Benarkah Jeffrey Epstein Punya Peran di Balik Bitcoin? Ini Penjelasannya

3 Februari 2026 10:00
Bagikan :
Rilis arsip DOJ ungkap jejak Epstein di lingkar awal Bitcoin, bukan pengendali. (DOJ)

DOYANDUIT – Rilis terbaru dokumen oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat kembali memunculkan berbagai tafsir atas korespondensi dan aktivitas almarhum Jeffrey Epstein.

Salah satu klaim yang ramai diperbincangkan di media sosial menyebut Epstein memiliki pengaruh signifikan terhadap arah pengembangan Bitcoin, bahkan dituding berpotensi menyusupkan “backdoor” ke dalam kode aset kripto tersebut.

Klaim itu mencuat setelah seorang pengguna X bernama Patric L Riley membagikan unggahan yang mengaitkan email lama antara Epstein dan mantan pimpinan MIT Media Lab, Joi Ito, dengan perkembangan teknis Bitcoin.

Unggahan tersebut segera memicu perdebatan luas karena menyentuh isu sensitif seputar keamanan, tata kelola, dan independensi proyek open-source terbesar di dunia kripto.

Klaim di Media Sosial dan Tafsir yang Diperdebatkan

Dalam unggahannya, Riley menyebut bahwa sebagian besar commit kode Bitcoin terjadi setelah periode yang ia klaim sebagai masa Epstein “mengambil peran manajemen senior de facto” melalui pendanaan. Ia menyiratkan bahwa pengaruh tersebut membuka peluang adanya celah tersembunyi di dalam kode Bitcoin.

Riley juga mengaitkan narasi tersebut dengan keberhasilan FBI dalam memulihkan dana tebusan Bitcoin dari serangan ransomware terhadap Colonial Pipeline pada 2021. Ia mempertanyakan bagaimana dana itu bisa diambil kembali tanpa adanya kelemahan sistemik pada Bitcoin.

Namun, sejumlah pengamat menilai klaim tersebut mencampuradukkan pendanaan akademik tidak langsung dengan kendali operasional, serta menunjukkan pemahaman yang keliru mengenai mekanisme pengembangan perangkat lunak open-source dan struktur tata kelola Bitcoin.

Koneksi MIT dan Aliran Pendanaan

Dokumen yang baru dibuka menunjukkan bahwa Epstein menyumbangkan sekitar 850.000 dolar AS kepada Massachusetts Institute of Technology dalam rentang 2002–2017. Dari jumlah itu, sekitar 525.000 dolar AS dialokasikan ke Digital Currency Initiative (DCI) di bawah MIT Media Lab.

Pada 2015, ketika Bitcoin Foundation menghadapi krisis keuangan, DCI MIT menjadi rumah institusional bagi sejumlah pengembang inti Bitcoin, termasuk Wladimir van der Laan, Gavin Andresen, dan Cory Fields.

Gaji para pengembang tersebut dibayarkan oleh MIT, dan menurut laporan, mereka tidak mengetahui sumber spesifik dana donasi yang masuk ke institusi.

Joi Ito mengundurkan diri pada September 2019 setelah laporan investigatif mengungkap upayanya menyembunyikan hubungan pendanaan dengan Epstein.

Dalam email tahun 2017 bertajuk “Digital Currency Initiative”, Ito berterima kasih atas dana hibah yang disebut memungkinkan MIT bergerak cepat merekrut pengembang Bitcoin di tengah kekosongan pendanaan.

Meski demikian, dokumen-dokumen itu tidak menunjukkan bahwa Epstein pernah memegang jabatan struktural atau kewenangan pengambilan keputusan dalam pengembangan Bitcoin.

Tata kelola Bitcoin bersifat terdesentralisasi dan dirancang untuk meminimalkan pengaruh dari satu sumber dana atau individu.

Tuduhan Backdoor dan Fakta Pemulihan Dana Ransomware

Klaim mengenai keberadaan backdoor di kode Bitcoin juga dikaitkan dengan kasus pemulihan dana ransomware Colonial Pipeline.

Dalam pernyataan resminya, FBI menjelaskan bahwa dana dapat diambil kembali karena pihak berwenang memiliki akses ke kunci privat dompet tertentu, bukan karena eksploitasi celah pada protokol Bitcoin.

Sebagai proyek open-source, Bitcoin memungkinkan ribuan pengembang di seluruh dunia meninjau setiap baris kode. Proses peninjauan sejawat, audit berkelanjutan, serta penggunaan tanda tangan kriptografi pada penggabungan kode telah lama menjadi standar dalam pengembangan Bitcoin Core.

Seorang pengguna X menanggapi klaim Riley dengan menyatakan bahwa Bitcoin Core telah melalui lebih dari satu dekade pengawasan ketat tanpa bukti kredibel adanya perubahan berbahaya yang lolos dari audit komunitas global.

Epstein sebagai Jaringan, Bukan Pengendali

Dokumen yang tidak disegel juga mengungkap bahwa Epstein memiliki keterlibatan lebih luas di lingkar awal Bitcoin dibanding yang sebelumnya diketahui, terutama sebagai penghubung dan investor sesekali.

Pada 2014, ia tercatat terlibat dalam putaran pendanaan awal Blockstream yang menargetkan 18 juta dolar AS. Namun, CEO Blockstream Adam Back membantah adanya hubungan finansial langsung maupun tidak langsung dengan Epstein.

Ia menjelaskan bahwa investasi berasal dari dana yang terkait dengan Joi Ito, yang kemudian melepas sahamnya karena potensi konflik kepentingan.

Korespondensi lain menunjukkan upaya pada 2011 untuk memperkenalkan Epstein kepada pengembang Bitcoin seperti Gavin Andresen dan Amir Taaki, meski Taaki kemudian menyatakan menolak minat investasi tersebut.

Pada 2016, Epstein bahkan mengusulkan konsep mata uang digital berbasis prinsip Islam kepada penasihat kerajaan Arab Saudi.

Epstein juga diketahui berdiskusi mengenai Bitcoin dengan Peter Thiel pada 2014. Meski demikian, penyelidikan Departemen Kehakiman tidak menemukan bukti bahwa Epstein menggunakan kripto untuk pencucian uang atau kejahatan finansial lain.

Fakta Tambahan dari Dokumen yang Dibuka

Dokumen bertanggal 30 Januari memperkuat gambaran bahwa peran Epstein terbatas pada jaringan relasi tingkat tinggi.

Catatan menunjukkan pandangannya terhadap Bitcoin berubah dari waktu ke waktu, mulai dari menganggapnya “cerdas namun memiliki kelemahan serius” pada 2011 hingga menilai Bitcoin “tidak layak dibeli” pada 2017.

Nama Michael Saylor, CEO MicroStrategy, serta Kevin Warsh juga muncul dalam daftar tamu pesta Tahun Baru 2010 di St. Barts. Namun, tidak ada bukti keterkaitan langsung antara acara tersebut dengan kebijakan atau pengembangan Bitcoin.

Rangkaian dokumen yang dibuka menunjukkan bahwa Epstein memang memiliki koneksi dengan sejumlah tokoh penting di fase awal industri kripto.

Namun, bukti yang ada menegaskan bahwa keterlibatannya bersifat terbatas pada jejaring dan pendanaan tidak langsung, bukan pengendalian teknis atau arah strategis Bitcoin.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050