
DOYANDUIT – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa, 4 Februari 2026, di level 8.146,72, menguat 0,30 persen dibanding penutupan sebelumnya.
Sepanjang hari, pergerakan indeks sempat berfluktuasi tajam, dengan kisaran 8.050–8.194, sebelum akhirnya bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi kedua.
Secara intraday, IHSG sempat mendekati area 8.200, lalu terkoreksi. Namun, menjelang 30 menit terakhir perdagangan, tekanan jual mulai mereda dan indeks kembali menguat.
Pola ini mengindikasikan bahwa minat beli masih cukup kuat, khususnya pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Menurut pengamatan teknikal, penutupan IHSG yang lebih tinggi dibanding hari sebelumnya memberi sinyal pembentukan higher high jangka pendek. Kondisi ini membuka peluang indeks untuk kembali menguji area 8.300-an, selama support utama tetap terjaga.
Support kuat IHSG saat ini berada di kisaran 7.800–7.950, berdekatan dengan area rata-rata pergerakan jangka menengah yang selama ini menjadi penahan koreksi.
Saham Perbankan Kembali Jadi Penopang Utama
Momentum Rebound Sektor Keuangan
Sektor keuangan, khususnya perbankan besar, tampil dominan pada perdagangan hari ini. Setelah tertinggal cukup lama sepanjang 2025, saham bank mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.
Beberapa saham perbankan yang mencatatkan penguatan signifikan antara lain:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 1,96 persen ke level 7.800
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melonjak 3,52 persen ke 5.000
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 1,84 persen ke 3.870
Masuknya kembali aliran dana institusi menjadi salah satu pemicu. Selain itu, pernyataan pemerintah terkait peningkatan alokasi dana investasi dan dana pensiun dinilai memberi sentimen positif terhadap likuiditas pasar saham, dengan sektor perbankan sebagai penerima dampak awal.
BBCA: Rebound dari Area Jenuh Jual
BBCA menjadi sorotan setelah sempat terkoreksi dalam hingga area 6.400 pada periode sebelumnya. Dari sisi teknikal, indikator seperti RSI dan stochastic sempat menunjukkan kondisi oversold, sehingga memicu spekulasi beli.
Secara fundamental, kinerja keuangan BBCA masih solid. Laporan keuangan terakhir menunjukkan laba bersih dan margin yang tetap terjaga, sehingga penilaian pasar di area bawah dianggap kurang mencerminkan nilai wajar.
Area penting yang kini diperhatikan investor:
- Resistance jangka pendek: 7.800–7.975
- Resistance utama: 8.300–8.350
Jika level tersebut berhasil ditembus, peluang BBCA untuk kembali masuk fase uptrend terbuka lebar.
BMRI dan Strategi Buy on Weakness
Berbeda dengan BBCA yang berbasis konsumer, BMRI dikenal kuat di segmen korporasi. Saham ini sempat bergerak di kisaran 4.000-an sebelum akhirnya berbalik arah.
Sentimen buyback yang dilakukan perseroan sebelumnya menjadi faktor pendukung kepercayaan pasar. Dari sisi teknikal, area 4.800–4.600 dinilai sebagai zona menarik untuk strategi buy on weakness, dengan batas risiko di bawah 4.500.
Apabila BMRI mampu bertahan di atas 5.000, potensi pergerakan lanjutan menuju 5.500 dinilai cukup realistis dalam jangka menengah.
Bagi pembaca yang ingin memahami lebih jauh strategi masuk saham bank saat volatilitas tinggi, kamu bisa membaca ulasan lanjutan tentang manajemen risiko investasi saham perbankan yang membahas pendekatan teknikal dan fundamental secara seimbang.
Saham Grup Barito Menggeliat Berkat Aksi Buyback
Selain perbankan, saham-saham dari grup Barito juga ikut menopang IHSG. Beberapa emiten yang mencuri perhatian antara lain:
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
Aksi pembelian kembali saham (buyback) dinilai sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap prospek jangka panjang perusahaan. Dalam praktik pasar modal, buyback sering diartikan sebagai indikasi bahwa harga saham dinilai terlalu murah dibanding nilai intrinsiknya.
BRPT, misalnya, melonjak lebih dari 7 persen dan ditutup di 2.130. Secara teknikal, saham ini telah menyelesaikan target koreksi sebelumnya dan mulai membentuk struktur harga yang lebih stabil.
Area support penting BRPT berada di kisaran 2.050–1.955. Selama area ini bertahan, peluang kelanjutan penguatan masih terbuka.
Gambaran Singkat Saham Unggulan dan Pergerakan Pasar
Untuk memberikan konteks yang lebih utuh, berikut gambaran ringkas beberapa saham besar pada penutupan hari ini:
- PT Barito Renewables Energy Tbk: 8.200 (-0,30%)
- PT Chandra Asri Pacific Tbk: 6.850 (+4,98%)
- PT Amman Mineral Internasional Tbk: 7.475 (+8,73%)
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk: 3.330 (-3,48%)
- PT Astra International Tbk: 6.675 (-1,84%)
Di sisi lain, saham-saham lapis bawah juga menunjukkan volatilitas tinggi, dengan sejumlah emiten mencatatkan kenaikan dan penurunan dua digit. Kondisi ini menegaskan bahwa selektivitas tetap menjadi kunci di tengah pasar yang mulai aktif kembali.
Pasar Mulai Menata Arah di Awal Februari
Penutupan IHSG di zona hijau hari ini memberi sinyal awal bahwa pasar mulai mencari arah setelah periode tekanan sebelumnya. Kebangkitan saham perbankan dan dukungan dari emiten-emiten berbasis fundamental kuat menjadi faktor utama penopang indeks.
Meski demikian, volatilitas masih berpotensi berlanjut. Investor disarankan tetap disiplin dalam mengelola risiko, memperhatikan area support dan resistance, serta tidak mengabaikan kualitas fundamental emiten.