Harga Bitcoin Tertekan di Januari 2026, Arus Dana ETF Keluar dan Risiko Koreksi Lebih Dalam

31 Januari 2026 13:00
Bagikan :
Tekanan ETF dan sentimen global memengaruhi pergerakan harga Bitcoin awal 2026. (TradingView)

DOYANDUIT – Harga Bitcoin (BTC) pada perdagangan terbaru berada di kisaran USD 82.957, melemah sekitar 1,39% dalam satu hari. Tekanan ini bukan sekadar fluktuasi harian, melainkan bagian dari tren penurunan yang lebih luas.

Dalam rentang waktu yang lebih panjang, performa BTC menunjukkan pelemahan bertahap:

  • 1 minggu: turun lebih dari 7%
  • 1 bulan: terkoreksi sekitar 5%
  • 6 bulan: melemah lebih dari 27%
  • 1 tahun: terkikis sekitar 20%

Pada 100 hari pertama 2026, Bitcoin masih bergerak dalam fase konsolidasi turun. Level psikologis USD 80.000–83.000 kini menjadi perhatian utama pelaku pasar karena dianggap sebagai penentu arah selanjutnya.

Arus Keluar ETF Kripto Tekan Sentimen Investor

Dilansir dari Cointelegraph, Salah satu faktor terbesar yang membebani harga Bitcoin adalah derasnya arus dana keluar dari ETF kripto berbasis Amerika Serikat. Dalam lima hari perdagangan terakhir, investor menarik sekitar USD 1,82 miliar dari ETF Bitcoin dan Ethereum spot.

Rinciannya:

  • ETF Bitcoin spot: USD 1,49 miliar arus keluar
  • ETF Ether spot: sekitar USD 327 juta arus keluar

Fenomena ini terjadi bersamaan dengan melemahnya harga BTC dan ETH dalam sepekan terakhir. Banyak pelaku pasar memanfaatkan arus ETF sebagai barometer minat investor ritel dan institusional dalam jangka pendek.

Menariknya, sebelumnya Bitcoin sempat naik sekitar 7% menjelang pertengahan Januari, dipicu spekulasi kebijakan regulasi kripto di Amerika Serikat. Namun reli tersebut tidak bertahan lama dan segera diikuti koreksi tajam.

“Negativitas terhadap Bitcoin saat ini cenderung berpandangan sangat jangka pendek,” ujar analis ETF Eric Balchunas, menyoroti kecenderungan pasar melupakan performa kuat BTC pada siklus sebelumnya.

Emas Menguat, Bitcoin Kehilangan Daya Tarik Sementara

Kenaikan harga emas dan perak ke rekor tertinggi turut memengaruhi psikologi pasar. Selama beberapa bulan terakhir, logam mulia mencatat lonjakan signifikan sebelum akhirnya terkoreksi tajam.

Sebagian investor melihat fenomena ini sebagai rotasi aset sementara. Bitcoin, yang sering disebut “emas digital”, justru tertinggal ketika permintaan terhadap aset lindung nilai konvensional melonjak.

Meski begitu, pandangan jangka panjang tetap beragam. Kepala investasi salah satu manajer aset kripto global menyebut bahwa permintaan ETF yang berkelanjutan berpotensi mendorong harga Bitcoin bergerak sangat agresif dalam jangka panjang.

Jika kamu ingin memahami bagaimana perbandingan Bitcoin dan emas dalam konteks lindung nilai, kamu bisa membaca artikel analisis aset safe haven yang relevan di halaman lain.

Analisis Teknikal: Risiko Koreksi Lebih Dalam

Dari sisi teknikal, Bitcoin sempat jatuh hampir 9% dalam satu hari, menembus area support penting di grafik harian. Level USD 86.000 yang sebelumnya menjadi penopang kini berubah menjadi resistensi jangka pendek.

Beberapa pengamat mencatat bahwa BTC telah kehilangan EMA 100-mingguan, indikator yang secara historis cukup krusial. Pada siklus sebelumnya, penutupan mingguan di bawah level ini sering diikuti koreksi tajam dalam hitungan minggu.

Seorang analis teknikal independen mengingatkan bahwa pada siklus 2018 dan 2022, Bitcoin pernah terkoreksi hingga 50% dalam waktu relatif singkat setelah sinyal serupa muncul.

Secara historis, pola pergerakan BTC juga menunjukkan kemiripan dengan fase akhir siklus bullish sebelumnya. Jika pola ini berulang, potensi koreksi menuju area USD 30.000 pada 2026 bukan skenario yang sepenuhnya bisa diabaikan.

BTC Menguji Batas Pola Makro

Analisis lain menyoroti pola macro triangle yang terbentuk sejak pertengahan 2024. Bitcoin saat ini sedang menguji batas bawah pola tersebut di area USD 82.500.

Penurunan tegas di bawah level ini berpotensi mengonfirmasi percepatan bearish. Sebaliknya, agar tren bullish kembali valid, BTC perlu menembus dan bertahan di atas garis resistensi menurun dalam timeframe besar.

“Persilangan EMA di fase ini lebih mengonfirmasi kelemahan yang sudah ada, bukan menjadi pemicu baru,” tulis NewsBTC dalam analisinya.

Tekanan Derivatif dan Likuidasi Besar

Pasar derivatif Bitcoin turut mencerminkan kehati-hatian ekstrem. Indikator options delta skew melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun, menandakan dominasi permintaan proteksi penurunan harga.

Dalam dua hari perdagangan, sekitar USD 860 juta posisi long berleverage terlikuidasi. Meski terlihat ekstrem, data menunjukkan bahwa minat leverage secara keseluruhan justru menurun, membuat struktur pasar relatif lebih sehat.

Di sisi lain, permintaan stablecoin di Asia masih berada sedikit di bawah paritas, mengindikasikan arus keluar moderat dari pasar kripto—namun tidak separah pekan sebelumnya.

Isu Quantum Computing Tambah Kekhawatiran

Kekhawatiran jangka panjang lainnya datang dari isu quantum computing. Sejumlah institusi mulai mengkaji potensi risikonya terhadap sistem kriptografi blockchain.

Meski demikian, beberapa pakar kriptografi menilai ancaman tersebut masih sangat jauh. Teknologi kuantum dinilai belum cukup matang untuk menimbulkan risiko nyata terhadap keamanan Bitcoin dalam dekade mendatang.

Pandangan berimbang seperti ini penting agar investor tidak bereaksi berlebihan terhadap isu yang masih bersifat spekulatif.

Bitcoin di Persimpangan Arah

Harga Bitcoin di awal 2026 berada dalam fase krusial. Arus keluar ETF, koreksi pasar global, dan meningkatnya persepsi risiko membuat volatilitas sulit dihindari.

Dalam jangka pendek, kemampuan BTC bertahan di atas USD 80.000 akan sangat menentukan. Namun dalam perspektif yang lebih luas, koreksi tajam bukan hal asing bagi aset dengan volatilitas tinggi seperti Bitcoin.

Bagi investor, fase seperti ini sering kali menjadi momen evaluasi strategi, bukan sekadar reaksi emosional. Jika kamu tertarik membaca analisis lanjutan tentang strategi bertahan di pasar kripto saat volatilitas tinggi, artikel terkait bisa menjadi referensi tambahan yang relevan.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050