
DOYANDUIT – Pasar kripto global sedang menyoroti performa spot Solana ETF yang baru resmi diperdagangkan di New York Stock Exchange.
Hanya dalam hitungan hari, dua produk ETF, Bitwise Solana ETF (BSOL) dan Grayscale Solana ETF (GSOL), mengumpulkan dana sekitar $200 juta dari para investor, belum termasuk modal awal dari penerbit.
Berdasarkan data SoSoValue yang diakses pada awal November 2025, total aset kedua ETF tersebut bahkan sudah melampaui $500 juta. Untuk ukuran produk baru, hasil ini dianggap sebagai debut fenomenal yang jarang terjadi di pasar aset digital berbasis ETF.
“Ini debut besar untuk BSOL. Volume sangat tinggi dan memimpin semua ETP kripto minggu ini,” tulis analis senior ETF Bloomberg, Eric Balchunas, seperti dilansir dari TheBlock.
Komentar ini memperkuat persepsi pasar bahwa kehadiran ETF Solana bukan sekadar tren short-term, tetapi bisa menjadi instrumen baru yang menarik bagi kalangan institusi.
Di sisi investor ritel, alasan minatnya cukup jelas: ETF berbasis Solana memberi peluang ekspor aset tanpa harus memahami staking teknis atau sistem wallet pribadi.
BSOL Pimpin Inflow: Hampir $420 Juta dalam Sepekan
Bitwise meluncurkan BSOL ETF pada hari Selasa. Dalam satu hari saja, inflow yang masuk mendekati $70 juta. Tidak berhenti di situ, dua hari berikutnya menambah sekitar $130 juta, sehingga total inflow bersih mencapai $197 juta.
Jika digabung dengan seed capital senilai $222,9 juta, maka total arus dana BSOL mencapai hampir $420 juta hanya dalam pekan pertama. Angka ini menempatkan BSOL sebagai ETF kripto dengan inflow mingguan terbesar, jauh meninggalkan produk lain.
Untuk konteks, banyak ETF kripto memerlukan beberapa pekan atau bulan untuk menyentuh angka ratusan juta dolar. Fakta bahwa BSOL melesat dalam waktu singkat menandakan kepercayaan investor terhadap ekosistem Solana.
Balchunas bahkan menyebut BSOL berada di peringkat 16 ETF dengan arus dana terbesar sepanjang minggu itu di seluruh kategori produk, bukan hanya sektor kripto.
GSOL Mengikuti, Tapi Lebih Lambat
Produk kedua, Grayscale Solana ETF (GSOL), meluncur satu hari setelah BSOL. Meskipun inflow-nya jauh lebih kecil, sekitar $2,2 juta—total aset GSOL tetap besar karena dilengkapi dana peluncuran. Sampai saat ini, dana kelolaan GSOL sudah melewati $100 juta.
Perbedaan arus dana ini bukan hanya faktor waktu peluncuran. GSOL mengenakan biaya 0,35%, lebih tinggi dibandingkan BSOL yang menetapkan 0,2%. Dalam industri ETF, selisih biaya sekecil apa pun sering memengaruhi keputusan investor institusional.
Menurut Balchunas, peluncuran yang terlambat “membuat kompetisi semakin berat,” karena investor besar biasanya lebih dulu masuk ke produk yang hadir lebih awal.
Keduanya Menggunakan Staking Solana untuk Tambahan Imbalan
Baik BSOL maupun GSOL memiliki struktur menarik: aset Solana yang mereka pegang di-stake untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Artinya, pemegang ETF tidak hanya mengikuti kenaikan harga SOL, tetapi juga memperoleh distribusi imbal hasil staking.
Grayscale menyampaikan bahwa mereka berkomitmen menyalurkan 77% hasil staking kepada investor GSOL setelah dikurangi biaya operasional. Ini menjadi nilai tambah yang jarang ditemukan pada ETF tradisional.
Meski sama-sama berbasis Solana, struktur BSOL dan GSOL sedikit berbeda dari ETF Solana milik REX-Osprey (SSK) yang sudah hadir sejak Juli 2025. SSK diatur di bawah kerangka hukum berbeda dan telah mengelola sekitar $400 juta.
Bagaimana dengan Bitcoin dan Ethereum ETF?
Sementara Solana mencuri perhatian, ETF berbasis Bitcoin dan Ethereum juga mencatat performa positif sepanjang Oktober 2025.
Bitcoin ETF
- Inflow: $3,61 miliar, naik dari $3,53 miliar di September
- Volume perdagangan: melesat dari $72,91 miliar menjadi $133,45 miliar
- Ini menjadi volume perdagangan tertinggi sejak produk Bitcoin ETF diperkenalkan, bahkan melampaui rekor Maret 2024
Ethereum ETF
- Volume: $55,25 miliar, sedikit di bawah rekor Agustus 2025
- Inflow: $668,13 juta
- Total aset: sekitar $25 miliar atau lebih dari 5% total ETH yang beredar
Data tersebut menunjukkan bahwa meski Solana menarik perhatian baru, Bitcoin dan Ethereum masih menjadi tulang punggung ETF kripto global. Investor besar tetap melihat ETF berbasis dua aset tersebut sebagai “blue chip”-nya aset digital.

Mengapa Solana Menjadi Sorotan Investor?
Beberapa faktor yang mungkin mendorong minat investor:
✅ Kecepatan transaksi Solana jauh lebih tinggi dibanding blockchain lama
✅ Biaya transaksi sangat murah
✅ Ekosistem DeFi dan NFT Solana berkembang pesat
✅ Adanya mekanisme staking yang menghasilkan imbal hasil tambahan
Dari sisi psikologis pasar, banyak analis menilai investor sedang mencari “aset pertumbuhan” setelah periode bullish Bitcoin pada 2024–2025. Solana dianggap memiliki ruang bertumbuh lebih besar.
Jika kamu tertarik dengan topik sejenis, kamu bisa membaca juga artikel lain tentang tren ETF Bitcoin di 2025.
Tabel Singkat Perbandingan ETF Solana
| Produk ETF | Total dana kelolaan | Inflow minggu pertama | Biaya | Staking Reward |
|---|---|---|---|---|
| BSOL (Bitwise) | ~$420 juta | ~$197 juta (tanpa seed) | 0,2% | Ya |
| GSOL (Grayscale) | ~$100 juta | ~$2,2 juta | 0,35% | Ya, 77% diberikan ke investor |
| SSK (REX-Osprey) | ~$400 juta | Data tidak dipublikasikan | Bervariasi | Ya |
Kesimpulan
Debut spot Solana ETF terbukti luar biasa, terutama untuk BSOL yang langsung memimpin inflow mingguan di seluruh aset kripto. Data ini memberi sinyal kuat bahwa investor institusional mulai melihat Solana sebagai aset serius, bukan sekadar pesaing altcoin.
Dengan volume besar pada Bitcoin dan Ethereum ETF, pasar ETF kripto menunjukkan perkembangan yang semakin matang dan kompetitif.