
DOYANDUIT – Paruh kedua perdagangan global pada Rabu malam memperlihatkan dinamika kontras di pasar kripto. Bitcoin masih mampu bertahan di kisaran USD 67.000, sementara sejumlah altcoin besar justru memimpin pelemahan.
Kondisi ini menegaskan bahwa tekanan pasar belum sepenuhnya mereda, meski minat beli terhadap Bitcoin mulai terlihat kembali.
Bitcoin Bangkit, Altcoin Besar Memimpin Pelemahan
Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin tercatat turun sekitar 1% ke area USD 67.300. Angka ini sekaligus menandai pemulihan dari posisi terendah intraday di sekitar USD 65.900.
Secara teknikal, kemampuan Bitcoin kembali ke atas USD 67.000 memberi sinyal bahwa minat akumulasi masih ada, meski pasar belum sepenuhnya yakin akan kelanjutan reli.
Tekanan justru lebih terasa di luar Bitcoin. Solana mencatat penurunan terdalam di antara kripto utama, dengan koreksi hingga 3,5% ke kisaran USD 80,41. Sentimen ritel terhadap aset ini turun ke level netral dari sebelumnya bullish, meski intensitas percakapan masih tinggi.
Ethereum juga belum menunjukkan pemulihan berarti. Harga ETH bertahan di bawah USD 2.000 dan turun sekitar 2,3% dalam sehari terakhir, diperdagangkan di area USD 1.965.
Sejumlah pelaku pasar mengamati kemungkinan terbentuknya “bottom sempurna” di sekitar USD 1.890, yang berpotensi memicu pemulihan berbentuk V-shape.
Prediksi ini sebelumnya disampaikan oleh Tom Lee, Chairman Bitmine Immersion Technologies, yang dikenal aktif mengamati siklus pasar aset digital.
Sementara itu, XRP juga melemah sekitar 2,2% ke kisaran USD 1,37. Sentimen ritel bergeser dari bullish ke bearish, sejalan dengan penurunan intensitas percakapan pasar. Kondisi ini menegaskan bahwa tekanan jual masih dominan di segmen altcoin.
Likuidasi Pasar Kripto Tembus USD 460 Juta
Tekanan harga yang meluas berdampak langsung pada posisi leverage. Data CoinGlass menunjukkan total likuidasi pasar kripto melampaui USD 460 juta dalam 24 jam terakhir. Dari jumlah tersebut:
- Sekitar USD 290 juta berasal dari posisi long,
- Sekitar USD 171 juta dari posisi short.
Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto turun sekitar 1,1% menjadi kurang lebih USD 2,38 triliun. Cardano dan Dogecoin ikut tertekan masing-masing 1,4% dan 1,1%, sedangkan Binance Coin relatif lebih kuat dengan penurunan terbatas sekitar 0,4%.
BlockFills Hentikan Penarikan dan Setoran
Tekanan pasar juga berdampak pada infrastruktur keuangan kripto. Platform pinjaman dan likuiditas kripto berfokus institusi, BlockFills, mengumumkan penghentian sementara penarikan dan setoran dana sejak pekan lalu.
Kebijakan ini, yang masih berlaku, disebut sebagai langkah untuk melindungi klien dan memulihkan likuiditas.
Manajemen BlockFills menyatakan tengah bekerja sama dengan investor dan klien untuk menyelesaikan situasi secepat mungkin.
Meski penarikan dan setoran dihentikan, klien masih dapat melakukan transaksi spot dan derivatif dalam kondisi tertentu.
Langkah ini berpotensi berdampak pada sekitar 2.000 klien institusional, termasuk manajer aset dan hedge fund, yang secara kolektif menyumbang lebih dari USD 60 miliar volume perdagangan sepanjang 2025. Platform ini memang hanya melayani investor dengan kepemilikan kripto minimal USD 10 juta.
Didirikan pada 2017 oleh Nick Hammer dan Gordon Wallace, BlockFills didukung sejumlah nama besar seperti Susquehanna Private Equity Investments dan CME Group. Penghentian ini menjadi kasus pertama di antara platform kripto besar yang dilakukan murni karena kondisi pasar.
Tekanan Makro dan Faktor Teknis Bitcoin
Tekanan terhadap Bitcoin sebenarnya sudah berlangsung sejak Oktober. Harga mulai merosot setelah pernyataan terkait tarif perdagangan oleh Presiden AS Donald Trump memicu gejolak pasar, yang berujung pada likuidasi hampir USD 20 miliar posisi.
Sejak saat itu, Bitcoin sempat turun hingga 24% dari puncak USD 78.995 ke area USD 60.000, sebelum mencetak titik terendah tahunannya di USD 60.008 pada awal Februari.
Meski kini pulih ke sekitar USD 67.500, Bitcoin masih turun sekitar 46,6% dari rekor tertinggi sepanjang masa di USD 126.080. Secara teknikal, pergerakan jangka pendek menunjukkan:
- Harga berada di bawah USD 68.000 dan rata-rata pergerakan sederhana 100 jam,
- Garis tren bearish dengan resistensi di sekitar USD 68.200,
- Indikator MACD masih menguat di zona negatif,
- RSI berada di bawah level 50.
Level penting yang terus dipantau pasar meliputi:
- Support utama: USD 66.000 dan USD 65.000,
- Resistance utama: USD 69.000 dan USD 70.000.
Jika Bitcoin gagal menembus resistance tersebut, potensi penurunan ke area USD 63.500 hingga USD 61.200 masih terbuka.
Sentimen Investor Masih Rapuh
Analis pasar aset digital menilai tekanan ini tidak lepas dari kondisi makro global. Likuiditas yang menipis dan sikap risk-off di pasar saham, khususnya sektor teknologi, ikut membebani aset digital. Dalam beberapa pekan terakhir, hampir setengah triliun dolar nilai kapitalisasi pasar kripto menguap.
Menurut pengamatan banyak pelaku pasar pada 2026, situasi seperti ini kerap menjadi fase konsolidasi panjang sebelum arah tren yang lebih jelas terbentuk. Bagi investor ritel, memahami konteks ini penting agar tidak terbawa emosi jangka pendek.
Pergerakan Bitcoin yang relatif stabil di tengah tekanan altcoin menunjukkan perannya masih dominan sebagai barometer pasar kripto. Namun, volatilitas tinggi dan sentimen yang rapuh menuntut strategi yang lebih disiplin.