas, data pasar, hingga satu indikator tren teknikal. Skor indeks ini bergerak dari 0 hingga 100.
Temuan pentingnya:
- Skor berada di kisaran 0–10 selama lebih dari satu bulan terakhir
- Zona ini dikategorikan sebagai extreme bearish territory
- Kondisi serupa biasanya muncul sebelum atau selama fase koreksi besar
Menariknya, pada Oktober 2025 indeks ini sempat berada di level 80, wilayah bullish yang kuat. Namun, dalam hitungan hari, skor anjlok ke bawah 30 akibat kegagalan momentum, menandai berakhirnya reli akhir siklus.
ETF Bitcoin AS Berubah dari Penopang Menjadi Beban
Salah satu perubahan paling krusial di 2026 datang dari sisi permintaan institusional, khususnya ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat.
Data arus dana menunjukkan:
- Januari 2026: ETF menjual lebih dari 10.000 BTC
- Januari 2025: ETF membeli sekitar 46.000 BTC
- Terjadi gap permintaan sekitar 56.000 BTC secara tahunan
Menurut Moreno, ketika ETF beralih menjadi net seller, pasar kehilangan salah satu sumber permintaan terbesarnya. Tanpa stabilisasi arus masuk institusional, peluang pemulihan harga akan sangat terbatas.
Sebagai konteks, sebagian besar reli bullish Bitcoin pada siklus sebelumnya didorong oleh meningkatnya permintaan dari investor AS, baik institusional maupun ritel.
Coinbase Premium Negatif, Sinyal Lemahnya Permintaan AS
Indikator lain yang disorot adalah Coinbase premium, yakni selisih harga Bitcoin di bursa AS dibandingkan bursa offshore seperti Binance. Dalam kondisi bullish, harga di Coinbase biasanya lebih tinggi, mencerminkan kuatnya permintaan domestik AS.
Namun sejak November 2025:
- Coinbase premium berada di wilayah negatif
- Bitcoin bahkan diperdagangkan lebih murah di AS dibanding pasar global
- Pola ini hampir tidak pernah terjadi saat bull market
Secara historis, bear market cenderung berlangsung lebih lama ketika permintaan AS belum kembali mendominasi.
Likuiditas Stablecoin Mandek, “Dry Powder” Menghilang
Selain permintaan, likuiditas juga menjadi faktor krusial. CryptoQuant memantau perubahan kapitalisasi USDT dalam 60 hari sebagai proksi masuknya modal baru ke pasar kripto.
Hasil pengamatan menunjukkan:
- Pertumbuhan USDT stagnan sejak pertengahan Oktober 2025
- Minimnya penerbitan stablecoin baru berarti lebih sedikit dana siap beli
- Likuiditas pasar secara struktural melemah
Dalam siklus bullish, ekspansi stablecoin biasanya mendahului kenaikan harga aset kripto secara luas.
Posisi Leverage dan Sentimen Trader Ikut Memburuk
Dari sisi derivatif, minat untuk mengambil posisi long juga menurun. Funding rate perpetual futures dalam tren satu tahun menunjukkan penurunan, mencerminkan:
- Turunnya selera risiko
- Trader enggan mempertahankan posisi bullish jangka panjang
- Reli harga jangka pendek lebih sering dimanfaatkan untuk keluar posisi
Dalam konteks bear market, lonjakan funding jangka pendek justru sering menjadi sinyal jebakan reli (bear market rally).
Level Teknis Kunci: Di Mana Potensi Dasar Harga Bitcoin?
Moreno menggunakan rata-rata pergerakan satu tahun sebagai filter rezim tren. Dalam bull market, level ini berfungsi sebagai support, sementara dalam bear market berubah menjadi resistance.
Saat ini:
- Bitcoin sudah berada di bawah MA 1 tahun sejak November 2025
- Gagal merebut kembali level tersebut, mirip pola awal 2022
Beberapa level penting yang disorot:
- Resistance on-chain realized price trader: USD 79.000–89.000
- Target intermediate: USD 70.000
- Level risiko lebih dalam: USD 56.000
Level-level ini dihitung berdasarkan cost basis partisipan aktif pasar, bukan sekadar garis teknikal konvensional.
Faktor Global Memperberat Tekanan Kripto
Tekanan Bitcoin juga tidak berdiri sendiri. Pasar saham global, khususnya sektor teknologi, ikut melemah. Koreksi saham AI, ketidakpastian belanja modal raksasa teknologi, hingga penundaan data ketenagakerjaan AS memperburuk sentimen risk asset.
Analis pasar global menilai kombinasi berikut sebagai faktor utama:
- Pelemahan likuiditas global
- Ketegangan geopolitik Timur Tengah
- Ketidakpastian kebijakan ekonomi dan suku bunga
Dalam situasi ini, aset spekulatif seperti kripto cenderung menjadi yang pertama dilepas investor.
Kapan Bear Market Bitcoin Bisa Berakhir?
Berdasarkan pola historis dan data saat ini, Moreno memperkirakan jendela pembentukan dasar harga yang lebih kredibel baru bisa muncul sekitar kuartal III 2026. Namun, ia menekankan bahwa waktu saja tidak cukup.
Syarat utama pembalikan tren meliputi:
- ETF Bitcoin kembali mencatat arus masuk bersih
- Coinbase premium kembali positif secara konsisten
- Likuiditas stablecoin mulai tumbuh
- Indikator permintaan on-chain keluar dari zona datar
Tanpa perubahan fundamental ini, reli harga berpotensi bersifat sementara.
Menerima Realitas Pasar
Ada satu pesan penting yang patut dicatat investor ritel. Dalam kondisi bear market, menerima realitas jauh lebih penting daripada mencari pembenaran. Seperti disampaikan Moreno, reli akan tetap terjadi, tetapi tidak semua reli menandai awal bull market baru.
Bitcoin di 2026 berada dalam fase penyesuaian yang dalam. Data on-chain, arus ETF, likuiditas, dan sentimen global secara konsisten menunjukkan bahwa pasar belum siap untuk pembalikan tren besar.
Meski demikian, fase seperti ini sering menjadi periode akumulasi paling menentukan bagi investor berpengalaman.
Sejarah menunjukkan, dasar harga tidak terbentuk dalam hitungan minggu, melainkan bulan. Kuncinya bukan menebak titik terendah, tetapi membaca data dengan jernih dan merencanakan langkah secara rasional.