
DOYANDUIT – Nisab zakat penghasilan 2026 resmi ditetapkan oleh pemerintah melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI.
Tahun ini, batas minimal penghasilan yang mewajibkan seorang Muslim membayar zakat pendapatan adalah Rp7.640.144 per bulan atau Rp91.681.728 per tahun.
Angka tersebut setara dengan 85 gram emas 14 karat, sesuai Keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor 15 Tahun 2026. Penetapan dilakukan melalui musyawarah bersama Kementerian Agama Republik Indonesia dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Artinya, jika penghasilan bruto Anda sudah mencapai atau melampaui Rp7,64 juta per bulan, maka kewajiban zakat sebesar 2,5 persen sudah berlaku.
Penyesuaian ini penting dipahami sejak awal tahun agar perencanaan keuangan dan kewajiban ibadah berjalan selaras.
Dasar Hukum Penetapan Nisab Zakat 2026
Penetapan nisab zakat penghasilan tidak dilakukan secara sepihak. Ada landasan regulasi dan fatwa yang menjadi rujukan resmi, yaitu:
- Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 31 Tahun 2019
- Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 3 Tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Waryono, M.Ag., menegaskan bahwa penggunaan standar emas bertujuan menghadirkan ukuran yang lebih objektif.
“Dengan mempertimbangkan kemaslahatan mustahik dan muzaki,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menyampaikan bahwa pembahasan nisab tidak hanya melihat aspek normatif syariah.
“Tetapi juga dampaknya terhadap keberlanjutan layanan dan program pengentasan kemiskinan bagi para mustahik,” tegasnya.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa kebijakan zakat mempertimbangkan stabilitas sosial dan pemberdayaan ekonomi umat.
Nisab Zakat Penghasilan 2026 Naik Sekitar 7 Persen
Berdasarkan data terbaru 2026, nilai nisab mengalami kenaikan sekitar 7 persen dibandingkan 2025. Penyesuaian ini mengikuti pergerakan harga emas global.
Berikut rinciannya:
- Setara 85 gram emas (14 karat)
- Rp91.681.728 per tahun
- Rp7.640.144 per bulan
- Tarif zakat 2,5 persen
- Dihitung dari penghasilan bruto
- Ditunaikan saat penghasilan diterima
- Disalurkan melalui amil zakat resmi
Perlu dicatat, yang menjadi dasar perhitungan adalah penghasilan sebelum dikurangi kebutuhan, cicilan, atau pengeluaran lainnya.
Ini sering menjadi pertanyaan publik. Namun dalam praktik fikih zakat profesi, penghitungan bruto lebih dianjurkan untuk menjaga kemaslahatan penerima zakat.
Cara Menghitung Zakat Penghasilan 2026
Rumus Dasar
Zakat Penghasilan = 2,5% x Total Penghasilan Bruto
Contoh Simulasi
Jika seseorang memiliki penghasilan Rp10.000.000 per bulan:
2,5% x Rp10.000.000 = Rp250.000
Maka zakat yang ditunaikan setiap bulan adalah Rp250.000.
Zakat ini dapat dibayarkan setiap menerima gaji tanpa harus menunggu satu tahun (haul). Ini berbeda dengan zakat maal yang mensyaratkan kepemilikan harta selama satu tahun.
Mengapa Disarankan Melalui Amil Resmi?
BAZNAS dan lembaga amil zakat resmi memiliki sistem pengelolaan profesional dan akuntabel. Penyaluran melalui lembaga resmi memastikan:
- Pendistribusian tepat sasaran
- Pelaporan transparan
- Pengawasan sesuai regulasi
Langkah ini juga memperkuat tata kelola zakat nasional.
Jika Anda ingin mengetahui bagaimana perkembangan potensi zakat nasional dan strategi pengelolaannya, Anda bisa membaca artikel kami tentang optimalisasi zakat untuk pengentasan kemiskinan yang membahas data terbaru secara komprehensif.
Pastikan Penghasilan Anda Sudah Sesuai Nisab Zakat Penghasilan 2026
Nisab zakat penghasilan 2026 ditetapkan sebesar Rp7.640.144 per bulan atau Rp91.681.728 per tahun, dengan tarif zakat 2,5 persen dari penghasilan bruto.
Kenaikan sekitar 7 persen mengikuti harga emas dan mempertimbangkan keberlanjutan program pemberdayaan mustahik.
Jika penghasilan Anda sudah melampaui batas tersebut, maka kewajiban zakat penghasilan telah berlaku. Menunaikannya secara rutin bukan hanya bentuk ketaatan, tetapi juga kontribusi nyata dalam memperkuat keadilan sosial dan ekonomi umat.
Dengan memahami ketentuan resmi ini sejak awal, perencanaan keuangan dan ibadah Anda dapat berjalan lebih terarah dan optimal.