
DOYANDUIT – Panggilan interview dari restoran Jepang seperti Oishi Shabu, Sushi, atau Ramen tetapi undangan wawancara berlokasi di ruko kerap membuat pencari kerja bimbang.
Undangan terlihat profesional, mencantumkan alamat, jadwal, bahkan nama PIC. Namun, di balik format resmi tersebut, banyak korban mengaku justru diminta membayar “biaya administrasi”, “seragam”, hingga “MCU” dengan nominal ratusan ribu sampai jutaan rupiah.
Berdasarkan pengamatan sepanjang 2024–2026, pola ini berulang di sejumlah lokasi ruko perkantoran, salah satunya kawasan Business Park Kirana, Jakarta Timur.
Banyak pelamar datang dengan harapan diterima kerja, tetapi pulang dengan rasa curiga atau bahkan kerugian finansial.
Pola Umum Undangan Interview
Undangan biasanya memiliki ciri-ciri berikut:
- Mengatasnamakan restoran Jepang dengan nama populer atau mirip brand besar.
- Menggunakan bahasa formal, lengkap dengan alamat Google Maps.
- Menyebut posisi umum seperti kasir, waiter/waitress, atau cook helper.
- Meminta konfirmasi kehadiran dengan format tertentu.
- Lokasi wawancara berada di ruko, bukan outlet restoran aktif.
Sekilas tampak meyakinkan. Namun, masalah muncul saat proses wawancara berlangsung.
Contoh:
Dear Kandidat
OISHII SHABU & GRILL
https://www.oishiishabu.store
Selamat Sore
Kami dari Management Oishii Shabu & Grill, Telah menerima dan melakukan review pada resume Berkas lamaran anda dan sesuai posisi yang kami butuhkan *Kasir / Waiter Waitress*, Untuk Psoses selanjutnya kami mengundang Anda untuk Mengikuti Proses Seleksi Interview Kerja tatap muka dan Pembagian Wilayah Kerja yang akan di laksanakan pada:
Hari/Tgl : Rabu, 6 Jan 2026
Waktu : Pukul 08:00 s/d 11:00 Wib
PIC : IBU VANIA PUTRI
Tempat Interview : Office Oishii Shabu & GrillBusiness Park Kirana Cawang Jl. DI. Panjaitan No.48-56, RT.8/RW.2, Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13340
Google maps : https://maps.app.goo.gl/kasXKTJcAPBR9ega9
Jika Eror bisa klik maps berikut : https://maps.app.goo.gl/DQrh6RetJohdkE1E7
Modus yang Sering Terjadi di Lokasi
Banyak korban menceritakan pola yang hampir sama:
- Diminta uang di tempat.
Alasannya beragam, mulai dari biaya seragam, jaminan kerja, pembukaan rekening, hingga medical check-up. - Nominal tidak wajar.
Angkanya bisa mencapai Rp600 ribu sampai Rp1,8 juta dan diminta ditransfer saat itu juga. - Tekanan psikologis.
Pelamar diminta segera membayar agar “slot tidak hangus” atau “langsung dapat penempatan”. - Larangan merekam atau bertanya detail.
Ketika pelamar mencoba mengonfirmasi lebih jauh, respons pewawancara sering defensif.
Seorang pelamar menuturkan,
“Saya datang untuk mencari pekerjaan, bukan untuk diminta uang. Saat saya minta penjelasan detail soal MCU dan rekening, tidak ada jawaban jelas. Itu yang membuat saya yakin ini bukan rekrutmen resmi.”
Mengapa Rekrutmen Resmi Tidak Meminta Uang?
Dalam praktik ketenagakerjaan yang sehat, perusahaan menanggung biaya seleksi, seragam, dan administrasi awal. Hal ini juga sejalan dengan prinsip perlindungan pencari kerja.
Perusahaan profesional tidak membebankan biaya rekrutmen kepada kandidat. Jika sejak awal sudah diminta transfer, itu indikator kuat penipuan.
Ciri Kuat Bahwa Interview di Ruko Tersebut Bermasalah
Perhatikan tanda-tanda berikut:
- Nama perusahaan tidak terdaftar jelas di website resmi atau direktori bisnis.
- Alamat ruko dipakai bergantian oleh berbagai “brand” berbeda.
- Tidak ada aktivitas restoran nyata di lokasi tersebut.
- Komunikasi hanya lewat WhatsApp atau email generik.
- Permintaan uang muncul sebelum kontrak kerja atau penandatanganan dokumen resmi.
Jika sebagian besar ciri di atas Anda temui, sebaiknya hentikan proses dan jangan memberikan data pribadi atau dana apa pun.
Pengalaman Korban di Media Sosial
Beberapa pencari kerja berbagi pengalaman:
- Ada yang hampir mentransfer uang jaminan sebelum akhirnya membatalkan.
- Ada yang datang langsung dan mendapati banyak pelamar lain dengan skenario wawancara serupa.
- Ada pula yang menemukan akun media sosial perusahaan tiba-tiba menghilang setelah laporan penipuan ramai.
Konteks ini memperkuat dugaan bahwa pola rekrutmen di ruko dengan permintaan biaya bukan praktik sah.
Cara Aman Menyikapi Panggilan Interview
Agar tidak terjebak, lakukan langkah berikut:
- Verifikasi perusahaan.
Cari website resmi, alamat outlet, dan ulasan karyawan. - Cek lokasi di Google Maps.
Apakah benar restoran beroperasi di sana atau hanya ruko kosong. - Tanya soal biaya sejak awal.
Rekrutmen yang sah tidak akan meminta uang. - Datang bersama teman jika ragu.
Minimal ada pendamping yang mengetahui lokasi dan situasi. - Laporkan jika menemukan indikasi penipuan.
Bisa melalui komunitas pencari kerja atau kanal pengaduan resmi.
Apakah Semua Interview di Ruko Pasti Penipuan?
Tidak selalu. Banyak perusahaan legal yang memang menggunakan ruko sebagai kantor operasional. Namun, yang patut diwaspadai adalah kombinasi antara:
- Nama brand populer,
- Lokasi ruko tidak jelas,
- Proses cepat tanpa seleksi mendalam,
- Dan permintaan uang di awal.
Kombinasi inilah yang berulang kali muncul dalam kasus rekrutmen bodong berkedok restoran Jepang.
Panggilan interview restoran Jepang di ruko yang diikuti permintaan uang merupakan indikasi kuat penipuan. Format undangan yang rapi tidak selalu mencerminkan legalitas.
Berdasarkan pengalaman korban dan prinsip rekrutmen profesional, perusahaan yang sah tidak membebankan biaya kepada kandidat.
Bersikap kritis, lakukan verifikasi, dan jangan tergiur janji cepat diterima kerja. Kehati-hatian sejak awal dapat menyelamatkan Anda dari kerugian finansial dan psikologis.