
DOYANDUIT – Harga emas dunia kembali melemah pada penutupan perdagangan Jumat malam, menandai penurunan harian kedua dan hampir menutup pekan dengan hasil negatif.
Berdasarkan data OANDA via TradingView, harga XAU/USD ditutup di USD 4.002,810 per troy ounce, turun 0,54%, setelah dibuka di USD 4.021,47 dan sebelumnya ditutup di USD 4.024,525.
Pergerakan jangka pendek masih lemah:
- 1 hari: −0,54%
- 5 hari: −2,03%
- 1 bulan: +3,58%
- 6 bulan: +23,61%
- Year to date: +52,48%
- 1 tahun: +45,80%
Harga emas berjangka Desember juga turun 0,48% ke USD 3.996,50 per ons.
Artinya, sejak menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah di awal Oktober, emas masih mengalami tekanan jual lanjutan dan belum mampu kembali ke atas USD 4.050–4.080.
Penyebab Tekanan: Dolar Menguat, Komentar Hawkish The Fed, dan Sentimen Dagang
Ada tiga faktor utama yang menekan emas dalam penutupan pekan:
1. Dolar AS Menguat
Indeks dolar AS melonjak ke level tertinggi hampir 3 bulan setelah investor mencermati komentar pejabat The Fed. Penguatan dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli global.
2. Komentar Hawkish The Fed
Setelah Powell mengatakan bahwa pemotongan suku bunga Desember belum tentu terjadi, tiga pejabat The Fed kembali mempertegas posisi hawkish:
- Jeff Schmid – The Fed Kansas City
- Lorie Logan – The Fed Dallas
- Beth Hammack – The Fed Cleveland
Mereka menyebut bahwa data ekonomi masih belum cukup untuk menurunkan suku bunga lanjutan.
Hasilnya:
- obligasi AS naik
- dolar menguat
- permintaan emas sebagai aset lindung nilai turun
3. Meredanya Risiko Global
Kesepakatan dagang AS–China yang diumumkan Jumat membuat permintaan safe haven melemah:
- kesepakatan rare earth dan mineral strategis 1 tahun
- penurunan tarif fentanyl ke 10%
- China kembali membeli kedelai AS
- kedua belah pihak sepakat untuk tidak menaikkan tensi perdagangan
Tapi Ada Penahan: Pembelian Bank Sentral Masih Sangat Kuat
Meskipun ditekan sentimen global, emas tidak jatuh terlalu dalam karena permintaan fisik masih kuat.
World Gold Council (WGC) melaporkan:
- pembelian bank sentral 220 ton di Q3
- naik 28% dibanding Q2
- Kazakhstan menjadi pembeli terbesar
- Brasil membeli emas untuk pertama kalinya dalam 4 tahun
Tren ini menjadi “fundamental bullish” jangka panjang bagi emas fisik.
Proyeksi Pasar: Emas Bisa Turun Lagi di Awal Pekan
Menurut Vibiz Research Center, emas berpotensi lanjut melemah jika ekspektasi pemotongan suku bunga terus turun dan pasar masih optimistis terhadap perbaikan hubungan AS–Tiongkok.
Perkiraan range berikutnya:
- Support: USD 3.966 – USD 3.935
- Resistance: USD 4.044 – USD 4.091
Selama emas berada di bawah USD 4.050, tren jangka pendek masih bearish–sideways.
Harga Emas Antam 1 November 2025: Rp 2.290.000 per Gram
Di pasar domestik, harga emas Antam masih stabil meski pasar global melemah. Harga 1 gram kini Rp 2.290.000, hanya turun tipis dibanding 31 Oktober (Rp 2.305.000).
Daftar Harga Emas Antam – 1 November 2025 (Logam Mulia, 08.30 WIB)
| Berat | Harga Dasar | Harga + Pajak 0,25% |
|---|---|---|
| 0,5 gr | Rp 1.195.000 | Rp 1.197.988 |
| 1 gr | Rp 2.290.000 | Rp 2.295.725 |
| 2 gr | Rp 4.520.000 | Rp 4.531.300 |
| 3 gr | Rp 6.755.000 | Rp 6.771.888 |
| 5 gr | Rp 11.225.000 | Rp 11.253.063 |
| 10 gr | Rp 22.395.000 | Rp 22.450.988 |
| 25 gr | Rp 55.862.000 | Rp 56.001.655 |
| 50 gr | Rp 111.645.000 | Rp 111.924.113 |
| 100 gr | Rp 223.212.000 | Rp 223.770.030 |
| 250 gr | Rp 557.765.000 | Rp 559.159.413 |
| 500 gr | Rp 1.115.320.000 | Rp 1.118.108.300 |
| 1.000 gr | Rp 2.230.600.000 | Rp 2.236.176.500 |
Stabilnya harga Antam menunjukkan permintaan fisik domestik tetap kuat.
Harga Emas Pegadaian 1 November 2025
Pegadaian memperbarui harga Galeri24 dan UBS, dengan pergerakan stabil hingga sedikit naik.
| Denominasi | Galeri24 | UBS |
|---|---|---|
| 0,5 gr | Rp 1.256.000 | Rp 1.296.000 |
| 1 gr | Rp 2.396.000 | Rp 2.398.000 |
| 2 gr | Rp 4.721.000 | Rp 4.759.000 |
| 5 gr | Rp 11.713.000 | Rp 11.759.000 |
| 10 gr | Rp 23.365.000 | Rp 23.394.000 |
| 25 gr | Rp 58.269.000 | Rp 58.371.000 |
| 50 gr | Rp 116.445.000 | Rp 116.502.000 |
| 100 gr | Rp 232.775.000 | Rp 232.911.000 |
| 250 gr | Rp 578.236.000 | Rp 582.106.000 |
| 500 gr | Rp 1.156.470.000 | Rp 1.162.845.000 |
| 1.000 gr | Rp 2.312.940.000 | – |
Emas Masih Dalam Tekanan Global
- Emas spot ditutup di USD 4.002/ons, melemah 0,54%
- Dolar menguat, komentar hawkish The Fed menekan harga
- Kesepakatan dagang AS–China menurunkan kebutuhan safe haven
- Antam stabil di Rp 2.290.000/gram
- Pegadaian ikut stabil
- Bank sentral tetap menjadi penopang jangka panjang
Jika dolar terus menguat, emas mungkin belum mampu kembali ke atas USD 4.050 dalam waktu dekat. Tetapi permintaan fisik dan pembelian bank sentral akan membantu menjaga harga tetap kokoh secara fundamental.
