Persiapan Data dan Cara Mengisi SPT Tahunan Badan 2025 di Coretax

9 Desember 2025 12:00
Bagikan :
Cara lapor SPT Tahunan Badan 2025 di Coretax, panduan lengkap dan langkah yang wajib disiapkan. (DoyanDuit)

DOYANDUIT – Cara lapor SPT Tahunan Badan 2025 di Coretax menjadi salah satu pencarian terbanyak menjelang batas waktu pelaporan. Banyak wajib pajak menilai sistem baru ini cukup rumit, terutama karena perubahan struktur lampiran dan alur pengisian di dalam aplikasi.

Berdasarkan pengalaman banyak pengguna tahun 2025, tantangan terbesar bukan pada proses pengisiannya, melainkan ketidaksiapan data yang menyebabkan wajib pajak harus berkali-kali login.

Pelaporan menjadi jauh lebih cepat ketika seluruh dokumen dipersiapkan sejak awal. Dengan memahami alur dan persyaratan di Coretax, kamu bisa menyelesaikan SPT tahunan dalam satu kali duduk tanpa hambatan.

Dokumen Penting untuk Lapor SPT Tahunan Badan 2025 di Coretax

Laporan Keuangan Lengkap sebagai Dokumen Utama

Untuk memulai pelaporan SPT, laporan keuangan menjadi komponen paling krusial. Dokumen keuangan yang rapi menentukan kelancaran pelaporan SPT, bukan sebaliknya.

Dokumen yang wajib disiapkan dalam bentuk PDF satu file:

  • Laporan Laba Rugi
  • Neraca
  • Laporan Aset
  • Laporan Peredaran Bruto (untuk yang menggunakan skema PPh Final)

Laporan arus kas dan jurnal tidak wajib dilampirkan, namun tetap diperlukan jika kamu menyusun template perhitungan internal.

Pastikan seluruh laporan sudah ditandatangani direktur dan distempel perusahaan sebelum digabung menjadi satu PDF.

Langkah Login dan Membuat Konsep SPT di Coretax

Masuk ke Dashboard Coretax

  1. Buka https://coretaxdjp.pajak.go.id/
  2. Masukkan ID pengguna, kata sandi, dan kode captcha.
  3. Klik Login.

Setelah masuk, buka menu Surat Pemberitahuan (SPT)Buat Konsep SPT.

Memilih Jenis SPT

  • Pilih PPh Badan
  • Pilih SPT Tahunan
  • Pilih periode 2025
  • Jenis SPT: Normal
  • Klik Create Tax Return

Setelah SPT berhasil dibuat, pilih ikon pensil untuk mulai mengedit isian.

Bagian-Bagian Penting yang Wajib Diisi di Dalam Formulir Coretax

1. Profil Badan Usaha

Sistem akan menampilkan sejumlah pertanyaan terkait kegiatan usaha. Isi sesuai kondisi perusahaan, seperti:

  • Jenis kegiatan usaha
  • Struktur organisasi
  • Status peredaran bruto
  • Jenis pembukuan

Gunakan informasi yang konsisten dengan laporan keuangan.

2. Lampiran 1C – Input Laporan Keuangan

Di bagian ini, rincian angka keuangan harus dimasukkan secara manual. Komponen yang perlu diinput antara lain:

  • Penjualan domestik
  • Penjualan ekspor
  • Harga pokok penjualan
  • Beban usaha

Jika kamu menggunakan template excel yang sudah terhubung otomatis antar-sheet, proses pengisian menjadi lebih cepat karena tinggal menyalin angka ke Coretax.

3. Lampiran 2 – Daftar Pemegang Saham

Untuk mengisi bagian ini, siapkan data berikut:

  • Nama pemegang saham
  • NPWP
  • Jumlah modal setor
  • Persentase kepemilikan

Data ini wajib ada karena menjadi dasar perhitungan kepemilikan dan struktur modal perusahaan.

4. Lampiran Pajak Penghasilan Dipotong Pihak Lain

Contohnya:

  • PPh 23
  • PPh 22
  • Bukti potong lain yang relevan

Tambahkan satu per satu, lalu simpan.

5. Lampiran Fasilitas Pengurangan Tarif PPh Badan

Wajib pajak badan dengan omset di bawah Rp50 miliar berhak mendapatkan tarif khusus. Tarif PPh Badan bisa turun hingga 11% dari laba bersih ketika omset tidak melewati batas tertentu.

Masukkan angka peredaran bruto untuk menghitung tarif otomatis.

6. Lampiran Penyusutan dan Amortisasi Fiskal

Siapkan daftar aset lengkap:

  • Aset kelompok 1–4
  • Nilai perolehan
  • Tahun perolehan
  • Akumulasi penyusutan

Salin data sesuai kategori yang disediakan oleh Coretax.

7. Lampiran Biaya Pinjaman

Jika perusahaan memiliki pinjaman, cantumkan:

  • Jumlah pinjaman
  • Bunga
  • Perhitungan beban bunga yang dapat dikurangkan

Lampiran ini wajib agar perhitungan fiskal lebih akurat.

 Tips Penting agar Pengisian SPT di Coretax Lebih Efisien

  • Kumpulkan seluruh data sebelum login agar tidak perlu keluar-masuk sistem.
  • Gunakan format laporan keuangan yang konsisten dari tahun ke tahun.
  • Buat template excel untuk memetakan akun sesuai format Coretax.
  • Sering menyimpan progres agar terhindar dari timeout.
  • Jangan takut mencoba fitur draft karena SPT tidak langsung dianggap terkirim.

Tabel Ringkas Data yang Harus Disiapkan

Kategori Data Keterangan
Laporan Keuangan Laba rugi, neraca, aset, peredaran bruto (PDF)
Data Pemegang Saham NPWP, modal setor, persentase kepemilikan
Bukti Potong PPh 23, PPh 22, dan lainnya
Daftar Aset Kelompok aset 1–4 + penyusutan
Data Pinjaman Jumlah pinjaman dan bunga
Profil Usaha Informasi kegiatan dan status perusahaan

Cara lapor SPT Tahunan Badan 2025 di Coretax sebenarnya tidak serumit yang terlihat. Tantangannya hanya pada persiapan data, bukan pada sistemnya.

Dengan menyiapkan laporan keuangan, daftar aset, bukti potong, dan informasi pemegang saham sejak awal, proses pelaporan dapat selesai lebih cepat dan minim kesalahan.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050