
DOYANDUIT – Lampiran L-11B dalam sistem CoreTax menjadi bagian penting dalam pelaporan SPT Tahunan Wajib Pajak Badan, khususnya untuk menghitung biaya pinjaman yang dapat dibebankan secara fiskal.
Lampiran ini digunakan untuk menganalisis rasio utang terhadap modal (Debt to Equity Ratio/DER) dan menentukan apakah biaya bunga pinjaman masih dapat diakui sebagai pengurang penghasilan kena pajak.
Berdasarkan praktik pelaporan pajak terbaru, Wajib Pajak badan yang modalnya terbagi atas saham dan berdomisili di Indonesia wajib mengisi lampiran ini ketika menggunakan sistem CoreTax.
Menurut ketentuan perpajakan Indonesia, pemerintah membatasi rasio utang terhadap modal maksimal 4:1 untuk kepentingan penghitungan pajak. Artinya, jika rasio utang melebihi batas tersebut, sebagian biaya bunga tidak dapat dijadikan pengurang pajak dan harus dilakukan koreksi fiskal.
Bagi banyak wajib pajak badan, bagian ini sering membingungkan karena membutuhkan beberapa data keuangan yang cukup rinci.
Data yang Harus Disiapkan Sebelum Mengisi Lampiran L-11B
Sebelum mulai mengisi Lampiran L-11B di CoreTax, pastikan Anda sudah menyiapkan beberapa data berikut.
1. Data Modal Bulanan Selama Satu Tahun
Buat tabel yang berisi:
- Modal saham setiap bulan
- Laba ditahan setiap bulan
- Pinjaman tanpa bunga (jika ada)
Data ini biasanya bisa diambil dari:
- laporan neraca perusahaan
- laporan perubahan ekuitas
- atau catatan akuntansi bulanan
2. Data Pinjaman Berbunga
Jika perusahaan memiliki pinjaman dari bank atau lembaga keuangan, siapkan informasi berikut:
- nama bank atau kreditur
- saldo utang tiap bulan
- total pinjaman pada akhir bulan
Jika perusahaan memiliki pinjaman dari beberapa bank, semua pinjaman harus dicatat.
3. Data Biaya Bunga Pinjaman
Selain saldo pinjaman, Anda juga perlu menyiapkan:
- rata-rata utang selama tahun pajak
- total biaya bunga pinjaman selama setahun
Data ini biasanya terdapat pada:
- laporan laba rugi
- rincian biaya bunga pinjaman
- rekening koran kredit bank
Dengan menyiapkan tiga jenis data ini, proses pengisian Lampiran L-11B akan jauh lebih mudah.
Bagian yang Terdapat dalam Lampiran L-11B CoreTax
Dalam sistem CoreTax, Lampiran L-11B terdiri dari tiga bagian utama.
1. Perhitungan EBITDA
Bagian ini sebenarnya digunakan untuk analisis pembatasan biaya pinjaman.
Namun dalam praktik pelaporan tahun pajak 2025, teknis pengisian bagian ini masih belum memiliki panduan teknis yang jelas.
Karena itu, banyak praktisi pajak menyarankan bagian EBITDA dapat dikosongkan terlebih dahulu hingga ada petunjuk resmi.
Setelah bagian ini kosong, sistem biasanya akan langsung menampilkan perhitungan rasio utang terhadap modal secara otomatis.
2. Perbandingan Utang dan Modal (Debt to Equity Ratio)
Langkah pertama yang harus diisi adalah rata-rata utang perusahaan.
Prosesnya sebagai berikut:
- Klik bagian perhitungan rata-rata utang.
- Tambahkan data pinjaman dari setiap bank.
- Masukkan saldo utang Januari sampai Desember.
- Sistem akan otomatis menghitung rata-rata utang tahunan.
- Klik Simpan.
Jika ada beberapa pinjaman bank, ulangi proses yang sama.
Setelah itu isi juga:
- modal saham
- laba ditahan
- pinjaman tanpa bunga (jika ada)
Begitu semua data disimpan, CoreTax otomatis menghitung rasio DER.
Contoh hasil perhitungan:
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Rasio Utang : Modal | 5 : 1 |
| Batas yang diperbolehkan | 4 : 1 |
Jika rasio perusahaan lebih tinggi dari batas tersebut, maka sebagian biaya bunga tidak dapat dibebankan.
Cara Menghitung Biaya Pinjaman yang Boleh Dibebankan
Langkah berikutnya adalah mengisi bagian biaya pinjaman.
Langkah Pengisian
- Klik Tambah data biaya pinjaman
- Masukkan:
- nama bank
- rata-rata pinjaman
- total biaya bunga setahun
- Simpan data tersebut
Setelah itu sistem akan menampilkan dua kategori:
- biaya yang dapat diperhitungkan
- biaya yang tidak dapat diperhitungkan
Contoh Perhitungan
Misalnya:
- Rasio utang perusahaan = 5 : 1
- Rasio yang diperbolehkan = 4 : 1
Maka biaya pinjaman yang dapat dibebankan dihitung dengan rumus:
4 / 5 × total biaya bunga
Contoh:
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Biaya bunga | Rp20.000.000 |
| Rasio diperbolehkan | 4/5 |
| Biaya yang boleh dibebankan | Rp16.000.000 |
| Biaya yang tidak boleh dibebankan | Rp4.000.000 |
Selisih tersebut nantinya akan menjadi koreksi fiskal dalam perhitungan pajak.
Wajib Pajak yang Dikecualikan dari Pengisian L-11B
Tidak semua wajib pajak badan harus mengisi lampiran ini.
Beberapa sektor usaha yang dikecualikan, antara lain:
- bank
- perusahaan pembiayaan
- perusahaan asuransi
- lembaga keuangan lain yang kegiatan utamanya memberikan pinjaman
Sektor tersebut memang memiliki struktur bisnis berbasis utang-piutang sehingga rasio utangnya cenderung sangat tinggi.
Karena itu, aturan DER tidak diterapkan dengan cara yang sama.
Tips agar Pengisian Lampiran L-11B Tidak Salah
Berdasarkan pengalaman banyak praktisi pajak, beberapa tips berikut bisa membantu menghindari kesalahan.
1. Gunakan Data dari Neraca Bulanan
Saldo utang yang dimasukkan harus berasal dari:
- laporan neraca
- atau rekening koran pinjaman
Data bulanan penting untuk menghitung rata-rata utang.
2. Pastikan Semua Pinjaman Dicatat
Sering terjadi perusahaan hanya mencatat satu pinjaman bank.
Padahal jika ada:
- kredit investasi
- kredit modal kerja
- atau pinjaman lain
semuanya harus dimasukkan.
3. Periksa Rasio DER Sebelum Pelaporan
Jika rasio utang terlalu tinggi, perusahaan bisa melakukan evaluasi struktur pendanaan.
Langkah ini dapat membantu mengurangi potensi koreksi fiskal di masa depan.
Lampiran L-11B CoreTax berfungsi untuk memastikan biaya pinjaman yang dilaporkan oleh wajib pajak badan sesuai dengan ketentuan perpajakan, khususnya terkait batas rasio utang terhadap modal sebesar 4:1.
Dengan menyiapkan data modal, pinjaman, dan biaya bunga secara lengkap, pengisian lampiran ini sebenarnya tidak terlalu rumit.
Kunci utamanya adalah memastikan:
- data utang bulanan akurat
- rasio DER dihitung dengan benar
- biaya bunga yang melebihi batas dilakukan koreksi fiskal
Memahami proses ini akan membantu perusahaan melaporkan pajak secara lebih transparan, akurat, dan sesuai ketentuan perpajakan terbaru.