
DOYANDUIT – Harga Bitcoin sempat tertekan tajam dalam beberapa pekan terakhir, mencatatkan salah satu koreksi terdalam sejak 2024.
Namun, tekanan jual mulai mereda. Kapitalisasi pasar kripto kembali menembus US$2,4 triliun, sementara volume transaksi turun dari puncak panic selling.
Kondisi ini memberi ruang bagi reli teknikal, meski sentimen pelaku pasar masih berada di zona “extreme fear”.
Berdasarkan data perdagangan terkini, Bitcoin bangkit dari area US$64 ribu dan sempat menyentuh kisaran US$71 ribu secara intraday.
Mengapa Harga Bitcoin Bisa Naik?
Rebound Teknis dan Short Covering
Coinpedia melaporkan, kenaikan Bitcoin terjadi setelah tekanan jual mencapai titik jenuh. Indikator RSI yang sempat anjlok ke area ekstrem kembali naik, menandakan panic selling telah mencapai puncaknya.
Kondisi ini memicu short covering, yakni penutupan posisi jual oleh trader derivatif yang terpaksa membeli kembali saat harga berbalik.
Data derivatif memperlihatkan:
- Open interest meningkat, menandakan masuknya posisi baru pasca “flush”.
- Likuidasi posisi short lebih besar dibanding long, memaksa pembelian paksa.
- Reli berlangsung cepat, tetapi rapuh karena minim dukungan spot buying jangka panjang.
Reli seperti ini sering terasa “lega” namun tidak selalu berumur panjang, sebuah pengingat bahwa pasar masih sensitif terhadap sentimen.
Ethereum dan XRP Ikut Menguat
Ethereum: Pantulan dari Tekanan Ekstrem
Ethereum ikut bangkit dari area bawah US$1.900 menuju kisaran US$2.100. RSI yang sempat sangat rendah berbalik naik, menandakan kelelahan penjual. Namun, peningkatan open interest mengindikasikan partisipasi spekulatif, bukan akumulasi jangka panjang.
XRP: Reli Lebih Agresif, Risiko Lebih Tinggi
XRP mencatatkan lonjakan lebih dari 10% dari titik rendahnya. Meski menjadi salah satu performer terbaik di jajaran 10 besar kripto, reli ini masih didorong aliran spekulatif. Kenaikan cepat seperti ini sering diikuti fase konsolidasi tajam.
Apa yang Diharapkan Akhir Pekan Ini?
Memasuki akhir pekan, Bitcoin tetap menjadi penentu arah. Dengan RSI yang belum kembali netral dan harga baru merebut level intraday, pergerakan cenderung sideways dan volatil, bukan tren kuat. Likuiditas yang menipis di akhir pekan sering memicu stop-hunt dan retracement parsial.
Ethereum dan XRP berpotensi bergerak lebih liar karena kombinasi reli cepat dan leverage tinggi. Trader biasanya memantau:
- Pergeseran funding rate
- Retest level support yang gagal
- Arus likuidasi lanjutan
Akumulasi Institusi di Tengah Fase Kapitulasi
Sementara itu, dilansir dari NewsBTC. di tengah ketidakpastian, Binance SAFU Fund mengungkap pembelian ribuan BTC bernilai ratusan juta dolar. Data Arkham menunjukkan akumulasi berlanjut, meski tidak serta-merta menandai dasar harga.
Secara historis, pembelian institusi sering terjadi selama fase kapitulasi, bukan tepat di titik balik. Kapitulasi ditandai oleh:
- Tekanan jual berkepanjangan
- Sentimen sangat negatif
- Likuiditas terkompresi
Fase ini bisa berlangsung lebih lama dari ekspektasi pasar. Akumulasi besar memberi bantalan struktural, tetapi jarang menghentikan konsolidasi panjang.
Struktur Mingguan Bitcoin: Sinyal Tekanan Berlanjut
Grafik mingguan menunjukkan Bitcoin kehilangan area US$70 ribu—level psikologis dan teknikal penting. Harga kini berada di bawah rata-rata pergerakan 50-mingguan dan mendekati 100-mingguan, yang secara historis sering menjadi area uji krusial. Data dari TradingView memperlihatkan volume jual meningkat, mengindikasikan distribusi, bukan sekadar ambil untung.
Skenario yang perlu dicermati:
- Gagal reclaim US$70K: risiko turun ke US$60K–US$55K
- Stabilisasi di atas area saat ini: tanda awal penyerapan suplai
Teori “Lapisan Finansial Paralel” dan Peran Derivatif
Analis kripto Crypto Rover mengemukakan pandangan menarik: Bitcoin kini diperdagangkan dalam lapisan finansial paralel.
Meski suplai on-chain tetap 21 juta koin, pasar derivatif menciptakan eksposur sintetis melalui futures, perpetual swaps, opsi, ETF, hingga produk terstruktur.
Menurutnya, harga Bitcoin kini lebih banyak ditentukan oleh:
- Leverage dan posisi trader
- Tekanan margin dan likuidasi
- Aktivitas lindung nilai dan arbitrase
Satu Bitcoin dapat menopang banyak produk finansial sekaligus. Fenomena ini dikenal sebagai synthetic float expansion, yang melemahkan persepsi kelangkaan meski suplai fisik tak berubah. Akibatnya, harga bisa bergerak tajam tanpa arus jual beli spot yang besar.
Pandangan ini membantu menjelaskan mengapa Bitcoin bisa turun meski data on-chain relatif tenang,tekanan datang dari “paper Bitcoin”, bukan koin fisik.
Rebound Ada, Risiko Masih Nyata
Rebound Bitcoin saat ini mencerminkan kelegaan teknikal setelah koreksi tajam, bukan konfirmasi tren naik baru. Sentimen pasar masih rapuh, leverage tetap tinggi, dan struktur mingguan belum pulih.
Akumulasi institusi memberi sinyal kepercayaan jangka panjang, tetapi tidak menghapus risiko konsolidasi atau penurunan lanjutan.
Bagi investor berpengalaman, fase seperti ini menuntut disiplin: memantau data derivatif, arus spot, dan konteks makro.
Untuk trader jangka pendek, volatilitas akhir pekan bisa menjadi peluang atau jebakan. Seperti biasa di pasar kripto, kesabaran sering lebih berharga daripada prediksi.