Harga Bitcoin di Zona Merah: Sentimen Pasar Melemah, Whale Jualan, Retail Masuk – Apa Artinya?

8 November 2025 15:00
Bagikan :
Harga Bitcoin terkoreksi ke area $102.000 setelah aksi jual dari investor besar. (DoyanDuit)

DOYANDUIT – Harga Bitcoin kembali bergerak ke zona merah. Per siang hari ini, BTC diperdagangkan di kisaran $102.371 dengan penurunan sekitar 0,88% dalam 24 jam terakhir.

Dalam satu pekan, koreksinya mencapai 6,56%, dan sebulan terakhir Bitcoin telah turun lebih dari 15%. Penurunan ini memunculkan kembali kekhawatiran investor ritel, terutama setelah Bitcoin sempat menyentuh level psikologis $115.000 beberapa minggu lalu.

Penurunan ini bukan hanya soal volatilitas biasa. Sejumlah indikator on-chain dan perilaku pelaku pasar menunjukkan gejala menarik: whale justru menjual, sementara investor kecil ramai membeli penurunan.

Coinbase Premium Gap: Mengapa Ini Penting bagi Harga Bitcoin?

Salah satu indikator yang banyak diperhatikan adalah Coinbase Premium Gap, yaitu selisih harga Bitcoin di Coinbase USD dan Binance USDT. Biasanya, ketika harga di Coinbase lebih tinggi, itu menandakan tekanan beli dari investor institusi Amerika—termasuk pemegang ETF spot.

Namun dalam beberapa hari terakhir, indikator ini justru berada di wilayah negatif.

“Pengguna Coinbase terus menjual Bitcoin,” terang analis CryptoQuant, Maartuun.

Ketika premium gap menjadi negatif, artinya investor di Coinbase menjual lebih agresif dibanding pengguna Binance. Fenomena ini sering dianggap sinyal bearish karena:

✅ Coinbase didominasi investor Amerika dan institusi
✅ Menurunnya permintaan dari institusi berarti tekanan beli melemah
✅ Makin besar gap negatif, makin besar potensi koreksi

Indikator ini sempat berubah netral saat BTC menyentuh kembali $104.000, namun hanya sesaat sebelum harga kembali tertekan.

Whale Jual, Retail Beli – Sinyal Bahaya?

Platform analitik Santiment mencatat data yang memicu perhatian banyak trader:

  • Whale dengan saldo 10–10.000 BTC telah menjual 32.500 BTC sejak 12 Oktober
  • Harga Bitcoin turun dari $115.000 → $98.000
  • Retail justru agresif membeli di momen penurunan

“Secara historis, harga mengikuti arah whale, bukan retail,” kata tim analis Santiment.

Dengan kata lain, jika pemain besar keluar dari pasar—biasanya itu bukan pertanda baik untuk harga jangka pendek.

Beberapa analis melihat pola ini sebagai divergence berbahaya, karena:

  • Whale identik dengan keputusan berbasis data dan strategi
  • Retail sering membeli di puncak dan menjual di lembah
  • Pasar bisa melakukan retest level support sebelum pulih

Apakah Bitcoin Sudah Menyentuh Titik Bottom?

Meskipun sentimen melemah, tidak semua analis pesimis.

Analis PlanC mengatakan bahwa koreksi ke area $98.000 mungkin sudah menjadi local bottom.

“Ada kemungkinan besar itu adalah major bottom,” ujarnya.
“Kalaupun belum, saya tidak melihat Bitcoin turun jauh lebih rendah.”

Saat ini, BTC sudah membentuk rebound ke area $103.000 – $104.000, meski potensi penurunan ke $95.000 masih terbuka bila pasar mengalami “uji nyali” lagi dalam pekan depan.

MVRV Ratio Masuk Zona Historis: Justru Tanda Reset?

Salah satu indikator on-chain paling disorot adalah MVRV (Market Value to Realized Value). Saat ini, Bitcoin berada di rentang 1,8 – 2,0, yaitu zona yang berkali-kali menjadi titik pembalikan tren pada 3 siklus terakhir:

  • Juni 2021
  • November 2022
  • April 2025

Menurut analis BitBull:

“Ketika MVRV mendekati 2, berarti mayoritas holder berada di titik impas. Tidak ada lagi keserakahan, hanya keyakinan.”

Artinya, koreksi saat ini lebih mirip fase kompresi, bukan capitulation. Pada fase kompresi, pasar seperti sedang “membersihkan” leverage dan spekulan lemah sebelum melakukan pergerakan besar berikutnya.

Peran Likuiditas Global & Kebijakan Bank Sentral

Trader Daan Crypto Trades menekankan bahwa yang paling memengaruhi harga Bitcoin bukan suku bunga, melainkan likuiditas global.

Ketika likuiditas dunia tumbuh, pasar crypto ikut naik. Masalah terjadi ketika likuiditas mulai menyusut kembali—dan itulah yang terjadi belakangan ini.

Sementara itu, ekonom Ray Dalio memberi peringatan besar terkait kebijakan bank sentral AS yang mulai mengarah pada pelonggaran kembali neraca (QE). Ia menyebutnya sebagai:

“Stimulating into a bubble.”

Dalam kondisi itu:

  • Likuiditas naik
  • Yield riil turun
  • Aset berisiko dan aset langka cenderung meroket
  • Termasuk emas dan Bitcoin

Namun peringatan Dalio jelas: jika gelembung terlalu besar, ujungnya meletus.

Apa yang Bisa Terjadi Selanjutnya?

Kesimpulan yang muncul dari banyak analis:

✅ Potensi rebound tetap ada
✅ Peluang menuju $130.000 terbuka jika inflow ETF kembali stabil
✅ Namun konsolidasi dan volatilitas masih dominan dalam waktu dekat

Tim analis Bitfinex berpendapat:

“Kami melihat potensi konsolidasi dan volatilitas, bukan lonjakan cepat menuju level tertinggi baru.”

Ringkasan Cepat

Faktor Sinyal
Coinbase Premium Gap Negatif → tekanan jual institusi
Whale Jual 32.500 BTC
Retail Agresif beli dip
Sentimen Extreme Fear
MVRV Masuk zona historis pembalikan tren
Peluang Rebound ke $130.000 jika ETF inflow pulih

Kesimpulan

Harga Bitcoin memang sedang tertekan, tetapi indikator fundamental dan on-chain menunjukkan cerita yang lebih kompleks. Sell-off dari institusi dan whale memberi tekanan, sementara retail mencoba menangkap momentum murah. Di sisi lain, data MVRV, likuiditas global, dan potensi QE memberi ruang optimisme dalam jangka menengah.

Dengan memahami data ini, kamu bisa mengambil keputusan yang lebih cerdas, bukan sekadar mengikuti rumor atau kepanikan pasar.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050