
DOYANDUIT – Harga emas dunia kembali terkoreksi pada awal pekan ini, Senin, 27 Oktober 2025, seiring aksi ambil untung (profit taking) oleh para pedagang setelah reli panjang yang membawa harga emas ke rekor tertinggi di atas USD 4.300 beberapa waktu lalu.
Berdasarkan data OANDA via TradingView, harga emas (XAU/USD) pada pukul 08.17 WIB tercatat USD 4.093,08 per troy ounce, melemah 0,51% atau turun sekitar USD 21 dari penutupan sebelumnya di USD 4.114,13 per ons.
Harga emas sempat dibuka di USD 4.085,70 dan menyentuh level terendah intraday di kisaran USD 4.065, menunjukkan tekanan jual masih terasa di awal sesi Asia.
Kinerja emas dalam berbagai periode saat ini adalah:
- 1 hari: −0,52%
- 5 hari: −0,76%
- 1 bulan: +9,22%
- 6 bulan: +23,36%
- Year to date: +55,91%
- 1 tahun: +49,59%
Sentimen Global: Optimisme Dagang AS–China Tekan Permintaan Emas
Harga emas turun karena kombinasi aksi ambil untung dan optimisme baru terhadap prospek kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
Menurut laporan pasar, Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping akan bertemu di Korea Selatan pada Kamis mendatang untuk membahas kerangka kerja baru perjanjian perdagangan.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pada Minggu bahwa kedua negara telah menyepakati kerangka kerja awal untuk potensi kesepakatan dagang, dan Tiongkok kemungkinan akan menunda penerapan kebijakan lisensi mineral tanah jarang selama satu tahun sebagai bagian dari negosiasi tersebut.
Optimisme ini membuat investor mengalihkan sebagian portofolio mereka ke aset berisiko seperti saham dan obligasi korporasi, mengurangi aliran dana ke aset safe haven seperti emas.
“Kesepakatan parsial AS–China menciptakan ketenangan di pasar dan menekan kebutuhan investor untuk berlindung pada logam mulia,” ujar Kevin Hassett, penasihat ekonomi Gedung Putih.
Di sisi lain, data inflasi AS yang lebih lemah pada Jumat lalu memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) dalam rapat bulan depan.
Pasar juga memperkirakan pemangkasan lanjutan pada Desember 2025, yang secara teori mendukung harga emas jangka menengah karena suku bunga rendah menurunkan biaya peluang memegang emas.
Harga Emas Antam 27 Oktober 2025: Turun Ringan di Butik Logam Mulia
Mengikuti tren global, harga emas batangan Antam di Logam Mulia (logammulia.com) juga terkoreksi ringan pada Senin pagi, 27 Oktober 2025.
Berikut rincian harga resmi yang diperbarui pukul 08.30 WIB:
| Berat | Harga Dasar | Harga (+ Pajak PPh 0,25%) |
|---|---|---|
| 0,5 gr | Rp 1.213.500 | Rp 1.216.534 |
| 1 gr | Rp 2.327.000 | Rp 2.332.818 |
| 2 gr | Rp 4.594.000 | Rp 4.605.485 |
| 3 gr | Rp 6.866.000 | Rp 6.883.165 |
| 5 gr | Rp 11.410.000 | Rp 11.438.525 |
| 10 gr | Rp 22.765.000 | Rp 22.821.913 |
| 25 gr | Rp 56.787.000 | Rp 56.928.968 |
| 50 gr | Rp 113.495.000 | Rp 113.778.738 |
| 100 gr | Rp 226.912.000 | Rp 227.479.280 |
| 250 gr | Rp 567.015.000 | Rp 568.432.538 |
| 500 gr | Rp 1.133.820.000 | Rp 1.136.654.550 |
| 1.000 gr | Rp 2.267.600.000 | Rp 2.273.269.000 |
Harga 1 gram Antam turun sekitar Rp 27.000 dibandingkan harga Jumat (24 Oktober 2025) yang berada di level Rp 2.354.000 per gram..
Harga Emas Pegadaian 27 Oktober 2025
Sementara itu, Pegadaian memperbarui daftar harga emas untuk dua merek, Galeri24 dan UBS, dengan tren turun tipis di beberapa denominasi.
| Denominasi | Galeri24 | UBS |
|---|---|---|
| 0,5 gr | Rp 1.282.000 | Rp 1.326.000 |
| 1 gr | Rp 2.443.000 | Rp 2.452.000 |
| 2 gr | Rp 4.813.000 | Rp 4.866.000 |
| 5 gr | Rp 11.942.000 | Rp 12.024.000 |
| 10 gr | Rp 23.819.000 | Rp 23.920.000 |
| 25 gr | Rp 59.402.000 | Rp 59.682.000 |
| 50 gr | Rp 118.710.000 | Rp 119.118.000 |
| 100 gr | Rp 237.301.000 | Rp 238.142.000 |
| 250 gr | Rp 592.961.000 | Rp 595.179.000 |
| 500 gr | Rp 1.185.338.000 | Rp 1.188.956.000 |
| 1.000 gr | Rp 2.370.675.000 | – |
Harga emas UBS masih sedikit lebih tinggi dibanding Galeri24, namun keduanya menunjukkan pergerakan searah dengan pasar global.

Tekanan Jangka Pendek, Potensi Rebound Masih Terbuka
Koreksi harga emas hari ini dinilai sebagai fase alami dari pasar yang overbought (jenuh beli) setelah reli panjang sejak pertengahan September.
Faktor-faktor yang dapat memicu rebound emas dalam waktu dekat antara lain:
- Hasil pertemuan Trump–Xi di Korea Selatan yang berpotensi menciptakan volatilitas baru.
- Sinyal dovish The Fed menjelang pengumuman kebijakan moneter bulan depan.
- Kondisi geopolitik Timur Tengah yang masih berpotensi meningkatkan permintaan aset aman.
“Selama harga emas bertahan di atas USD 4.000 per ons, prospek jangka menengahnya tetap bullish,” tulis Morningstar Asia dalam riset komoditas terbarunya.
Emas Melemah, Tapi Tetap Solid Secara Fundamental
Harga emas dunia pada 27 Oktober 2025 turun 0,51% ke USD 4.093 per ons, mengikuti aksi ambil untung investor global menjelang pertemuan penting antara AS dan Tiongkok.
Meskipun harga global melemah, permintaan emas fisik di Asia, termasuk Indonesia, tetap kuat. Harga Antam dan Pegadaian hanya terkoreksi tipis, menandakan stabilitas di pasar domestik.
Dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan risiko geopolitik yang masih terbuka, emas tetap menjadi instrumen pelindung nilai yang menarik menjelang akhir tahun 2025.